Sayoonara

“Hidup ini cair, semesta bergerak, realitas berubah, seluruh simpul dari kesadaran kita berkembang mekar. Hidup akan mengikis apa saja yang memilih diam” – Dee, Perahu Kertas

Alhamdulillahirabbil’alamin, sudah 4 tahun mendayung bersama blog ini. Diawali oleh keisengan semata, blog ini mampu bertahan selama ini, lebih lama jika dibandingkan dengan blog yang pertama. Atas dasar pelarian dari kebosanan saat jam-jam kerja dan juga kejenuhan dalam proses penyelesaian thesis, serta keterbatasan akses Internet di kantor karena diblok-nya beberapa situs, maka terciptalah blog ini sebagai teman tambahan untuk menampung curhat colongan dan mungkin keeksisan diri. Teman satu tim yang duduk di samping saya (mungkin) adalah pembaca pertama yang mengikuti blog ini, selalu tersenyum saat melihat perjalanan jari saya di atas keyboard, dan dengan senyumnya yang khas selalu bertanya “Is, ngapain lo?”, dengan jawaban yang singkat saya mengatakan “biasa” sambil tersenyum. Kami pun tertawa tipis bersama sebagai simbol kemerdekaan kami karena telah mampu keluar dari rutinitas tugas yang begitu-begitu saja setiap harinya; datang, duduk, ke pantry ambil gelas dan minum sekalian beli gorengan, kembali ke meja kami sambil membaca email yang masuk yang jumlahnya berjibun, kemudian melakukan tugas kami mereview document-document yang masuk untuk kami berikan assessment dan analisisnya, menjelang malam pulang. Tak beberapa lama, rupanya situs blog dan beberpa situs yang lain juga diblok juga sehingga sempat vakum juga beberapa saat dari dunia maya bahkan pusing mencari bahan untuk dimasukkan dalam buku thesis. Namun demikian, seiring dengan berjalannya waktu ada saja jalan untuk terus berselancar di dunia maya sehingga khususnya blog ini bisa terus diupdate sesuai dengan kemauan menulis sang pemiliknya. Dan ketika hari ini saya mengecek perjalanan awal blog ini rupanya telah dimulai sejak bulan Desember 2008 (masa-masa Bulan Muharram 1430 H). Semangat muharram memang telah banyak menggerakkan jiwa saya untuk bisa bertransisi dari satu koordinat ke koordinat yang lain, ada gerakan yang statis untuk memaknai jiwa dan ada juga pergerakan dinamis untuk memaknai proses.

Blog ini merupakan prasasti dinamika proses yang saya alami dalam 4 tahun belakangan; berawal dari seorang fresh graduate yang ingin sekali merasakan dunia kerja yang kemudian merasakan kebosanan dan kejenuhan, setelah tahu isi dunia kerja dan kesibukannya yang menyita waktu kemudian memutuskan untuk hengkang ingin mencoba hal yang baru yang sudah lama menjauh dari proses, jadilah seorang “pengangguran” yang dengan takdirNya menjadi seorang guru dan pendidik dari lintas generasi yang berbeda (mulai dari usia Praschool sampai dengan usia Kepala Sekolah), mengenal kembali keluarga dan kerabat lebih dekat yang nilainya tidak bisa ditukar dengan gaji sebulan di kantor yang saat itu terbilang menggairahkan, menggerakkan kembali langkah agar tak hanya menjadi pengangguran yang bergurukan alam tapi juga menjadi pribadi yang mampu memperbaiki langkahnya dengan bergurukan pada realitas dan kesempatan agar tujuan hidup yang sudah didapatkan dari proses kontemplasi dan metamorfosis diri bisa dipadukan menjadi sebuah anugerah dan berkah yang terlihat nyata, bukan sekedar retorika dan motivasi sesat, tapi lebih kepada hasil dari suatu proses. Hanya bisa berkata “bahwa di dunia ini tidak ada yang serba kebetulan”, selalu ada alasan dari setiap proses yang kita alami, sampai kemudian kita sendirilah yang tahu kenapa semua itu bisa terjadi. Kalau versi Dewi Lestari dalam novel perahu kertas-nya mengatakan “berputar-putar menjadi sesuatu yang bukan kita, demi bisa menjadi diri kita lagi”, sedangkan versi saya adalah “berputar-putar mengikuti suatu proses yang bukan proses kita, demi melanjutkan proses kita lagi”. Allah sangat tahu maksud pernyataan saya ini, karena inilah jawaban yang saya dapatkan di awal bulan Muharram 1434 H ini.

