Semangat Pagi, Selamat Melangkah

SAM_7668Bengkak di kaki memang sudah mengempes, tapi rasa sakit di telapak kaki masih terasa sebagai dampak jalan kaki setiap hari selama semingguan. Tapi tentu pengalaman dan pembelajaran yang telah didapat tidak bisa ditukar dengan rasa sakit ini. Rasa sakit ini setidaknya menjadi pembatas gerakan supaya lebih bertawazun kepada diri sendiri, beristirahat dan tak banyak gerakan. Namun, melihat sepeda yang parkir di ruang belakang, nampaknya menggoda untuk pergi ke sawah, menikmatinya dalam bingkai yang lebih dalam lagi. Sebuah pemandangan yang kontradiktif dengan yang saya lihat beberapa hari yang lalu. Menikmati hijau yang teratur dan semburat awan yang rapi menghiasi langit rasanya sore kemarin begitu sempurna. Tanpa cuaca yang ekstrim, rasanya sangat cocok dengan komposisi saya diciptakan. Alhamdulillah pulau garam, waa syukurillah negeri gemah ripah loh jinawi;selalu di hati dan bangga menjadi bagian dari kalian dimanapun kaki ini dipijakkan.

Sayang, pagi ini gerimis mengundang sehingga godaan untuk mengayunkan pedal ke sawah menjadi gagal. Tidak masalah, karena ternyata Allah menggantinya dengan nikmat yang lain, yang jauh di luar logika. Kunjungan tante saya pagi ini ke rumah yang saya pikir berhubungan dengan sekolahnya ternyata jauh dari prasangka saya. Beliau datang untuk menitipkan barang ke saudara saya di Surabaya karena inshaAllah pagi ini saya mau ke Surabaya. Al-Ma’tsurat yang saya baca di teras depan rumah masih belum selesai saya baca, masih di sekitaran surat Al-Falaq menuju An-Naas. Saya pun menghentikannya sejenak untuk mendengarkan permintaan dari tante saya tersebut. Sambil menitipkan beberapa oleh-oleh juga untuk murid-murid saya tercinta untuk bisa dibagikannya karena takutnya saya kelupaan atau malah berpindah tangan ke yang lain. Setelah mendengarkan permintaannya dan terlibat dalam percakapan yang tidak resmi dengan Ibu saya juga menyikapi makanan ringan di meja ruang tamu yang tak biasa itu, tante saya pun pulang karena ada pekerjaan lain di rumahnya yang harus diselesaikan sebelum pergi mengajar. Sebelum pulang, tante memberikan saya beberapa lembar rupiah untuk saya, entahlah untuk apa, tapi memang beliau sering begitu dengan saya, suka tiba-tiba memberi padahal saya juga tidak pernah memintanya, tapi justru saya yang sering diberi oleh beliau. Dengan spontan saya mengatakan “emang buat apa lek?”, beliau menjawab “ini buat kamu”, saya hanya berkomentar “ouw ya udah”, sambil melihatnya di ruang tamu tepatnya di meja. Saat akan mengayuhkan sepedanya tiba-tiba terdengar lagi suaranya “Is, mau pinjem jilbabnya yang hitam”, saya kemudian menjawab dari dalam kamar sambil memasukkan uang yang diberikannya ke dalam dompet lalu merapikan uang yang lain menurut nilainya “mau yang langsung apa yang segi empat?”, beliau menjawab lagi “yang langsung saja”. Ibu mengatakan dari dapur bahwa jilbab yang langsung ada di belakang dan saya memang sudah tahu karena saya yang suka merapikan jilbab-jilbab beliau dan mengumpulkannya berdasarkan jenisnya. Saya mengambilnya dan memberikannya ke tante saya, sebelum membawanya pulang saya mempraktekkan cara memakainya. Setelah tahu tante saya benar-benar meluncur ke rumahnya yang tak jauh juga dari tempat kami.

Meskipun tanpa bersepeda dan rintik-rintik hujan menyapa dengan lembut di halaman depan rumah tapi ada saja semangat yang memaknai pagi dalam bingkai syukur. Untuk rezeki pagi ini, terimakasih Yaa Razzaq, semoga yang memberikan diberikan keberkahan rezekinya. Apalagi badan agak lebih fit sebagai dampak pijatan tradisional dan tempaan makanan-makanan favorit (bakso, sate, dll), ditambah lagi dengan menikmati kamar sendiri yang merupakan ruangan ternyaman di dunia. Tanpa banyak basa-basi dan kata bendera “Alhamdulillah” dikibarkan dengan penuh semangat. Dan untuk semuanya yang kebetulan membaca postingan ini “Semangat Pagi “, semoga rahmat dan keberkahanNya senantiasa mengiringi langkah kita di bulan yang masih belum berlalu dari bulan Muharram ini; Yassir Lana Yaa Allah-Mudahkan Yaa Allah untuk semua urusan kami yang Engkau ridhoi dan berikanlah keberkahan di dalamnya.

Selamat melangkah menuju jalan-jalan yang positif dan kalau sudah telanjur tersesat jalannya “bertanyalah dan bergeraklah kembali, karena InshaAllah Allah senantiasa membimbing dan menyempurnakan langkah kita”. Kaki sakit bukan alasan untuk tidak bergerak, masih ada sederet aktivitas yang masih bisa dilakukan seperti mencuci, menyapu dan bersepeda (mungkin bagi yang hobi seperti saya). Yang belajar semoga langkahnya meningkatkan nilai manfaat ilmunya, yang bekerja semoga langkahnya meningkatkan nilai keberkahan rezekinya, dan bagi yang sedang mencari solusi dan jalan semoga diberikan jalan-jalan kemudahan.

– Ohayoo Gozaimasu (Konnichiwa) –

About Is

Iis Rasjeed
This entry was posted in Iseng. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s