Berkah & Rahmat Terus-Menerus

Alhamdulillahirabbil’alamin,

Happy Ramadhan 2011

Tanpa terasa, jumpa kembali dengan bulan Ramadhan, bulan yang penuh berkah, rahmat dan ampunan. Meski sudah hampir melewati putaran pertama bulan ramadhan, tak terlambat jika saya menghaturkan permohonan maaf lahir dan batin kepada semua saudara-saudaraku semuanya jika ada kata, kalimat, pernyataan bahkan pertanyaan yang kurang berkenan. Dan tak lupa juga saya mengucapkan selamat menunaikan ibadah puasa bagi kita semua yang menjalaninya, semoga amal ibadah puasa kita diterima oleh Allah SWT  * Amin Yaa Mujib.

Seiring dengan bertambahnya usia, pengalaman dan pengamalan maka semakin bertambah pula penafsiran dan filosofi tentang puasa. Masih teringat sekali pengalaman puasa masa kecil yang berbuka jam 4 sore karena sudah tak tahan menahan haus dan setelah itu betapa menyesalnya karena tinggal beberapa jam lagi akan berbuka. Masih juga teringat akan saur yang bertubi-tubi karena khawatir siangnya kelaparan dan kehausan, sehingga membuat badan pun terengah-engah dan pada saat menunaikan ibadah sholat shubuh sering kali ketiduran saat sujud-sujud terakhir, padahal di sujud terkahir itulah do’a-do’a diijabah kalau kita memintanya dengan sunggug-sungguh. Teringat lagi tarawih sambil membawa buku Ramadhan untuk dilaporkan ke sekolah dengan disertai bukti tanda tangan imam sholat tarawih, bukan memburu sholatnya tapi memburu tanda tangannya. Apalagi saat tilawah (tadarrus sendiri-sendiri), berlomba bersama kakak untuk cepat khatam dan siapa yang paling banyak khatamnya, dan bukan memahami bacaan dan maknanya. Astaghfirullah, Astaghfirullah, Astaghfirullah; Yaa Ghaffar, bukakanlah pintu maafmu dan berikanlah ilmu serta bimbinganMu Yaa ‘Ilmu Yaa Rasyid.

Berkah; bukanlah sebuah nama indah yang terpampang di warteg-warteg yang berada di daerah perkotaan. Rahmat; bukanlah nama toko yang berjejer di sepanjang jalan pedesaan dan perkotaan. Berkah dan rahmah adalah bagian dari anugerah Allah yang telah disediakan untuk masing-masing ciptaanNya, yang dengannya akan senantiasa membimbing jalan kita untuk semakin memaknai hidup dan eksistensi diri. Yang dengannya kita akan lebih memahami kelemahan diri kita. Yang dengannya kita akan terus-menerus belajar dan memperbaiki diri. Berkah dan rahmat tidak dinanti-nantikan, mereka hadir karena tangan kita menengadah dan hati kita diluruskan. Kitalah yang menjemput mereka; entah mereka begitu dekat dengan kita atau mungkin mereka jauh tak terjangkau dengan  logika kita. Berkah dan rahmat senantiasa hadir terus-menerus dalam keseharian kita ketika dalam setiap langkah kita tak lupa mengingatNya, memujiNya dan berserah diri padaNya.

Yaa Allah, Yaa Nuur; terangilah hati, pikiran dan langkahku untuk kemudian Engkau berikan berkah dan rahmat atas setiap hal yang akan kami lakukan. Rabb; berikanlah rahmat dan keberkahan dari amal ibadah puasa yang sedang kami lakukan.

Selamat menunaikan ibadah puasa dan selamat menjelang  berbuka untuk daerah Bangkalan dan sekitarnya.

“Fear less, hope more; Eat less, chew more; Whine less, breathe more; Talk less, say more; Love more, and all good things will be yours” ~ Swedish Proverb

About Is

Iis Rasjeed
This entry was posted in Madura. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s