6 Hal Bahayanya Banyak Makan

Terbaca juga meski belum khatam

Kalau lagi iseng atau pikiran lagi mumet tidak karu-karuan, biasanya saya isi dengan membuka-buka buku, baik yang ada di hadapan maupun yang sedang tersembunyi entah dimana. Beberapa bulan yang lalu saat pulang ke Madura dapatlah koleksian Bapak saya yang sengaja saya simpan di kamar supaya suatu saat bisa saya baca, dan Alhamdulillah saat di Jakarta saya bisa membaca buku ini, buku yang penuh hikmah dan nasehat yang saat saya lihat harganya tak sampai 10,000 itu. Sampai dengan sekarang, terus terang saya masih membacanya tak sampai separuh karena bahasanya sangat melayu sekali dan pertautan kalimatnya masih saya harus gali lebih dalam maknanya, maklumlah namanya juga buku cetakan era Bapak saya, tentu bisa Anda bayangkan struktur kalimatnya bukan?. Dari buku ini juga, saya juga belajar beberapa hal dan dengan buku inilah saya bisa melepaskan salah satu bentuk amarah saya untuk suatu hal. Tak etis juga jika saya ceritakan di sini, biarkanlah waktu yang menjadi saksi karena saya telah memaafkannya, tapi tidak untuk melupakannya karena akan menjadi bagian dari cara saya berinteraksi dengannya supaya menjadi lebih bermanfaat dan mendidik satu sama lain.

Sebenarnya ada beberapa point yang sudah saya garis bawahi di dalam buku itu. Selalu ingat dengan nasehat Bapak : “kalau ada yang penting atau tidak dimengerti di dalam buku digarisbawahi saja atau distabillo”. Gara-gara itu, buku-buku sekolah saya jaman SMP/SMA full colour dengan stabillo, dan sampai dengan sekarang pun saya masih rajin membawa stabillo karena jika iseng menghampiri maka saya ambil buku dan tak segan-segan saya “mencoret” atau menggaris bawahinya. Berikut sedikit cuplikan dari hasil coretan saya tersebut :

6 Hal Bahaya Kekenyangan/Banyak Makan : 

  1. Menghilangkan takut kepada Allah dari hatinya <– kalau yang dipikirkan dan didiskusikan hanya seputar makan, makan dan makan, kapan urusan “vertikalnya”?
  2. Menghilangkan belas kasihan dari hatinya kepada orang lain. Karena ia menyangka, semua orang itu kenyang <– betul juga, coba kalau lagi puasa pasti menerawang jauh ke angkasa dan membuat kita memikirkan saudara-saudara kita yang sedang kelaparan seperti kita
  3. Banyak makan itu memberatkan dari berbakti (tha’at) <– apalagi, maunya tidur aja, ajakan atau panggilan ibadah/kebaikan membuat malas untuk bergerak
  4. Apabila ia mendengar perkataan hikmat, ia tidak memperoleh kehalusan jiwanya <– karena sudah terlalu begah dengan isi yang macam-macam, semakin mengeraskan jiwa saja
  5. Apabila ia berkata-kata dengan pengajaran dan hikmat, tidak berkesan pada hati manusia <– wong hatinya saja penuh sama isi-isian makanan, gimana bisa sensitif dengan hati manusia yang lain *ngeritik diri sendiri
  6. Banyak makan mendatangkan penyakit <– benar sekali, apalagi makannya yang enak-enak, berbagai macam penyakit seperti asam urat, kolesterol menghampiri.


Ada nasehat lagi yang diperoleh dari Bapak yang merupakan nasehat Nabi Ibrahim untuk anak-anaknya “yang dikhawatirkan oleh Nabi Ibrahim as sepeninggalnya adalah bukan apa yang akan dimakan esok tapi apa yang akan disembah esok”. Semoga postingan ini menjadi pengingat bagi kita semua.

About Is

Iis Rasjeed
This entry was posted in Islam. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s