Rindu yang Terobati

Alhamdulillah,

(ki-ka): iyan,bilqis,ais,diva

Setelah sekitar 2 minggu “mengasingkan” diri dari kampung halaman menuju ke ibu kota demi sesuap nasi dan segenggam berlian Alhamdulillah beroperasi kembali di kampung halaman tercinta. Saat tiba di rumah sengaja tak keluar rumah karena ingin menikmati kelelahan sendirian, tanpa gangguan dari pihak manapun. Eh tiba-tiba hadir sms yang menyatakan kalau saya sudah kembali dari ibu kota. Sms pun terbalas esoknya karena saya sibuk di dapur, bukan sibuk memasak tetapi sibuk mencuci belanjaan dari Surabaya tadi, karena sebelum ke Madura kakak saya iseng ke pasar buat di bawa ke rumah; ada bawang merah, bawang putih, ada blewah, ada ikan+kepiting, ada sayuran, dan lain-lain. Apa yang saya lakukan selama mereka berbelanja? yup tul banget, saya duduk di atas motor dan jadi tukang parkir sementara.

Baru semalam di Madura, eyalah kakak dan ponakan datang dan malamnya minta dianterin ke Surabaya. Alamak apa boleh buat berangkatlah lagi ke Surabaya. Hadir kembali sms dari para penggemar saya yang menyatakan kalau mereka mau ke rumah. Tanpa Internet kabar begitu cepat berhembus, sehingga keberadaan  saya pun oleh terdeteksi mereka. Kata maaf mewakili ketidakbisaan saya menemani mereka karena saya masih di Surabaya. Semalam di kota pahlawan, siangnya saya balik ke kampung halaman dianterin kakak saya, eh kok malah diajak berbelanja, muka pun sedikit manyun, bahasa tubuh pun diterjemahkan oleh kakak dengan mengatakan “sebentar aja kok, paling cuman 1/2 jam”, saya pun menjawab “apa aja siy yang mo dibeli kok ada-ada aja, awas jangan lama-lama”. Ya, saya paling tidak hobi berbelanja, putar depan, cari belakang, cocokin sini, cocokin sana, mending saya suruh ngepel atau nyapu rumah saja daripada belanja barang-barang yang bikin saya pwusiiiiing.

Siangnya saya sampai di Madura, mampir dulu ke rumah wali murid untuk menginformasikan kehadiran saya karena ketika dihubungi via sms tak tersambung. Sorenya sampai di rumah dan bertemulah dengan sahabat-sahabat terkecil saya. Celoteh demi celoteh pun hadir, cerita demi cerita pun menyambung, tawa dan senyum menghias wajah tanpa dosa mereka, pertanyaan seketika melayang ke saya :
Mereka : Aduh mbak kok lama siy perginya, aku tuh sampe nanya-nanya mama
Saya : tersenyum menatap ekspresi mereka yang lucu
Mereka : 1. (anak ke 1) Aku tuh nanya sama Mama “kapan belajar lagi ya Ma”, terus mama bilang “nunggu sms dari mbak IIS”, kok mbak IIS gak sms-sms ya Ma  #isiin pulsa dunk Ais
2. (anak ke 2 & 3) Aku tuh mbak tiap hari ke rumahnya Mbak, tapi mbaknya gak ada, aku juga nanya sama Bulek-nya mbak katanya juga belum datang, karena gak percaya makanya aku nanya sama mamanya mbak, eh gak ada juga #kan aku udah bilang Diva&Bilqis klo udah mulai masuk ntar aku sms mamamu atau kak liyana
Kata Mamaku ya : tiap hari Diva-Bilqis datang ke rumah 2 kali, setelah dzuhur dan setelah ashar, dibilangin gak ada masih aja gak percaya
3. (anak ke 4), saat saya tiba depan teras rumah dengan suara teriakan khas anak kecil menyapa saya : “Mbak I…..I….S, aku tadi liat mbak di jalan depan, tapi mbaknya gak lewat masjid, tapi lewat sampingnya, aku nyapa mbak tapi mbaknya gak denger”, hanya bisa tersenyum dan berkata “Iya” #kan banyak orang ngabuburit di depan, lagian helmnya kan tertutup, tau aja niy Iyan klo itu saya.

Mendengarkan curhatan mereka membuat saya semakin bersemangat bercanda dengan mereka. Sambil belajar, kami pun bercerita-cerita. Adem rasanya bersenda gurau dengan mereka; kalimat yang sederhana, ekspresi yang apa adanya, senyuman yang tulus dan pernyataan yang begitu jujur. Sampai-sampai bulek saya ketika pertama kali melihat saya keluar dari rumah dengan melewati depan rumahnya mengatakan “temui Diva, dia sudah lama nyari-nyari kamu, katanya rindu”, saya pun menghampirinya dan beberapa saat kemudian bertemu di tempat yang lain dia bertanya “Mbak itu kemana aja siy?”, saya :”lah, kan saya di sini, sini sini salaman dulu sama Mbak, besok baru ke rumah ya, hari ini aku mau ke Surabaya dulu” #Oh Diva Oh.

Lebih dari sekedar anak2

Gara-gara sahabat terkecil terlihat nongkrong di rumah, tiba-tiba hadir 2 pemuda tanggung yang masih SMP menanyakan ke saya pertanyaan yang to the point “hari ini masuk mbak?”, alamakkkkk, saya : “gak bisa hari ini, ada anak-anak kecil”.

Gara-gara hal inilah sang kakak pun menyakan ke saya : “Diva kok sampe segitunya sama kamu Is, emang deket banget ya, si Fatim juga bilang gitu, udah cocok katanya”, saya : “iya sama aja semuanya dianggap kayak saudara atau adik sendiri aja, mereka cerita apa aja aku dengerin, cerita di sekolahnya, keluarganya bahkan hal yang gak disukainya, mau main-main dulu juga iya, abis itu baru diajak belajar”. Kakak :”sampe segitunya”, saya : ”😀🙂 “

Beberapa jam yang lalu bertemu dengan mereka yang sudah hampir bukan anak-anak lagi, ada hal yang kami kerjakan bersama mereka dan beberapa pernyataan mereka yang diulang-ulang sering membuat saya tersenyum dan tertawa. Apalagi saat mereka mengutarakan nanti kalau umur 17 tahun mau ngapain bersama dengan saya. Panjanglah kalau diceritakan di sini. Yang penting sekarang terus puasa, jangan lupa ngaji, tarawih yang rajin.

Dengan bertemu mereka, setidaknya hal-hal yang kaku menjadi kendor kembali, menghiasi kembali keseharian mereka dengan hal-hal baru yang bisa dibagi dan dibekali untuk masa depan mereka. Dan yang terpenting adalah bertemu dengan mereka adalah bagian dari pengobat rindu mereka ke saya dan saya ke mereka.

Yaa Allah; terimakasih telah menghadiahkan mereka untuk saya, jika ada niat yang salah mohon bimbing dan luruskan kembali serta berilah kemampuan untuk bisa belajar dan memahami mereka.

“Kalian bukan sekedar anak-anak jaman; kalian adalah bagian dari Inspirator & Motivator untuk terus memperbaiki diri; kalian juga ilmu berjalan yang menyadarkan akan arti&peran orang tua”

– Salam Ok selalu untuk kalian semua –

About Is

Iis Rasjeed
This entry was posted in Ismi. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s