Bapak, Selamat Ulang Taun (Obituari Rindu)

Bismillahirrahmanirrahim,

3 Amal yang tidak putus; 1) Sedekah jariyah yang tahan lama, 2) Ilmu yang bermanfaat, 3) Anak shaleh (berakhlaq baik) yang mendo’akan kedua orang tuanya (HR.Muslim)

Rabb; karuniakanlah rahmat&syafaatMu untuk Bapak kami

1) Obituari yang diwakili oleh batu nisan
Tertulis; Lahir : 17 Januari 1932 (8 Ramadhan 1350 H), Wafat : 27 Desember 2000 (1 Syawal 1421 H)
Di usiamu yang tahun ini genap berusia 80 tahun
Sudah 11 tahun lebih engkau meninggalkan kami
Ketiadaanmu adalah hal yang menyakitkan
Begitu menyedihkan
Menyayat-nyayat hati dan jiwa

 2) Selamat ulang tahun Aba;
Semoga ampunan Allah senantiasa mengiringimu di alam barzah
Dengan ampunan itu menerangkan dan melapangkan tempat istirahatmu di sana
Selamat ulang tahun Aba;
Semoga rahmat dan syafaat dari Sang Pengasih dan Penyayang
Selalu tercurah untukmu, menjadi pintu pembuka bagi gerbang-gerbang surga kelak
Selamat ulang tahun Aba;
Semoga teladan kebaikan yang telah engkau contohkan semasa hidup
Bisa kami lanjutkan dan menjadi amalan pemberat bagimu

Allahummafighli Dzunubi Waliwalidayya Warhamhuma Kama Rabbayani Saghira

3) Aba; pasca ketiadaanmu aku mulai membaca lembar-lembar perjalananmu
Untuk apa?
Untuk menghilangkan zona kemanjaan dan keegoisan yang sering kali berkecamuk dalam diri
Lembar yang benar-benar membuka bashirah
Aba; maaf atas segala khilaf dan dosa yang pernah aku perbuat
Maaf jika ada tutur yang kasar lagi keras
Maaf jika ada  sikap yang kurang beretika
Maaf jika ada prasangka-prasangka yang tak pantas
Allahummafighli Dzunubi Waliwalidayya Warhamhuma Kama Rabbayani Saghira
Yaa Latief, lembutkanlah tutur dan pikirku sebagaimana Bapak telah mengajarkannya padaku
Yaa Hakim, berikanlah kemampuan kepadaku untuk bersikap bijaksana sebagaimana Bapak juga telah mengajarkannya dan memberikan teladannya kepada kami

4) Rabb; saat kerinduan kami datang akan sosok Bapak tercinta
Hanya do’a yang bisa kami panjatkan dan hanya dengan mengingatMu hati menjadi tenang
Tersungkur kami dalam sujud kami
Terlena kami dalam tilawah kami
Sesenggukan kami dibuatnya dan pada saat bersamaan meneteslah air mata ini
Kehilangan dan perpisahan betapa mengajarkan kepada kami bahwa moment sederhana dan kebersamaan adalah hal yang paling tidak terlupakan
Kehilangan dan perpisahan juga mengajarkan kepada kami arti saling memiliki satu sama lain; cintai yang kita miliki, miliki yang kita cintai
Kehilangan dan perpisahan juga telah mengajarkan kepada kami betapa terbiasanya kami memiliki, dan ketika milikMu Engkau ambil betapa sedihnya kami
Rabb, Yaa ‘Ilmu Yaa Dzahir Yaa Bathin; ajari kami untuk memahami semua ini

5) Rabb; ketiadaannya adalah kerinduan yang tak terobati
Tak lagi kami temukan senyumnya, tak lagi kami dengar nasihatnya
Sekali lagi kerinduan itu adalah tetesan air mata dan luka yang makin menganga
Begitu perih, serasa disiram air garam
Dan seketika itu  ilmuMu hadir Yaa Rabb; teruslah melangkah dan tetaplah tersenyum pada dunia dan berjabat tanganlah dengan masalah
Meskipun sejatinya hati sedang tersayat-sayat

