Tuhan; Inilah Proposal Hidupku

Bismillah,

@Graha Pena, Surabaya

Sekitar setahunan yang lalu (bisa kurang, juga bisa lebih), awal-awal saya menikmati waktu dengan ketidaksibukan saya sebagai pekerja seperti biasa saya melakukan kunjungan ke sebuah toko buku yang berlokasi di Jl. Tunjungan, Surabaya. Dengan waktu tempuh yang tak sampai 15 menit dari rumah kakak saya. Saya pun mencari-cari dan membaca-baca buku sesuai dengan kemana kaki saya melangkah.

Tibalah pada satu judul buku seperti judul blog yang saya tuliskan saat ini. Agak lupa nama penulisnya, namun terekam indah di kepala judulnya. Bab demi bab dalam buku itu saya baca secara acak dan mencoba untuk mengambil point-point dari tiap bab yang saya baca. “Menarik bukunya, tapi saya belum berniat untuk membeli, hanya ingin membaca dan menambah pengetahuan saja” kata saya dalam hati.

Sekitar beberapa hari menjelang 1 Muharram 1432 H, tiba-tiba hadir sebuah sms pemberitahuan sekaligus undangan untuk menghadiri seminar sekaligus kajian yang berlokasi di Graha Pena, Surabaya dengan pembicara seorang trainer dari Jakarta penulis buku “Tuhan; inilah proposal hidupku”. Sang trainer tersebut bernama Jamil Azzaini. Saat membaca sms tersebut, rasa tak percaya hadir bak mimpi karena baru setahunan yang lalu saya membaca bukunya dan itu pun serius santai banget suasananya, lah kok malah saat itu hadir sms tersebut. Mereduksi rasa ketidakpercayaan, maka saya pun bertekad harus hadir acara tersebut dan menghapus agenda yang tidak penting pada hari diadakannya acara tersebut.

Saya bersama 2 anak tetangga saya hadir ke acara tersebut. Dan first impression yang saya rasakan pada saat bertemu dengan sang trainer adalah begitu sangat mengesankan dan memicu diri untuk terus bersemangat. Dapat disimpulkan bahwa pembawaan, materi dan diksi sang trainer sangat membumi dan bisa dipahami oleh semua audience. Terlebih lagi dengan ekspresinya yang dinamis membuat suasana ruangan menjadi semakin hidup di tengah dinginnya ruangan. Kalau membicarakan sang trainer akan panjang dan kemana-mana, saran saya adalah bagi pembaca yang penasaran bisa langsung digoogling namanya nanti akan didapatkan informasi tentang beliau. Jadi selamat mencari ya, karena saya akan melanjutkan tulisan ini berdasarkan apa yang saya dapat, tuliskan dan berusaha untuk memahami dari acara yang hanya berlangsung beberapa jam tersebut, namun memberikan banyak nutrisi bagi jiwa saya yang selalu butuh asupan gizi dan vitamin. Berikut adalah catatan ringkas saya :
(1) Jadilah manusia yang tidak hanya sukses saja, tapi juga mulia
(2) Sukses itu untuk diri sendiri, sedangkan mulia untuk orang lain
(3) Belum sukses ingin mulia sama seperti lilin- bisa menerangi orang lain namun mengorbankan diri sendiri
(4) Acara yang hanya beberapa jam saja perlu proposal,  apalagi hidup yang bertahun-tahun
(5) Untuk membuat resolusi hidup dan memacu diri maka buatlah proposal hidup. Berdasarkan penelitian antara orang yang membuat proposal hidup dan yang tidak adalah berbeda, yaitu tingkat pencapaian kesuksesannya lebih cepat dan terarah jika dibandingkan dengan yang tidak.
(6) Proposal hidup adalah skenario sekarang.  Proposal hidup juga dikolaborasikan dengan  bekerja keras dengan cara Teruslah bergerak, berkarya.
(7) Sekedar renungan singkat yang cukup membuat saya tersentak saat itu dan mencoba untuk berusaha memperbaiki diri :
(*) Membuka tahun yang baru, jadilah gelas kosong; buang pangkat, jabatan, gelar dan asesoris dunia yang lain. Cobalah untuk mengisi gelas tersebut dengan sesuatu yang bernilai dan bermanfaat.
(*) Rata-rata usia hidup manusia = 60 tahun. Dengan perhitungan durasi waktu tidur (yang standar = 8 jam/hari). Dalam satu hari ada 24 jam, berarti 1/3 hari waktu kita untuk tidur.  Dengan demikian coba operasikan antara rata-rata hidup manusia dengan jumlah manusia tidur sehari –> 1/3*60 = 20 tahun.  Jadi, selama 20 tahun manusia tidur, belum lagi tidur pada saat di angkutan, seminar, kuliah, nonton TV dan lain-lain🙂
* Sedekah lebih cepat daripada wirid  #silahkan dibuktikan sendiri saja.

