Perjalanan Pemahaman Usia

Usia bertambah…
Bukan jaminan kedewasaan pun akan bertambah
Ada kalanya yang dewasa semakin menjadi anak-anak
Dan sebaliknya, yang anak-anak sok-sok bergaya orang dewasa tanpa tuntunan
Lagi-lagi logika dan kata manusia yang katanya sakti itu tidak bisa menjadi panutan untuk menilai itu semua
Meski di satu sisi memang logika dan kata menjadi jembatan pemahaman

Manakala usia semakin bertambah
Beban hidup semakin berat
Ujian dan kesedihan hadir bertubi-tubi
Fisik sering susah untuk berkompromi
Maka logika dan kata-kata manusiapun memberikan judul: sudah tua

Jika tua diidentikkan dengan serangkain beban yang memberatkan
Maka boleh kan jika logika dan kata mengatakan jika tua adalah tanda-tanda matahari tenggelam
Tapi jika tua mampu mengkonversi beban-beban yang berat itu menjadi serangkaian nutrisi jiwa
Maka sudah pasti logika dan kata mengatakan bahwa tua adalah awal terbitnya matahari dalam diri
Lantas ada yang bertanya matahari apakah yang terbit itu?
Jawaban atas pertanyaan itu memang diperuntukkan bagi mereka yang mendengar ketika pertanyaan dilemparkan
Apapun respon jawabannya, yang jelas ada sebuah gejala yang terus-menerus berputar dan berjalan
Kadang kata dan logika memiliki keterbatasan untuk menjawab itu semua
Karena ketika sebuah pemahaman terpetakan oleh logika dan kata-kata manusia terpental jauh dari dirinya

Tua mengajarkan keborosan dalam kata dan logika
Menggali lebih dalam sumur yang bersumber itu
Tua menuntun kematangan dan kedewasaan jiwa
Banyak yang sudah tua, namun tak matang jiwanya
Karena kematangan bukanlah masalah perasaan atau usia,
Kematangan adalah masalah pengendalian
Tua menggerakkan jalan ketidaksempurnaan diri untuk melengkapi sisi-sisi pemahaman yang belum sempurna dan tidak akan pernah sempurna
Karena pencarian kesempurnaan di ujung manapun tidak akan pernah ditemukan
Hanya di tangan-tangan manusia bijaksanalah
Ketidaksemupurnaan menjadi lahan-lahan latihan jiwa  yang mengajarkan kesempurnaan pada manusia
Dan menjadi tua pun makin memaknai perjalanan pemahaman seorang manusia

Perjalanan pemahaman memacu manusia untuk menyelami lapisan-lapisan kehidupan
Mereka yang menyelami lapisan kehidupan keikhlasana secara mengagumkan dan penuh syukur
Senantiasa berpelukan dengan kehidupan secara penuh penerimaan
Sebutan pintar dan hebat tidak lagi menggiurkan mereka
Sebutan kaya dan terpandang apalagi
Dikasih terimakasih, tidak dikasih juga terimakasih
Ini awal terbitnya kematangan dan kedewasaan di dalam diri
Tidak ada pertanyaan di sana, apalagi penolakan
Bukankah tua adalah suatu keniscayaan, sedangkan dewasa adalah pilihan?

-Inrospeksi untuk memaknai kedewasaan diri –

About Is

Iis Rasjeed
This entry was posted in Ismi. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s