6) Bapak; kehilanganmu adalah titik nol bagi kami
Kami berhenti sesaat untuk melangkah dan berlari kembali
Meski pasang dan surut kehidupan melanda kami
Nasihat dan semangat yang pernah engkau tanamkan
Menjadi modal kami untuk terus melakukan perbaikan dan mempersembahkan yang terbaik
Di titik itu; kami jumpai baris-baris hikmah yang seringkali sulit kami wakilkan dengan kata-kata dalam baris yang sempurna
Terimakasih Aba, atas didikan masa kecil yang telah diberikan; sarat makna, sarat hikmah dan selalu diiringi nilai-nilai kebijaksanaan serta kebenaran universal

7) Rumi memang benar “Kapan pun Rahasia Pemahaman diajarkan kepada semua orang, Bibir-Nya dijahit melawan pembicaraan tentang Kesadaran”
Kehilanganmu adalah pemahaman akan nilai-nilai hidup
Pemahaman akan hadir di luar jangkauan logika; seringkali tersembunyi, rahasia dan malu-malu
Pemahaman pun melahirkan kesadaran diri
Untuk mengakui realitas yang begitu kontradiktifnya dengan jiwa
Dan pernyataan Jalaluddin Rumi adalah bagian dari surat untuk jiwa
Sadarlah; bahwa tanpa kehadirannya, hidup mesti terus berjalan walau penuh dengan air mata

(8) Kerinduan ini biarlah berlalu
Semacam obituari bersama waktu
Namun do’a inshaAllah akan selalu tercurah untukmu; bapakku sekaligus guruku, motivatorku dan sahabat terbaikku

(9) Kehilangan memang menyisakan air mata yang mendalam
Namun apakah dengan tangisan mampu mengembalikan jasad yang telah terpisah dari rohnya
Hanya dengan untaian do’a keikhlasan dari para buah hatinyalah yang mampu menembus dunia yang berbeda
Sebagai bukti atas bentuk pengabdian; bukan hanya sebagai anak, tapi juga sebagai hamba

10) Rabb, jangan hilangkan Rahmat dan Kasih SayangMu dari kami
Karena dengan itu kami menjadi kuat kembali
Setelah diporak-porandakan oleh gelombang kehidupan

11) Dimanapun, kapanpun dan dalam keadaan bagaimanapun
Selalu hadir wajah Tuhan untuk orang-orang yang kita cintai
Semoga rasa cinta kami untuk Bapak kami semakin membuat kami mendekatkan diri padaMu
Semoga rasa kehilangan kami untuk Bapak kami menjadi jembatan introspeksi untuk lebih mengenal cintaMu yang tak pernah hilang dan berkurang
Semoga rasa rindu kami untuk Bapak kami menjadi penajam dan pegikhlas atas do’a-do’a yang kami panjatkan……Yaa Rahman, Yaa Rahiim, Yaa Hayyu, Yaa Qayyum, Yaa Mujib, Amin Allahumma Amin

****

Selamat ulang tahun Abaku tercinta, maaf jika selama hidupmu belum pernah aku mengucapkannya atau sekedar memberikan kado kecil-kecilan. Semoga tulisan ini menjadi kado istimewa untukmu dan bagian dari rahasia pemahaman yang sedikit demi sedikit mulai memasuki titik kesadarannya menuju makna dari suatu eksistensi dan tanggung jawab diri. Al-Fatihah Khususon Ila (Ruhi) Abdul Rasjid Ali Rachbini Bin Abdul Latief…Bismillahirrahmanirrahim; Alhamdulillahi rabbil’alamin arrahmanirrahim,maliki yaumiddin, iyyakana’budu waa iyya kanas ta’in, ihdinasshiratal mustaqim, shiratal ladzina an’amta ‘alaihim ghairil maghdzubi ‘alaihim waa laddzollin.. Amin.

– yang paling bungsu –

About Is

Iis Rasjeed
This entry was posted in Al-Rasjid, Ismi. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s