Ke Sekolah Lagi; Kampanye Internet Sehat-Bugar (bag.1)

Alhamdulillah,

Simple but functionable

Teknologi Internet tidak hanya ditujukan untuk orang kota saja, anak-anak desa yang belum(tidak memiliki) komputer sekalipun sudah seharusnya mengetahui tentang Internet dan kegunaannya. Meski tinggal di desa, mereka tetap harus up to date dengan dinamika dunia.

Pada hari Kamis, 20 Januari 2011 saya mulai turun lagi ke sekolah  dalam rangka kampanye Internet sehat dan bugar., dan terus terang saja bukan untuk bersaingan dengan  gerakan Indonesia Mengajar-nya Anies Basweddan, tapi kalau ada yang tertarik untuk bergabung dan berkontribusi monggo-monggo saja…dengan tangan terbuka. Merupakan konsep yang berkeliaran di kepala saya dan ingin cepat-cepat saya bagikan kepada para generasi bangsa yang sedang mengenyam pendidikan di sekolah dasar dengan tujuan agar mereka tidak terpengaruh dan terjebak oleh arus informasi yang membanjiri dunia maya. Selain itu menjelaskan juga kepada mereka mengenai manfaat positif Internet dalam dunia pendidikan yang saat ini sedang mereka nikmati.

