Kembali Memulai Bercocok Tanam

Sawahnya orang

Alhamdulillahirabbil’alamin, hari ini urusan gorden di rumah 85% selesai, karena yang 15% baru hari ini dikirimkan ke laundry-an dan beberapa di antara mereka yang sudah bersih akan dipajang kembali di rumah tercinta. Tahun ini, saya cukup bersahabat dengan gorden-gorden itu karena ternyata saya sudah tahu rahasia bagaimana cara memasang mereka dengan cepat dan penuh keikhlasan. Senang rasanya bisa berkontribusi dalam upaya kebersihan dan kerapihan rumah, yang merupakan jobdesc utama saya ketika berada di sana.

Setelah selesai mengantarkan laundry-an adalah saatnya mengeksekusi bibit yang saya dapatkan dan baru saja saya beli dari ibu sahabat saya. Bibit yang pertama saya dapatkan adalah bibit tomat, dan bibit yang kedua saya dapatkan adalah bibit sawi. Kedua bibit tersebut alhamdulillah gratisan karena sang penjual menolak untuk dibayar dan disuruh bawa saja. Sudah gratis, eh ditambah lagi saya diberikan panduan dalam menanam, baik oleh anaknya yang merupakan sahabat saya, maupun oleh ibunya sendiri, yang keduanya sama-sama menggandrungi bidang pertanian, lah wong rumahnya saja penuh dengan aneka buah dan sayur. Rasa terimakasih saya ucapkan pada sahabat dan emak, semoga keberkahan selalu mengiringi usaha pupuk dan bibit mereka, Amin Yaa Razzaq. Bagi pembaca yang berminat untuk memesan bibit dan pupuk silahkan menghubungi saja saya langsung ya.

Memarkir sepeda motor pada tempatnya, lalu menuju halaman depan rumah untuk mencari alat tempur yang sesuai untuk menabur benih-benih saya tersebut. Seperti biasa, selalu ada kontroversi pendapat dengan Ibu dimana Ibu menyarankan untuk menanam langsung di tanah, sedangkan saya menggunakan media lain supaya tak langsung berhubungan dengan tanah karena khawatir dimakan ayam atau hewan yang lain. Karena saya yang menanam, maka keputusannya adalah di saya, di hadapan saya ada 2 media (2 tempat) yang biasa dipergunakan  untuk adonan semen pada saat tukang bekerja, karena sedang menganggur maka saya pun mempergunakannya untuk menaburkan benih, satu media untuk benih tomat, sedangkan media yang lain untuk benih sawi. Sedangkan untuk tanahnya, tinggal mencangkul di depan rumah dan memilih tanah yang banyak mengandung unsur hara aka tanah yang banyak kotorannya. Saya pun memilih tanah yang tadinya mantan lubang sampah. Saat mencangkul tiba-tiba seorang penjual gas datang untuk mengantarkan gas dan mengatakan “kok cewek nyangkul”, saya langsung menjawab “iya om, lagi mau nanem soalnya, ini lagi gali tanah”.

Setelah selesai menabur benih pada media, saya pun melirik tanaman saya yang lain yang alamak hancur kondisinya karena ditumbuhi tanaman-tanaman yang lain, baik yang saya kenal maupun yang liar, saya pun mencabutnya lalu berkata “pantes aja niy tanaman begini-begini aja, wong campur sama tanaman yang lain, kan kebutuhan unsur haranya berbeda”. Karena yang saya kenal ada tanaman cabe yang masih kecil-kecil maka saya pun mencabut mereka dan memindahkan ke media yang lain untuk saya gabungkan lokasinya dengan benih tomat dan sawi yang sedang saya tabur.

Fiuhhh, panas juga mentarinya karena sudah jam 10-an ke atas, tapi karena suka dan cinta sama bertanam maka panas pun dicuekin yang penting apa yang menjadi harapan tercapai. Kebetulan ada gelas-gelas air mineral yang sedang tidak terpakai, saya pun mengisi dengan tanah yang subur lalu memasukkan tanaman-tanaman cabe ke dalamnya dengan terlebih dahulu membolongi bagian bawahnya dengan korek supaya sirkulasi udara untuk mereka cukup. Bismillah, semoga tanaman-tanaman saya tersebut tumbuh dengan subur, berbuah dan menghasilkan.

