Bulan Maulid, Teringat (Alm) Om Jenggot

(ki-ka);Wasyi',Ripen(Alm),Istri Ripen,Is,Naufal,Mbak Mut

Selamat pagi nusantara, selamat pagi semangat…
Alhamdulillah untuk nikmat yang Kau berikan hari ini…

12 Rabiul Awal 1433 H memang telah berlalu beberapa hari yang lalu (5 Februari 2012), namun nuansa bulan ini masih terasa maulid apalagi bagi saya secara pribadi yang tumbuh dengan kultur Madura sejak kecil. Di bulan rabiul awal atau yang sering disebut bulan maulid beberapa rumah, pesantren dan masjid di Madura banyak melantunkan sholawat untuk kehadirat Rasulullah saw dengan tujuan untuk mendapatkan syafaatnya kelak dan juga untuk berbagi dengan tetangga dan sekitar. Perayaan maulid merupakan salah satu tradisi yang sampai sekarang masih dilestarikan oleh masyarakat Madura dengan iringan marawis dan alat musik tradisional yang ditabuh. Di bulan maulid, biasanya kampung lebih semarak, ceria dan hilir-mudik aneka besek datang dan hadir. Perayaannya tentu saja tergantung kemauan sang empunya hajat; mau yang ibu-ibu saja ataukah Bapak-bapak (laki-laki) saja yang diundang. Kalau di rumah, Bapak dan anggota keluarga yang lain biasanya lebih memilih Bapak-bapak (laki-laki) yang diundang, yang merupakan tetangga dan juga kerabat. Sedangkan yang Ibu-ibu (wanita) dari kerabat dan saudara biasanya membantu di dapur untuk keperluan konsumsinya.

MAULID 1432 H di Al-Falah

Tulisan kali ini tidak secara umum akan membahas perayaan maulid di Madura, karena sebelumnya saya sudah pernah membahasnya. Di sini akan lebih khusus menguraikan kenangan terakhir bersama salah seorang sanak keluarga yang juga teman curhat dan teman main jika saya sedang berada di rumah. Ia juga marbot (penjaga masjid) Al-Falah, Burneh-Bangkalan yang banyak memberikan informasi aktual pada saya mengenai kondisi sekitar dan saudara. Dia adalah anak bungsu dari Kakak Bapak saya, dan umur kami cukup terpaut jauh, sebenarnya cocoknya dia jadi Bapak saya, tapi karena kami sepupuan maka kami menjadi teman dan tentu saja saudara satu sama lain. Saya selalu teringat dengan kata-kata kakak saya “Ibunya Ripen itu yang paling baik dan sayang sama aba, aba sering bercerita tentang kakak perempuannya itu”. Di rabiul awal setahun yang lalu (12 Rabiul Awal 1432 H), saya masih ingat sekali; saat pembacaan sholawat di masjid telah usai dan beberapa jemaah telah mendapatkan besek dan paket makanan yang lain, di tengah kerumunan yang sudah mulai menepi ke samping itu seorang laki-laki gondrong dan berjenggot pirang menghampiri dan memanggil saya “Te, ini!!!”, dia memberikan kantong plastik biru ke saya, sebelum saya bertanya rupanya dia sudah bisa membaca bahasa batin saya “ini nasi bebeknya Halim kesukaanmu, Halim juga nitip ke masjid beberapa bungkus untuk dibagikan”, rasanya ingin menangis ketika menuliskan ini sambil membayangkan bahasa tubuh dan suaranya, saya pun mengambil kantong plastik biru itu. Setelah itu, seperti biasanya dia langsung membersihkan masjid, menggulung karpet-karpet dan mengisi air di belakang. Kalau sudah begini, saya selalu teringat dengan kata-katanya : “te, klo ke blakang jangan lupa matikan air klo sudah penuh” atau “te, klo pulang dari masjid jangan lupa lampunya dimatikan, lampu yang di tempat imam jangan dimatikan biar gak gelap, ditutup aja semua pintu depannya”, sedangkan pintu belakang/samping yang merupakan pintu yang sering saya lalui karena memang itu pintu saya masuk dan keluar masjid, dia mengatakan “jangan lupa tutup pintunya klo sudah selesai”, saya meresponnya dengan mengatakan “iya udahh tau, takut kucing masuk ke dalam kan”, kalau saya sudah berkomentar seperti itu biasanya dia tersenyum dan tertawa dengan gaya khasnya itu.

