Keutamaan 10 Hari Pertama Bulan Dzulhijjah

Ibnu Hibban di dalam kitab Sahihnya meriwayatkan dari Jabir RA bahwa Baginda Rasulullah SAW bersabda : “Seutama-utama hari adalah hari ARAFAH”

Bagi saya, rumah memang sekolah kehidupan karena darinya saya banyak menyerap ilmu-ilmu kehidupan yang sudah saya terapkan dalam kehidupan sehari-hari saya, baik secara personal maupun sosial. Dan semoga ini juga tidak berlaku hanya untuk saya, tapi setiap orang yang sudah berkunjung ke rumah semoga bisa menjadikan rumah ini sebagai sekolah kehidupannya yang bisa membuatnya menjadi semakin positif sehingga bisa saling memberikan keberkahan satu sama lain.

Dalam sebuah kegiatan belajar-mengajar di rumah, seorang murid baru saya yang merupakan guru senior di sebuah sekolah dasar dan juga sepupu saya dari trah Bapak mengajak saya untuk berdiskusi tentang agama. Singkat cerita, sampailah pada pembahasan tentang bulan Dzulhijjah dengan initial statement-nya yang menyatakan bahwa besok dia akan berpuasa Dzulhijjah. Kemudian rasa penasaran pun hadir dalam diri saya kenapa harus berpuasa di awal, karena setahu saya puasa dzulhijjah ada di tanggal 8,9 dan 10 Dzulhijjah. Saya juga menyisipkan pertanyaan bahwa tanggal 1 Dzulhijjah jatuh pada tanggal 17 Oktober 2012, ini berdasarkan informasi yang saya dapatkan dari seorang akhwat yang mengikuti kajian ESQ juga beberapa hari yang lalu di Surabaya. Dengan demikian, sepupu saya tersebut lalu mengatakan dengan singkat “ouw klo gitu besok gak puasa, puasanya mulai tanggal 17 aja”. Ia pun menguraikan singkat bahwa di awal bulan Dzulhijjah itu banyak keutamaannya.

Merasa penasaran dengan pernyataan sepupu saya tentang Dzulhijjah, majalah yang tergolek di meja kerja saya, yang saya dapatkan dari acara kajian di Surabaya beberapa hari yang lalu belum secara keseluruhan saya baca kemudian paginya sehabis membersihkan rumah saya baca lagi. Dan hari itu pengetahuan dan pemahaman saya tentang Dzulhijjah sedikit bertambah. Membaca kisah Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail rasanya membuat saya melelehkan air mata dan terharu. Ditambah lagi, saat menyapu paginya saya tak sengaja “insyaf” untuk merapikan dan membersihkan majalah yang berdebu di teras rumah, kemudian dijumpai majalah yang juga membahas tentang Dzulhijjah. Sudah niat menambah pengetahuan tentang Dzulhijjah supaya bisa memaknai tentang haji juga, saya pun meletakkannya di urutan teratas supaya bisa saya baca siang, sore atau malamnya.

Alhamdulillah, majalah tersebut sudah saya baca dan inilah yang ingin saya share dalam postingan ini. Topiknya adalah terkait dengan Dzulhijjah. Bulan Dzulhijjah termasuk dalam empat bulan yang dimuliakan Allah. Di dalamnya terdapat berbagai peristiwa bersejarah yang patut untuk direnungkan bersama. Berikut adalah nukilan sejarah mengenai hari-hari awal bulan Dzulhijjah :

