6 Prinsip Pembangunan Mental

“Adalah karena Rahmat dari Allah, maka kau berlaku lemah-lembut terhadap mereka. Sekiranya kau kejam dan berhati kasar, tentulah mereka menjauh dari lingkunganmu. Maka maafkanlah mereka dan mohonlah ampun bagi mereka dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam (segala) urusan, jika kemudian kau telah bertekad (mengambil keputusan), tawakkallah kepada Allah. Sungguh, Allah mencintai orang-orang yang bertawakkal”  [QS. Ali Imran (Keluarga Imran)  3:159]

Ini tidak sengaja saya dapatkan dari kalender ESQ 2011 yang saat itu akan saya buang, tapi berhubung di sana ada beberapa gambar yang bagus dan beberapa tulisan yang sangat mengena di batin serta ada agenda yang menjadi reminder saya, maka saya pun menggunting tulisan dan gambarnya dan kemudian menempelkannya di kamar tercinta untuk dijadikan penyempurna komponen semangat saya yang seringkali fluktuatif tersebut serupa dengan nilai tukar rupiah terhadap dollar, berikut catatan singkatnya, semoga bermanfaat :

  1. Prinsip Bintang; Tauhid adalah kepemilikan rasa aman intrinsik, kepercayaan diri yang tinggi, integritas yang kuat, kebijaksanaan dan motivasi tinggi. Semua itu dilandasi oleh iman dan dibangun dengan berprinsip hanya kepada Allah. Laa Ila Haa Illa Allah.
  2. Prinsip Malaikat; adalah seseorang yang memiliki tingkat loyalitas tinggi, komitmen yang kuat, memiliki kebiasaan untuk mengawali dan memberi, suka menolong dan memiliki sikap saling percaya *ouw langka ya, apalagi yang mengawali, yang biasa dan ada hanya bisa ngekor dan ikut-ikutan, gak usah hal yang besar, yang kecil saja masih saja suka ngekor, lagi!!!dan lagi!!! Astaga.
  3. Prinsip Kepemimpinan; pemimpin sejati adalah seseorang yang selalu mencintai dan memberi perhatian kepada orang lain, sehingga ia dicintai. Memiliki integritas yang kuat, sehingga ia dipercaya oleh pengikutnya. Selalu membimbing dan mengajari pengikutnya. Memiliki kepribadian yang kuat dan konsisten. Dan yang terpenting adalah memimpin berlandaskan suara hati yang fitrah*sudah jarang ditemui, kalau pun ada biasanya karena terpaksa dan dijebloskan oleh beberapa oknum.
  4. Prinsip Pembelajaran; memiliki kebiasaan membaca buku dan membaca situasi dengan cermat. Selalu berpikir kritis dan mendalam. Selalu mengevaluasi pemikirannya kembali. Bersikap terbuka untuk mengadakan penyempurnaan. Memiliki pedoman yang kuat dan berpedoman pada Al-Qur’an.
  5. Prinsip Masa Depan; selalu berorientasi pada tujuan akhir di setiap langkah yang dibuat. Mengoptimalkan setiap langkah dengan sungguh-sungguh. Yakin akan adanya Hari Kemudian, sehingga memiliki kendali diri dan sosial, memiliki kepastian akan masa depan dan ketenangan batiniah yang tinggi.
  6. Prinsip Keteraturan; memiliki ketenangan dan keyakinan dalam berusaha, karena pengetahuan akan kepastian hukum alam dan sosial. Sangat memahami akan arti penting sebuah proses yang harus dilalui. Selalu berorientasi pada pembentukan sistem (sinergi), dan selalu berupaya  menjaga sistem yang telah dibentuk.

*Sumber : Buku ESQ, DR (HC) Ary Ginanjar Agustian

“Bagi (orang demikian) ada (malaikat) yang mengikutinya bergiliran, di depannya dan di belakangnya. Mereka menjaganya atas perintah Allah. Sungguh, Allah tiada akan mengubah (nikmat yang dilimpahkan-Nya kepada) suatu kaum, jika mereka tidak mengubahnya sendiri” [QS.Ar-Ra’d (Guntur) 13:11]

About Is

Iis Rasjeed
This entry was posted in Islam, Ismi. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s