Merawat Cinta, Meraih Hidup Bahagia

"Sayang anak sayang anak"

Alhamdulillah,

Catatan ini didasarkan atas kajian yang dibawakan oleh Dr. Ahmad Salim Sungkar pada tanggal 6 Februari 2011. Karena bulannya bulan cinta sehingga topik kajiannya pun disesuaikan agar sepadu dengan suasana bulannya dan juga sebagai ilmu agar tak salah kaprah dengan perayaan itu. Dengan jujur saya katakana bahwa saya bukan penikmat dan peraya hari valentine. Bagi saya, cinta dan kasih sayang itu adanya setiap bulan dan setiap kali hati diketuk untuk peduli terhadap orang lain. Sang pembawa materi ini juga membuka konsultasi untuk keluarga sakinah di Masjid Al-Falah, Surabaya. Jika ada yang tertarik untuk berkonsultasi monggo langsung bertemu dengan beliau *loh kok promosiin Ustadz ya*.

Di bawah ini merupakan catan singkat yang saya tulis di buku diary saya, semoga bisa menjadi bekal, renungan dan motivasi buat kita semua untuk semakin menjadi lebih baik lagi, selamat membaca dan selamat menikmati.

PROLOG :
Menurut teman sekaligus ibu muda dari tiga orang anak “kehidupan rumah tangga itu banyak lika-likunya”. Kalau menurut kakak saya “kehidupan rumah tangga itu seperti kakak-adik dalam keluarga, kadang berantem, kadang akur”. Dan menurut tetangga saya “rumah tangga itu beraneka dan penuh warna, selalu ada saja masalah yang timbul setiap harinya mulai dari permasalahan uang, emosi, anak, mertua dan lain-lain”. Lalu jika menurut saya apa kira-kira? “ckckckc, no comment, saya butuh banyak membekali diri karena proses saya belum sampai ke gerbang itu”. Terimakasih untuk orang-orang yang telah banyak memberikan dan berbagi ilmunya kepada saya tentang ini, semoga mereka diberikan keberkahan dan saya dapat mengambil nilai-nilai kebaikan dari pengalaman yang telah atau sedang mereka alami.

Ada sedikit goresan singkat :
– Sulit itu diawalnya saja, ketika sudah mencoba maka akan terbiasa
– Dengan membiasakan maka yang berat terasa ringan
– Dengan bertaqwa maka akan mendapatkan kebahagiaan di dunia dan akhirat karena selalu dibantu Allah (ASALKAN taqwa yang memenuhi syarat-tuntunan-syariat)
– Bahagia : (*) Hati merasa dekat kepada Allah, (*) hati menjadi tentram
– Berkeluarga itu ibadah
– Bekerjasamalah dengan ikhlas karena Allah

ISI :
(1) Memilih Pasangan (Suami/Istri)

(*) Ada 4 kriteria : harta, nasab/keturunan, wajah dan agama
(*) Yang terpenting diantara 4 kriteria memilih wanita  pilihlah agamanya. Yang dimaksud agama disini adalah karakter beragama seseorang wanita yang terlihat dari caranya mempraktekkan agama pada akhlaqnya dan bukan pada hafalan agamanya.
(2) Sadari Pasangan Berbeda
Terkait dengan : latar belakang berbeda, terdidik secara berbeda, terbentuk selera berbeda, tertarik pada sisi yang berbeda, cara memandang masalah berbeda, cara menyimpulkan berbeda.
(3) Reduksi Jiwa Egois
Menghilangkan keegoisan diri dengan cara membuka diri dan tidak memandang sesuatu dari perspektif personal semata. Secara terus-menerus melakukan perubahan ke arah yang positif dan bukan menjadi manusia yang resistant to change. Sadarilah, bahwa hidup adalah perubahan, yang tidak akan pernah berubah adalah perubahan itu sendiri.
Bentuk yang kentara dari keegoisan kita adalah seringnya mempertahankan pembenaran diri dengan aneka ragam alasan dan giliran mengakui kebenaran begitu sulitnya.

Jiwa egois dipicu oleh hal berikut ini :

– Masing-masing terikat kebiasan
– Sulit untuk tidak begitu. Sering kali terdengar pernyataan pembenaran seperti ini ”tidak enak kalau tidak begitu”
– Tidak mau/tidak bisa menerima yang lain berbeda dengan dirinya (bisa dikatakan memiliki jiwa toleransi yang kecil). Dalam pernyataan yang umum sering terdengar orang dengan tipe ini adalah ”selalu begitu”. Padahal karena keegoisannya itu membuahkan kesengsaraan sendiri baginya.
– Memaksa orang lain harus seperti dia
– Mau mencubit tak mau dicubit.