Coba kalau saya yang punya = InshaAllah

Inspirasi dan motivasi menanam sayur ini saya dapatkan dari sebuah majalah yang tergeletak di kosan beberapa bulan yang lalu yang membahas tentang Marta Stewart’s Living, ketika membaca majalah tersebut ingin rasanya saya cepat-cepat pulang ke rumah untuk bisa mulai berlatih bercocok tanam agar inshaAllah beberapa tahun yang akan datang memiliki kebun sayuran yang inovatif dan pintar seperti yang dimiliki oleh Martha. Saat melihat cover majalahnya saja saya sudah tertarik dan langsung saya bawa ke kamar supaya saya bisa membacanya secara personal karena kalau diletakkan di ruang TV hanya akan menjadi pajangan dan bisa-bisa raib entah kemana, demi menambah wawasan berkebun saya selamatkan ke kamar dan tak lupa sering saya bawa kemana-mana agar kalau sedang menunggu atau ada waktu kosong saya bisa membaca-bacanya lagi.

Ini baru namanya niat, inovatif&pintar

Membaca majalah tersebut, seketika pikiran saya menerawang pada dimensi waktu yang berbeda, alangkah serunya jika suatu saat bisa memiliki kebun dengan aneka sayur seperti yang dimiliki Martha, begitu tertata dengan rapi dan yang lebih penting bisa dijadikan agro bisnis. Wow, tak perlu capek-capek bekerja, pergi pagi pulang malam tapi penghasilan segitu-gitu aja, ini sudah menyenangkan dan bisa menyatu dengan alam penghasilan pun inshaAllah meroket asalkan niat dan serius, tapi untuk mewujudkan ini perlu proses dan latihan terus-menerus juga. Kalau hanya mengandalkan gelar ya susah lah ya, wong sarjana pertanian banyak tapi yang jadi petani makin tahun makin defisit saja, malah mereka yang sarjana pertanian banyak terjun ke industri-industri yang lain yang melenceng jauh dari pertanian.

Kembali ke aktivitas bercocok tanam saya, selanjutnya adalahnya menyiram mereka dengan air sedikit demi sedikit dan jangan langsung digebyur supaya tidak shock benih-benihnya. Semoga dalam beberapa hari benih-benih itu bisa menjadi tanaman-tanaman kecil yang untuk selanjutnya bisa saya pindahkan ke polybag atau media yang lain. Semoga percobaan ini berhasil karena jika ini berhasil maka saya akan mencoba dengan bibit yang lain. Setelah selesai menyiram mereka pandangan saya beralih ke pohon cabe yang sudah berbuah, tiba-tiba claim diri sendiri pun hadir “kayaknya ini yang pernah saya tanam, yang waktu itu sempat saya tabur biji-bijinya di sekitar situ sehingga tumbuhlah kemana-mana”, tapi kalau nanti saya bilang ke Ibu, claim pun jadi berbalik karena saling meng-claim = lol, maka demi kedamaian pohon cabe dan teman-temannya lebih baik menjaga claim tersebut agar tak sampai terdeklarasikan.

Sedikit Mirip, Meski Bukan di kebun Martha

Selanjutnya melihat tanaman-tanaman yang lain (bisa dibilang plant house) yang nampak kekeringan dan kurang segar akibat terpaan kemarau. Kasihan melihat mereka, namun apa daya panas rupanya semakin menyengat dan di dalam kulkas ada 2 bungkus cendol yang menanti untuk saya minum dan ini bukanlah cendol biasa karena merupakan cendol idola saya yang saya beli tadi setelah mengirimkan gorden ke laundry-an, mantapnya menikmati cendol ini apalagi disertai dengan sarapan yang sudah hampir siang itu.

Memang yang namanya berkebun dan bercocok tanam sangat menyenangkan, menghilangkan stress dan membuat hidup makin hidup karena bisa meningkatkan kepedulian kepada alam dan tanaman. Untuk itulah agenda selanjutnya adalah merawat plant house yang ada dengan membuang tanaman liar di sekitarnya, memotong bagian-bagian yang tidak sehat (kering) dan jika memungkinkan akan melakukan stek pada tanaman mawar di halaman belakang agar bisa ditanam di halaman depan.

  • Short letter for Martha Stewart 

Dear Martha,

Honestly we never met before but after reading your profile in a magazine and then visiting your web site, no doubt that I’m really interested with your gradening style, someday would you mind bringing me there to enjoy your garden directly?. I hope someday we’ll meet to make mutual project relate to gardening.  #Expectation

That’s all and I always wait good news from you.

Kindly thanks,

– IIS –

About Is

Iis Rasjeed
This entry was posted in Ismi, Serius. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s