  1. Pada tanggal 1 Dzulhijjah; Allah SWT mengampuni dosa-dosa nabi Adam setelah melakukan kekhilafan. Ketika itu Nabi Adam tergoda oleh rayuan Iblis sehingga ia bersama istrinya memakan buah terlarang. Sebagai sanksinya, Adam diusir dari surga dan diturunkan ke bumi. Do’a yang dimunajatkan Nabi Adam sangat terkenal sehingga diabadikan dalam Al-Qur’an, do’a itu adalah QS. Al-A’Raaf:23 “Rabbana Dholamna Anfusana Waaillam Taghfighlana Waatarhamna Lanakunanna Minal Khosirin” = “Yaa Rabb kami, kami terlah berbuat dholim kepada diri kami sendiri. Jika tidak Engkau ampuni dan Engkau kasihi kami, maka jadilah kami orang-orang yang merugi”.
  2. Tanggal 2 Dzulhijjah ; Allah SWT mengabulkan do’a Nabi Yunus pada saat ia berada di rongga perut ikan paus. Do’a Nabi Yunus tersebut juga terdapat dalam Al-Qur’an QS.Al-Anbiya : 87 “Laa Ila Haa Illa Anta Subhnaka Inni Kuntu Minnadholimin” = “Tidak ada Tuhan selain Engkau, Maha Suci Engkau, aku termasuk orang-orang yang menganiaya diri sendiri”.
  3. Tanggal 3 Dzulhijjah ; Allah mengabulkan do’a Nabi Zakariya yang menginginkan seorang putera. Pada saat itu umur Nabi Zakariya sudah sangat tua, 90 tahun. Hampir saja ia putus asa menunggu kehadiran seorang bayi dari darahnya sendiri. Akan tetapi setelah mengetahui putri angkatnya, Maryam mendapatkan rezeki langsung yang turun dari langit, Ia pun tergugah untuk mendapatkan hal yang sama. Ia berpikir, bukankah Allah tidak terikat hukum kausalitas, jika Dia berkehendak, apapun pasti terjadi. Ada do’a yang diulang-ulang pada setiap munajatnya yang terdapat dalam QS. Al-Anbiya :89 “Rabbiy Laa Tadzarniy Fardan Waa Anta Khoirul Waritsin” = “Yaa Allah, janganlah Engkau tinggalkan aku seorang diri (tanpa keturunan), sedangkan Engkaulah sebaik-baik pewaris”. Do’anya pun terjawab dan Ia dianugerahi putera bernama Yahya (lihat QS. Maryam :7).
  4. Tanggal 4 Dzulhijjah; Nabi Isa dilahirkan. Kelahiran nabi Isa telah menggegerkan kaumnya, sebab ia lahir tidak seperti bayi-bayi pada umumnya. Ia lahir dari rahim seorang Ibu yang masih perawan, yaitu bunda Maryam. Hanya kaum muslimin yang diberi petunjuk oleh Allah yang tetap menyakini bahwa Isa adalah manusia biasa, meskipun lahir tanpa ayah. Bukankah Adam lahir tanpa ibu dan ayah?bukankah Hawa lahir tanpa ibu? Ini adalah tanda-tanda kekuasaan Allah bagi mereka yang mau berpikir.
  5. Tanggal 5 Dzulhijjah; Nabi Musa dilahirkan, yang kemudian dirawat dan diasuh oleh Istri Fir’aun, yang setelah dewasa Nabi Musa menjadi penentang ayah angkatnya karena keangkuhan dan kesombongannya.
  6. Tanggal 6 Dzulhijjah; Allah membuka pintu kebajikan bagi nabiNya.
  7. Tanggal 7 Dzulhijjah; pintu neraka dikunci sampai lewat tanggal 10.
  8. Tanggal 8 Dzulhijjah; Nabi Ibrahim bermimpi mendapat perintah supaya menyembelih anaknya, Ismail. Sehari itu ia berpikir-pikir apakah perintah itu dari Allah atau dari Syetan. Karenanya hari itu disebut sebagai hari Tarwiyah (pikir-pikir)
  9. Tanggal 9 Dzulhijjah; Allah memberitahu Nabi Ibrahim bahwa perintah itu datang dariNya dan bukan dari syetan. Karena itulah hari itu disebut hari Arafah (hari tahu). Di tanggal yang sama juga, Allah SWT menurunkan wahyu terakhir kepada Rasulullah SAW, yaitu QS. Al-Maaidah : 3, Abu Bakar menangis karena ia tahu bahwa Rasulullah sudah paripurna, yang tentu saja akan segera kembali menghadap kepadaNya.
  10. Tanggal 10 Dzulhijjah; adalah hari Idul Adha (Qurban), dinamakan juga hari Nahar (menyembelih).

Sekian yang bisa dishare, semoga bermanfaat, mari sambut Dzulhijjah dengan memperbaiki kembali yang wajib dan menghidupkan sunnah serta berqurban menurut kadar kemampuan. Semoga kita semua diberikan rahmat dan hidayah untuk bisa memaknai Dzulhijjah kembali. Dan tak lupa semoga semua munajat kita diijabah oleh Allah sebagaimana diijabahnya do’a Nabi Adam, Nabi Yunus & Nabi Zakariya…Amin Yaa Mujib. Tentu saja yang tak boleh terlupakan, semoga napak tilas keluarga Nabi Ibrahim bisa menjadi pelajaran kita bersama tentang makna ketaatan, perjuangan, tanggung jawab dan keikhlasan dalam keluarga. Secara pribadi, jujur saya ingin mengatakan bahwa susah menjadi anak seperti Nabi Ismail, dan menjadi orang tua seikhlas Nabi Ibrahim dan istrinya. Semoga perjalanan spiritual mereka menjadi bekal untuk kita untuk selalu memperbaiki diri.

Imam Ahmad Rahimahullah meriwayatkan dari Ibnu ‘Umar RA bahwa Baginda Rasulullah SAW bersabda : “Tiada suatu haripun amalan kebajikan padanya mempunyai kelebihan melainkan pada hari-hari sepuluh Dzulhijjah ini, oleh karena itu perbanyakkanlah padanya Tahlil (Laa Ilaha Illa Allah), takbir (Allahu Akbar), dan tahmid (Alhamdulillah)”

* Sumber : Majalah LK ESQ Jawa Timur, Edisi 17-Oktober 2010

-Penasaran pun terjawab, Alhamdulillah = Pencerahan-

About Is

Iis Rasjeed
This entry was posted in Islam. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s