Bagi saya, tanpa kehadiran dia Al-Falah terasa sepi, apalgi dia begitu dekat dengan anak-anak kecil; beberapa murid saya sering dia goda dan ganggu. Namanya juga anak kecil digoda, tentu saja marah dan ngambek, kalau sudah begini biasanya anak kecilnya menangis dan Ripen pun tertawa. Dalam perayaan maulid, Ripen biasanya mengumpulkan sumbangan paket makanan dari warga sekitar dan juga yang membagikan kepada para jemaah yang hadir di sana. Kalau sudah begitu, teriakan anak-anak kecil pun ramai mengumandangkan “Om Ripen, aku belum dapet”. Untuk hhal isi dari paket itu berupa apa dialah yang paling tahu, sehingga seringkali saya mendapatkan bocoran dari dia tentang hal tersebut, dan saat dia membagikannya ada kalanya saya dilewatkan karena dia sudah tahu menu favorit saya, karena daripada saya membawa banyak-banyak besek ke rumah dan itupun kadang tidak makan, bukankah lebih baik dibagikan ke yang lain yang masih belum kebagian paket. Kalau boleh jujur, saya lebih menyukai menu yang biasanya dikumpulkan pada 1 Rabiul Awal (grand opening Maulid); lebih sederhana berupa nasi tumpeng, urap-urap, ikan teri, ikan asin, telor dadar = OISHI…yummmy…delicious!!!.

Ternyata Nauval-ponakan saya benar juga, seusai acara maulid kami foto-foto dan dengan celotehannya anak SMA mengatakan “iya te, foto-foto aja ayuk, belum tentu taun depan bisa”, kami pun foto-foto dan Ripen yang sudah selesai bersih-bersih larut juga dalam kenarsisan kami di dalam masjid.

MAULID 1432 H di Rumah

Petang Menjelang Maulid di rumah

Persisinya tanggal berapa di bulan rabiul awal, di rumah juga merayakan maulid nabi Muhammad saw. Sore itu, ba’da ashar Ripen dan beberapa sepupu yang laki-laki datang membantu untuk mamasang pernak-pernik rebutan sebelum acara dimulai. Saat itu Ripen mengatakan bahwa malamnya dia tidak bisa datang karena ada sepupu yang lain juga merayakan maulid di Bangkalan sana. Menjelang petang, dia kembali lagi ke rumah dalam keadaan sudah mandi dan rapi, sedangkan saya masih belum apa-apa karena masih main-main dengan ponakan dan anak tetangga di halaman depan rumah, selagi menunggu maghrib, dia berbincang bersama kakak dan abang ipar di teras depan sambil memijit kakak saya yang kecapekan karena dalam sehari itu nyaris 3 kali lewat Suramadu, saya pun berkomentar “iya memang dia suka ngukur jalan , udah biasa lah itu, bentar lagi dia juga dapat piring cantik”, Ripen pun tersenyum dan tertawa sampai-sampai gigi-giginya yang “nyeni” terlihat.

RIPEN MENIKAH

Di tahun 2010, saat saya masih “baru-baru” menikmati Madura tiba-tiba terdengar kabar dia menikah, saya rada shock dan senang juga karena ternyata dia sudah menemukan tambatan hatinya. Hal yang menarik dari kabar pernikahannya adalah bahwa kata saudara-saudara dia mendapatkan istrinya dari facebook dan itu saya yang mengajarkan. Saya pun klarifikasi ke orang yang mengatakan “memang siapa yang bilang begitu”, dia menjawab “Ripen yang bilang, katanya Iis yang ngajarin Internet dan pake facebook”. Saudara pun menduga “pantesan tiap hari ke rumahmu, ternyata buat belajar itu”, saya hanya bisa tersenyum dan menunggu saat yang tepat untuk konfirmasi yang orangnya langsung. Sehabis sholat isya’, karena memang jalur saya pulang melewati depan rumah Ripen, dia selalu menyapa saya “Te, sini dulu, gak mampir ya”, saya mengatakan “gak ah, rumahmu lagi rame, aku mau pulang dulu ke rumah”, dia mengatakan lagi “masak gak mau kenalan sama tantemu”, ckckckckckc !!! sambil berpikir, saya pun mengumpulkan dan menyimpulkan info yang saya dapatkan kemudian saya putar langkah ke arah rumahnya dan mengatakan “Ouw jadi ini niy yang kenalan di facebook”, Ripen pun tertawa lalu mengatakan “kan kamu yang ngajari”, saya :”mana ada dan pernah saya ngajari facebook, orang ke rumah biasanya duduk dan bantu yang lain”, Ripen :”iya biarin te, bilang aja kenal di facebook”, istrinya juga tertawa dan kami pun berkenalan. Ini berita paling heboh saat itu, saya pun menggooda mereka dengan mengatakan “pestanya kapan?”, Ripen dengan jenaka menjawab “nanti barengan sama Ummu, saat dia selesai naik ke pelaminan, baru gantian saya”, saya ngakak mendengarnya karena memang Mbak Ummu-sepupu saya yang rumahnya berjarak 1 rumah dari rumahnya memang akan menyelenggarakan resepsi pernikahannya.