Bagaimana cara membuat proposal hidup, berikut pembahasan singkat yang saya rangkum kembali dari catatan saya :

(A) Sadarilah bahwa anda special; misalnya Muhammad Yunus (peraih nobel 2006),  BJ Habibie (sang profesor pesawat sekaligus profesor cinta),  Houtman Z Arifin, Lee Ah Lee dan yang lain.

  • Bukti syukur adalah PRESTASI & KARYA (bagi saya saat ini bukti syukur adalah memberi dan berusaha melangkah)
  • Lihat kelebihan dan kekurangan diri. Bekerjalah dengan kespesialan itu
  • Bersainglah di kelebihan yan dimiliki
  • Identifikasi core competence (kemampuan inti/passion Anda dimana)

(B) Tetapkanlah prestasi terbaik yang ingin Anda raih. Prestasi terbaik –> apa yang akan anda banggakan di hadapan Allah Yang Maha Kuasa kelak, di hadapan orang tua, keluarga dan masyarakat.

  • Ahli ibadah juga ahli manfaat
  • Sebagian dari buruk sangka adalah dosa
  • Miskin harta jangan pernah miskin prestasi
  • Yang kita pikirkan memperngaruhi hormon-hormon yang ada dalam tubuh kita
  • Jangan seperti John Goddard (maaf, ingatnya sedikit dengan sosoknya, jadi coba dicari sendiri ya)
  • Cintai, Kuasai, Menghasilkan. Misalnya : bagi yang suka menulis, waktu yang  paling bagus untuk menulis adalah di pagi hari
  • Lakukan apa yang menjadi hobby kita sedikitnya 3 jam per hari

(C) Jadilah Experd (kemampuannya meningkat terus)

  • Carilah guru ; expert dalam spiritual dan kehidupan
  • Buatlah kelompok master mind untuk curhat-curhatan dan kalau bisa profesinya berbeda. Kenapa berbeda profesi? untuk lebih banyak menemukan pengalaman dari orang lain sehingga akan menuntun untuk terus objektif dalam melihat sesuatu. Jika hanya satu profesi maka cenderung monoton, homogen dan perspektif yang subjektif.

(D) Sempurnakanlah dari sekarang

  • Membiasakan sikap dan perilaku yang positif
  • Mari bersihkan dari semua yang negatif
  • Tetapkanlah target 90 hari untuk pembentukan karakter dan kebiasan diri yang baik. Misalnya (ala saya ini) : bangun pagi hari sebelum matahari terbit, olah raga pagi, sarapan teratur dan yang penting juga berusaha mandi pagi walaupun susah. Teringat kata Bapak saya “orang yang mandi pagi, wajahnya itu berbeda dengan yang gak” #yuk galakkan mandi pagi.

(E) Sempurnakanlah lingkungan Anda

  • Ibadah dimantapkan kepada Allah
  • Orang tua diperhatikan
  • Anak yatim dan orang  miskin juga diperhatikan –> mulailah  dari lingkungan keluarga kemudian menyambung ke family dan kerabat yang lain
  • Memperhatikan dan peduli dengan tetangga, teman sejawat dan Ibnu sabil (orang dalam perjalanan).

Ok, sekian dulu sharing-an saya, bagi saya ini sangat bermanfaat sehingga memacu diri saya untuk berbagi via blog, karena bagian dari rasa syukur bagi saya adalah dengan memberi dan acara ini juga memberikan jawaban atas pertanyaan hidup dan kebingungan yang sering saya alami. Bukankah memberi tidak selalu identik dengan materi. Semoga ini juga bermanfaat bagi yang lain yang kebetulan mampir di sini. Selamat membuat proposal hidup dan semoga proposalnya disetujui oleh Sang Maha Pembuat Keputusan. Kalau sudah membuat jangan lupa berikan saya bocorannya supaya saya lebih terinspirasi lagi.

Alhamdulillah,

My Proposals Where’re you? !!!.

 

About Is

Iis Rasjeed
This entry was posted in Ismi. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s