BJ Habibie Untuk Istrinya

Kompatibilitas Jiwa Habibie-Ainun

Setelah mengecek isi email dan menghapus beberapa isian yang tidak penting, jatuhlah saya di subject ini yang merupakan reminder dari account jejaring sosial yang saya miliki. Setelah saya buka, ternyata itu tentang isi buku Habibie yang sedang booming dan happening saat itu. Isi status yang saya tuliskan (yang merupakan pernyataan favorit   saya dari pernyataan yang dikeluarkan dan dituliskan oleh Bapak Habibie) adalah :

Mana mungkin aku setia padahal memang kecenderunganku adalah mendua, tapi kau ajarkan aku kesetiaan, sehingga aku setia, kau ajarkan aku arti cinta, sehingga aku mampu mencintaimu seperti ini
(BJ Habibie untuk Istrinya)

Ada salah satu komentar menarik yang dituliskan oleh salah seorang teman di status yang saya tulis tersebut : “selalu ada kebaikan dalam sebuah cinta, bagi pecinta meminta adalah malu…karenanya tidak ada niatan jahat dalam kesejatian cinta, sayang tidak semua orang bisa hidup dengan orang yang ingin dicintainya seperti habibie pada ainun…”, ckckckckck saya rasa ini curhatan jiwa dia🙂, teman; semoga terus sukses melangkah dan bahagia dalam setiap proses hidup yang sedang kamu alami.

Mencoba untuk memahami pernyataan sang tokoh idola saya ini, rasa-rasanya memang ada benarnya juga. Kesetiaan yang sering kali kita agung-agungkan dan kita cari-cari ada kalanya terkontaminasi dengan aneka warna permasalahan dan lingkungan yang sedang kita hadapi. Sehingga kecenderungan kita untuk mendua memang besarlah adanya, tapi jangan salah paham dulu; selama kita mau belajar dan saling mengerti dan memahami inshaAllah batu-batu itu akan tersingkirkan sebagaimana yang telah ditunjukkan Habibie kepada Ainun dan Ainun kepada Habibie, keduanya saling memberikan dukungan dan pengaruh satu sama lain (tanpa dominansi yang kontras, semacam simbiosis mutalisme), dan yang terpenting adalah kesadaran masing-masing akan peran dan tanggung jawabnya sangat terlihat sekali. Salut memang untuk tokoh yang satu ini; tidak salah memang kalau Bapak saya juga mengidolakan beliau juga.

Ouw ya ada hal menarik lagi terkait dengan buku Habibie tersebut, yang versi ini adalah pernyataan dari sang istri untuk beliau, berikut cuplikannya yang saya dapatkan dari status salah seorang teman SMA saya :

“Mengapa saya tidak bekerja? Bukankah saya dokter? Memang dan sangat mungkin saya bekerja di waktu itu. Namun saya pikir: buat apa uang tambahan dan kepuasan batin yang barangkali cukup banyak itu jika akhirnya diberikan pada seorang pengasuh anak bergaji tinggi dengan resiko kami sendiri kehilangan kedekatan pada anak sendiri?”
(Istri Dari BJ Habibie)

Wow, pernyataan yang pertamax kalau kata para kaskusers, membuat berpikir mendalam. Mendapatkan istri semacam Ibu Ainun ini mungkin bagaikan mencari jarum dalam jerami. Pantas, jika sang suami merasa sangat amat kehilangan dan kesedihannya begitu mendalam. Kesedihannya yang mendalam itu mungkin tidak bisa diekspresikan dengan bahasa tubuh yang konkrit, hanyalah kata-kata yang tertulis yang menuntun jiwanya untuk bisa mengabadikan rasa cintanya yang mendalam pada mendiang istrinya dan sebagai bentuk dedikasi sucinya bagi sang istri yang telah setia mendampinginya.

Meskipun saya belum memiliki buku (padahal saya ingin sekali membaca dan memilikinya), semoga tulisan ini bisa menjadi inspirasi dan renungan kita bersama untuk bisa memainkan peran dan tanggung jawab yang kita miliki masing-masing. Selain itu, semoga dengan tulisan ini menuntun saya untuk bisa membeli bukunya di toko buku terdekat atau mungkin ada orang yang bersedia memberikannya ke saya sehingga saya tidak perlu repot-repot ke toko buku.

About Is

Iis Rasjeed
This entry was posted in Ismi. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s