Bagi saya, blog ini merupakan proses transformasi yang tak sekedar kumpulan emosi dan kompetisi, tapi juga proses transformasi agar terus berusaha dan belajar memaknai suatu eksistensi. Dalam  postingan yang telah dipublish ada sederet luapan emosi yang tertuang, baik secara sadar maupun tidak sadar. Seringkali tangan berbicara lebih tajam dan  jujur jika dibandingkan dengan mulut, karena ada beberapa hal yang sulit untuk diungkapkan dengan kata-kata, tulisanlah yang mampu mewakilkannya. Keikutsertaan emosi dalam tulisan ada kalanya memberikan pengaruh yang positif dan ada kalanya juga memberikan pengaruh yang negatif. Bahkan, interfensi emosi dalam tulisan bisa memberikan kekhasan tersendiri bagi tiap-tiap blogger atau penulis. Apapun itu, menulislah dengan hati dan biarkan tulisan kita sampai kepada orang yang bisa membacanya dengan hati pula. Seringkali tulisan menjadi jembatan bagi terkabulnya harapan dan impian kita, karena telah terbukti bahwa dalam tulisan mengandung DO’A. Melalui do’a yang diijabah tersebut semoga bisa terus dihijrahkan estafet eksistensinya untuk bergerak maju dan semakin positif.

Dalam setiap proses kehidupan yang sedang kita nikmati, selalu ada moment terkait kapan waktunya untuk menyerah, kapan waktunya untuk bertahan dan kapan waktunya untuk melanjutkan. Seperti kata seorang filosof Romawi “Every new begining comes from some other begining’s end”, dalam sketsa berpikir saya yang praktis saya bisa sederhanakan bahwa mengakhiri suatu hal harus dibarengi oleh langkah mengawali hal baru yang lebih baik baik dengan cara berjalan biasa dan kalau perlu berlari. Dan kenapa saya memutuskan untuk menyudahi blog ini? bukan karena hari ini angkanya cantik (baca triple 12), juga bukan karena bosan, atau bahkan karena menghindar. Sebagaimana halnya blog ini pertama kali dirilis, sepertinya momennya pas saja, masih di bulan Muharram dan bulan Desember juga (meskipun berbeda tanggal), memutuskan aneka warna kebaikan di bulan Muharram rasanya adalah begitu berharga karena akan ada warna solusi yang langsung diberikan oleh Allah melalui sinyal alam, untuk itulah seringkali susah menolak tawaran-tawaran kebaikan di bulan Muharram ini. Dengan persiapan yang sudah dilakukan bulan Muharram tahun kemarin, maka saya dengan mantap memutuskan untuk menyudahi blog ini dan memilih untuk aktif di blog baru yang sudah saya buat tersebut.

Untuk itulah, dari lubuk hati yang paling dalam saya haturkan mohon maaf lahir dan batin kepada pengunjung (pembaca) setia atau pengunjung (pembaca) yang kebetulan saja nyasar ke sini jika ada salah kata dan persepsi dalam setiap postingan yang saya publish. Bahkan mungkin, ada yang belum sempat saya publish-kan ke blog ini cerita, pengalaman, perjuangan, bantuan, simpati dan empatinya, baik untuk saya maupun untuk orang lai yang kebetulan saya kecipratan hikmahnya.Terimakasih telah berkenan berkunjung ke blog ini, semoga blog ini memberikan pengaruh positif bagi yang membaca dan yang menulis. Tak lupa, terimakasih juga atas do’a-do’a kebaikan yang telah diaminkan melalui blog ini sehingga mengantarkan saya pada harapan dan impian yang pernah saya tuliskan. Memang yang tersirat tidak selamanya harus tersurat, dan melalui blog ini saya bisa katakan itu dengan penuh kejujuran.

Selamat berkunjung ke blog baru saya, semoga bisa memberikan postingan yang lebih bermanfaat dan tak lupa diberikan kemampuan untuk istiqomah meng-update-nya. Selamat membaca kemarin, selamat memutuskan hari ini dan selamat berharap untuk esok.

Dengan Hormat,

– IIS –

About Is

Iis Rasjeed
This entry was posted in Ismi, Serius. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s