Membangun & Memperbaiki Kebiasan

Alhamdulillah dan selamat pagi semuanya,

Pergerakan diri; di satu sisi ada yang hilang dan menjauh, namun di sisi yang lain ada hal-hal baru yang didapatkan. Tentunya ini bagian dari konsekuensi atas keputusan yang sudah kita tetapkan dan petakan. Apapun itu jangan lupa untuk terus bersyukur, karena saya merasa apa yang saya kerjakan, tangan Tuhan membimbing dengan segenap ilmu dan tuntunanNya.

Sejak proses migrasi yang tanpa terencana ke ibukota ada “pagi” yang hilang dalam diri saya. Bagaimana tidak, sampai di kosan seringkali sudah larut karena memang sengaja pulang dari tempat mencari rezeki di jam-jam yang tidak padat lalu lintas untuk menghindari macet. Tidur pun mau tidak mau sudah pagi awal, setelah sholat shubuh tiada lain yang dikerjakan selain meneruskan pelayaran di pulau kapuk. Menyikapi hal ini, rasanya ada pemberontakan jiwa yang dengan lembut memohon untuk kembali berintrospeksi dan melakukan hal yang lebih memiliki nilai. Tak sekedar rasa, aksi pun diaktifkan untuk menyapa dengan ramah sang jiwa dengan cara membuat agenda per minggu yang diupdate terus setelah mampu memenuhi target yang dicapai. Sebagai contoh adalah dalam satu minggu di bulan yang lalu ada terobosan personal training dalam diri saya yang harus saya penuhi setiap hari, yaitu “Program Selembar” : membaca, menulis & tilawah. Beranjak ke minggu berikutnya saya membuat personal training lagi supaya pagi saya lebih berkualitas dengan tagline “be morning person”, dalam hal ini saya melakukan pendekatan melalui sholat qiyamul lail, shubuh dan dhuha. Jika sudah dilakukan beranjak lagi ke minggu berikutnya dengan melakukan terobosan lain seperti olah raga, sarapan atau sekedar browsing dan kembali membuka goresan-goresan rencana dan impian yang sudah pernah ditulis yang senantiasa membakar kembali semangat untuk mewujudkannya meskipun dalam langkah kecil nan sederhana.

Merebut pagi adalah bagian dari pembangunan dan perbaikan kebiasaan karena di pagi hari ada begitu banyak rahasia-rahasia yang terpendam yang mampu membangunkan kemalasan dan rasa putus asa kita.

Selamat pagi semuanya, semoga kita semua mampu merebut pagi dengan sebaik-baiknya aktivitas. Bismillahirrahmanirrahim Pagi.

 

About Is

Iis Rasjeed
This entry was posted in Ismi. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s