Iseng Menuntun Hati

Alhamdulillah,

Saya iseng moto, mereka serius nanem

Pahlawan bukanlah orang yang berani meletakkan pedangnya ke pundak lawan, tetapi pahlawan sebenarnya ialah orang yang sanggup menguasai dirinya di kala ia marah – Nabi Muhammad Saw

Atas nikmat kesehatan dan keselamatan yang telah diberikan sehingga bisa tampil kembali di rumah maya ini. Tak dipungkiri memang bahwa yang namanya rasa syukur itu terlihat sepele namun memberikan umpan balik yang positif bagi pengembangan diri. Makin banyak bersyukur, maka makin banyak nikmat yang akan diterima.

Aha !!!, tagline blog saya ganti lagi, sampai-sampai saya lupa sudah saya kasi nama apa saja. Sebelum bernama “iseng-iseng” sempat saya kasi nama “resolusi metamorfosis”, karena dibalik nama pasti ada sebuah makna dan harapan. Kenapa resolusi metamorfosis? karena dalam siklus kehidupannya pada dasarnya manusia mengalami metamorfosis dan dalam tiap fase yang dilaluinya pastinya ada suatu resolusi baik itu yang tersirat maupun tersurat, dibuatkan atau membuat sendiri. Tak usah terlalu banyak pernyataan mengenai hal ini karena tanpa penjelasan pun ruang dan waktu yang sedang kita alami saat ini sudah banyak memberikan definisi bagi kita semua mengenai resolusi metamorfosis.

Lalu, bagaimana dengan iseng-iseng? ya memang saya suka iseng dan kata itulah yang muncul dalam pikiran saya pada saat kunjungan rutin saya ke sini, tagline sebelumnya kok rasanya berlebihan dan sok ilmiah. Mereduksi kesombongan diri maka tak ada salahnya jika saya revisi sedikit di blog ini, lah wong ini blog saya sendiri kok, ora lah opo-opo.

Definisi iseng memang banyak memiliki konotasi yang negatif, tapi boleh kan jika saya konotasikan iseng yang saya miliki dengan konotasi yang positif. Iseng yang bisa menuntun hati dan membangun karakter saya sehingga bisa menjadi pribadi yang lebih baik lagi.

Apa saja bentuk iseng ala saya yang menuntun hati :
1. Belajar dan mencoba hal baru. Untuk apa? untuk meningkatkan pengalaman dan pemahaman  tentang sebuah esensi dan eksistensi diri
2. Menyalurkan potensi/kelebihan yang dimiliki. Ngapain juga? lah kalau ora mau juga ora apa-apa, dengan semakin banyak memberi maka akan semakin banyak mendapatkan hal baru
3. Membuka diri dengan siapa pun. Tanpa orang lain kita bukanlah apa-apa. Jangan hanya jadi jagoan di kandang sendiri, tapi cobalah untuk melihat jagoan di kandang orang lain. Kita akan benar-benar melihat diri kita yang tak seberapa ini.
4. Diam dan dengarkan. Seringkali kita menuntut diri kita untuk didengarkan dengan banyak bicara tentang kelebihan atau malah keluhan kita, tapi sudah pernahkah mencoba bahwa pada saat kita diam dan mendengarkan orang lain maka di situ kita akan mendapatkan kebodohan/kesalahan yang sering kita lakukan. Diam dan dengarkanlah dengan cara  bersimpati dan berempati terhadap apa yang disampaikan dan dengan respon yang tidak berlebihan.
5. Menggali dan menekuni hobi. Meski kadang bikin repot tapi kalau yang namanya suka serepot dan seribet apapun tetap saja dilakukan. Selama positif, tidak egois dan bermanfaat maka lakukan dan kembangkan. Jika destruktif maka ingatkan diri sendiri untuk menghentikan hal tersebut dan iseng-iseng mintalah masukan dengan yang lebih berpengalaman.
6. Jalan-jalan. Owww, menyenangkan sekali karena selain bertemu dengan orang baru juga bisa menyegarkan pikiran untuk melihat dan merasakan hal baru.
7. Bacaan baru, teman baru. Untuk 5 tahun yang akan datang kita adalah tetap kita yang sekarang, kecuali buku yang kita baca dan teman-teman yang kita miliki.
8. Eksplorasi diri. Jangan menjadi manusia yang enggan untuk berubah, susah untuk dinasihati, mau menang dan benar sendiri. Melalui kelebihan/potensi yang dimiliki oleh orang lain terkait dengan pengalaman dan pemahamannya banyak-banyaklah untuk mentransfernya ke dalam diri.
9. Paksa diri. Kadangkala nilai kebaikan dan perbaikan hanyalah teoritis belaka, namun jika dipaksakan untuk menerapkannya maka kebaikan menjadi hal yang indah dan nyata. Hal ini menjadi indikator perbaikan bagi perjalanan spiritual seseorang.
10. Tak sungkan dan malu mengakui kesalahan. Pengakuan adalah barang mewah bagi sebagian besar orang, karena dengan pengakuan maka zona kesadaran seseorang makin melebar sehingga lebih memudahkannya untuk berinteraksi dan memberi maaf terhadap orang lain. Realitasnya, banyak yang ingin terlihat benar dihadapan orang lain, padahal jelas-jelas salah. Jika ada yang seperti itu biarkanlah dan mulailah dari diri kita untuk mengetuk zona kesadaran.

Selamat beriseng ria bagi yang gemar iseng, semoga keisengan yang sedang dilakukan bisa menutrisi hati, nurani, pikiran dan spiritual.

Belajarlah dari kesalahan orang lain. Anda tak dapat hidup cukup lama untuk melakukan semua kesalahan itu sendiri – Martin Vanbee

About Is

Iis Rasjeed
This entry was posted in Iseng. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s