ISTRI RIPEN HAMIL

Berita Gembira; Istri Hamil

Alhamdulillah bulan Ramadhan tahun 2011 sang istri hamil. Ada cerita yang tak terlupakan Syawal atau Idul Adha sebelum istrinya hamil (saya agak lupa yang mana), setelah membersihkan masjid dan menggulung karpet karena saya juga membantunya menggulungnya sebelum kembali ke rumah untuk salam-salaman, dia mengatakan “yah, gagal lagi deh, mungkin takut kamu pusing buat beli susunya Is”, saya pun langsung bisa membaca maksudnya dengan sambil bercanda saya mengatakan “enak aja, yang punya anak siapa, kok malah aku”, dia tertawa lagi dan melanjutkan lagi : “masih kecil nanti aku masukin ke tempatmu biar belajar bahasa Inggris dan komputer, aku sekolahin deh di sana”, saya “itu bukan nyekolahin namanya nitipin anak, sekolahnya aja belum ada”, dia tertawa-tawa lagi setiap mendengar respon dari saya.

RIPEN Meninggal

Tempat Peristirahatannya Terakhir;Allahummaghfirlahu

Saya shock dan kaget saat pagi-pagi menelponIbu saya dan mengabarkan bahwa beberapa jam yang lalu Ripen telah meninggal, saya pun balik bertanya “Ripen yang mana ini?”, Ibu mengatakan “iya Ripen kamu itu”, lanjut :”kenapa meninggal?”, ibu :”sakit, sempat dirawat semalam di rumah sakit”. Sabtu, 10 Desember 2011 itu di dalam kosan badan terasa lemas dan air mata menetes mengingat kenangan, cerita dan kelucuan bersamanya. Dan do’a pun teriring di dalam kamar kosan melepas kepergiannya yang tak bisa saya hadiri langsung di kampung halaman tercinta.

Bulan Oktober 2011 saya masih sempat bertemu dia di dalam masjid karena memang setiap pulang kampung saya selau menyempatkan untuk bertatap muka dengannya dan menanyakan beberapa hal terkait dengan rumah dan sekitarnya dan terlihat dia masih sehat dan dengan tatapan terakhirnya dan nanar matanya yang sudah mulai menyurut itu, kami pun berbincang sebentar dan sambil dia melanjutkan meyapu di dalam masjid saya memberikan sesuatu untuk dia kemudian saya keluar dari masjid.

BERZIARAH ke Makam Ripen

Bulan Januari sebulan yang lalu, saya pulang ke Madura untuk suatu agenda acara bersama saudara saya di daerah Tambak Beras, Jawa Timur. “Ritual” yang biasanya dilakukan adalah mengunjungi dan berziarah ke makam Aba;mendo’akan sambil membacakan ayat suci yang ditujukan untuk beliau dan kakek-nenek yang juga dikubur di area yang sama, membersihkan rumput-rumputnya dan sedikit bermuhasabah diri mengingat akan kenangan-kenangan bersama beliau. Selesai dari kuburan aba, mampir dulu ke kuburan Ripen membacakan surat Yasin untuknya; kesedihan kemudian hadir tanpa undangan, rasanya ada sesuatu yang hilang selepas kepergiannya. Teman bermain, teman bercanda dan teman curhat. Meskipun saya yang paling sering digoda olehnya, tapi untuk curhat masalah-masalah pribadi di tengah malam dia sering mencari saya dan bercerita dengan galau. Tampak raut mukanya yang sumringah itu berubah menjadi begitu pesimisnya saat menceritakan problematika yang sering dihadapi.

Ripen...selamat jalan, semoga Allah senantiasa membukakan pintu Rahmat dan Maghfirah untukmu, Allahummafiglahu Warhamhu

Ripen...semoga senantiasa dilapangkan dan diterangkan kuburanmu Yaa Nuur Yaa Rahman Yaa Rahimm

Al-Fatihah Khususan Ila (Ruhi) Muhammad Arifin Bin Hafi : Al-FATIHAH–Bismillahirrahmanirrahim ; Alhamdulillahirabbil’alamin,Arrahmanirrahim,Maliki Yaumiddin,Iyyakana’budu, Waaiyyakanasta’in, Ihdinasshiratal Mustaqim, Shiratal Ladzina An’amta ‘Alaihim Ghairul Maghdzubi ‘Alaihim Waaladdhollin….Amin Yaa Rabb

Semoga anak yang sedang dikandung istrimu lahir dengan selamat, lancar dan sempurna ke dunia ini, dan bisa menjadi penerus kebaikanmu serta yang senantiasa mendo’akanmu meski kau tak akan pernah menjumpainya di dunia….Amin Yaa Mujib.

Semoga tulisan ini, bisa menjadi bagian dari do’a untukmu yang mungkin menjadi pelita bagimu di alam sana…Amin Allahumma Amin.

– Dengan Hormat & Do’a, IIS –

About Is

Iis Rasjeed
This entry was posted in Ismi, Madura. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s