Solusi pilihan untuk jiwa yang egois adalah :

(a) Mau dan mampu memahami perbedaan. Dengan ini maka akan membuat pribadi seseorang berubah menjadi lebih baik dan perlu diingat bahwa ini membutuhkan proses dan tidak mudah untuk masing-masing orang. Ingatlah bahwa satu-satunya yang tidak berubah adalah perubahan itu sendiri. Jadi jika bisa menjadi lebih baik kenapa masih egois untuk tidak berubah. Ingat!!! Berubahnya menjadi lebih baik, bukan perubahan karena pembenaran diri dan mengesampingkan kebenaran
(b) Menumbuhkan sikap empati-tenggang rasa : menunaikan tugas dengan baik dengan cara membuat rencana, isi waktu luang secara positif, berlapang dada dalam menghadapi setiap permasalahan, peduli kepentingan orang lain. Orang yang memiliki sifat empati adalah orang yang sabar dan mudah berubah/beradaptasi dimanapun dia berada. Tipe yang seperti ini adalah tipe pribadi yang dinamis.
(c) Buka diri, hilangkan curiga karena orang yang egois sulit untuk bekerjasama dan ini merupakan penghalang utama untuk berubah dan menerima perbedaan. Memang sulit di awal, tapi kalau sudah mencobanya maka akan terus berkembang.
(d) Mengkatkan kualitas kedalaman dalam berkomunikasi sehingga menghasilkan ikatan batin yang makin mendalam. Perlu diketahui bahwa tingkatan komunikasi dari yang terdangkal sampai dengan terdalam adalah : (1) tukar beri salam, (2) tukar beri data, (3) tukar bicara hobi, (4) tukar bicara cita-cita, (5) tukar rasakan emosi
(e) Membangun kondisi mental yang positif. Kodisi mental akan membentuk : Persepsi/cenderung terikat, Logika/memperhitungkan yang mana, Sikap/cenderung pilih alternatif yang mana, Perilaku/cenderung berbuat apa.
(4) Kerjasama Dalam Rumah Tangga
(.) Syarat yang harus dipenuhi dalam kerjasama adalah : saling mengenal, mengerti, percaya dan menerima
(.) Kerjasama yang gagal akan menghasilkan sama-sama capek sehingga bukan lagi kerjasama namanya tapi sama-sama kerja.

Inilah cara bekerjasama yang baik :

– Menerima perbedaan, kekurangan dan kelebihan
– Tak bisa menuntut terus
– Saling memberi agar bisa saling menerima (dengan memberi kewajiban maka akan mendapatkan hak)
–  Mengalah secara pribadi untuk menang secara bersama (win win solution)
– Perlu kerjasama yang mutual dengan cara saling menerima ketidaksempurnaan pasangan apa adanya, karena masing-masing punya kelebihan dan kekurangan. Jika ingin kerjasama yang sempurna maka bekerjasamalah dengan malaikat dan bukan bekerjasama dengan manusia
– Saling mendukung dengan cara memanfaatkan kelebihan yang lain tanpa rasa hina/sombong
–  Menumbuhkan sikap empati
– Banyaklah mendengarkan. Ingat bahwa mendengarkan tidak sama dengan mendengar
– Tumbukan kasih sayang yang mendidik dan bukan kasih sayang yang merusak (misalnya terlalu dimanja atau terlampau dibebaskan)
– Gunakanlah ilmu bertengkar jika terjadi perbedaan dengan cara : mengatur pertengkaran, menyelesaikan masalah dan bukan justru menambah masalah, hanya melibatkan data terkait, mau mendengarkan yang lain, tidak melibatkan kekurangan sifat bahkan dari nenek moyang.

EPILOG:

Sekian, semoga menjadi ilmu bagi kita semuanya baik yang belum menikah ataupun yang sudah menikah. Jika ada hal yang ingin ditanyakan untuk segera dikonsultasikan kepada ahlinya dengan mendatangi langsung kantor/kediamannya. Kapasitas saya di sini hanya menyebarkan ilmu dan catatan motivasi agar dipergunakan sebaik-baiknya untuk pengembangan diri kita supaya menjadi pribadi yang mereduksi keegoisan dan mengoksidasi rasa empati. Hal ini dikarenakan karena saya masih belum sampai pada bahtera itu, menurut saya ”yang mengalami yang lebih memahami”.

Bukan cantik yang menyebabkan cinta, tapi cintalah yang menyebabkan cantik.
***
Kecantikan itu bukanlah satu-satunya kekuatan seorang wanita, karena ia bisa pudar dimakan usia.

– Selamat menikmati  –

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

About Is

Iis Rasjeed
This entry was posted in Islam. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s