Awalnya : selagi saya iseng-iseng duduk di rumah sepupu sambil bercerita, saya pun melontarkan sebuah ide untuk mengadakan kampanye tentang Internet sehat supaya anak-anak sekolah dasar tidak terjebak dalam buaian facebook yang hanya mengganggu waktu belajar dan bermain serta kocek mereka. Saya pun langsung mengatakan kepada sepupu saya “gimana klo aku ke sekolahmu aja”, sang sepupu mengatakan:”beres, itu bisa diatur”, saya:”apa saya ketemu dulu sama kepala sekolahmu, emang kepala sekolahmu siapa?”, dia pun menjawab dan mengatakan “nanti aku aja yang bilang sama kepala sekolah, kamu gak perlu ke sekolah”, saya:”ok, ntar kabari aja”. Baru pagi tadi sehabis bersepeda saya mampir, eh siang-siang si ai ai (panggilan sepupu saya) sms ke saya kalau kepala sekolahnya setuju dengan Internet sehat dan saya bisa ke sana hari Selasa (18 Januari 2011). Ia pun mengingatkan saya agar jangan berlama-lama di Malang karena selasa sudah disediakan waktu khusus untuk kampanye tersebut dan beberapa kelas akan digabung. Saya pun bercerita ke dua orang sepupu saya yang kebetulan kami bertiga sedang berada di sana, dan seorang diantara mereka mengatakan dan menawarkan “mbak Iis aku ikut ya, aku pengen tahu juga, lagian minggu ini aku minggu tenang jadi kuliahku libur”, saya : “memang itu yang dicari, jadi nanti biar enak aja ngejelasinnya, kamu yang mengoperasikan laptop sedangkan aku yang berbicara di depan”. Ok kita tos dulu buat para sepupuku.
Karena kondisi yang sedikit melelahkan, maka senin malamnya saya membuat slide dalam kondisi malas-malasan dan sambil tidur-tiduran di kamar. Berhubung mengantuk sangat, saya pun biarkan slidenya yang menatap saya. Paginya saya pun kelabakan dan saya meng-sms si ai ai “Tim, gimana Internet sehat jadi kan ya?”, Fatim : “gak jadi hari ini, soalnya ada tamu dari Diknas yang ke sekolah, jadi hari kamis saja soalnya hari Rabu kan ada nikahan Rita-sepupu kami di Surabaya”, saya:”sep, baguslah klo begitu”.
*****
Hari perdana untuk kampanye pun tiba, sebelum berangkat saya mempersiapkan alat perang dulu yang terbungkus dalam 2 tas yang berbeda. Satu tas untuk laptop&dll, satu lagi untuk lcd. Syukurlah slidenya sudah saya buat sesuai dengan apa yang saya bisa dan saya maksud dengan referensi dari beberapa situs yang mengangkat topik tentang Internet sehat.
Saya pun menuju rumah Fatim, dan si Nurul (adik Fatim) tertarik juga untuk ikut membatu saya mengoperasikan laptop. Kami pun berangkat sekitar pukul setengah 8 pagi ke SDN Shobih 2, yang berlokasi di desa Shobih. Jalanan yang segar dan natural karena di sepanjang jalan terdapat sawah-sawah yang menghijau dan menguning. Rasa-rasanya saya masih ingin berlama-lama di situ supaya bisa menghirup kesegaran udaranya. Si Nurul tak henti-hentinya bertanya “dimana sekolahnya?, masih jauh ya?”, saya pun mengatakan : “emang selama ini kamu gak pernah ya ke Sobih, ngaku orang Burneh tapi Sobih aja gak tau”, Nurul:”orang aku belum sama sekali ke sana”, saya:”ntar juga nyampe, sekolahnya masih masuk-masuk gitu, ini aja kunjunganku yang kedua”.
Sebelum sampai ke sekolah,di tengah perjalanan kami bertemu seorang guru yang sepeda motornya tidak bisa dijalankan. Guru tersebut rupanya satu sekolah dengan Fatim, kami pun berhenti dan membantunya. Aha…ternyata ban sepeda motornya terganjal oleh pasak sehingga bannya tidak bisa berputar. Singkat cerita hadirlah 2 orang pemuda pengendara motor yang ternyata temannya si Fatim  membantu mencabutkan pasak di bannya. Kami pun melanjutkan perjalanan menuju sekolah.
Sesampai di sekolah terlihat murid-murid sedang berolahraga bermain bola-bolaan, sedangkan kami masuk ke ruang guru dan saya pun bertemu kepala sekolah dengan menguraikan sedikit penjelasan tentang kehadiran saya di sana. Alhamdulillah beliau ok-ok saja dan beliau juga orang tua teman sekelas saya saat SMU dulu. Melalui narasi sepupu, dia pun menguraikan secara singkat tentang saya kepada kepala sekolahnya. Singkat kata, saya tahu kepala sekolahnya dan kepala sekolahnya ternyata tahu saya juga. Setelah mengobrol dengan kepala sekolah dan para guru saya pun menyolek sepupu saya supaya mengantarkan saya ke kamar mandi, sang sepupu pun memberikan kunci kamar mandinya dan ternyata air di dalam ember sudah “kadaluarsa”, saya pun berniat mengganti airnya dan sepupu saya menuju ke sumur, lantas saya bertanya “emang gak ada pompa air/krannya ya?”, Fatim :”gak ada, nimba di sumur, biasanya ada yang mengisi ember/kamar mandi”, saya:”ya udah saya aja yang nimba, susah klo kamu yang nimba pake sepatu high heel gitu” #horee olahraga pagi dengan menimba di sumur.
Sebelum memulai presentasi, saya pun melakukan setting alat dulu dengan terlebih dahulu melihat posisi sumber listrik dan papan tulisnya. Karena papan tulisnya masih menggunakan papan berwarna hitam maka saya pun mengarahkan LCD ke tembok. Saat melakukan setting perangkat beberapa murid keluar masuk dan menengok secara berjemaah kegiatan kami dan kami pun seperti orang aneh di tengah kerumunan mereka “biarin aja deh yang penting mereka tahu saja, saya sudah sangat senang”.

Saya di depan, nurul duduk manis

Materi pun dimulai dan saya membuka dengan memperkenalkan nama saya dan sepupu saya yang menjadi operator. Terlihat bahwa murid-murid sangat antusias mengikuti kelas hari itu, sampai-sampai murid-murid dari kelas yang kecil pun ikut-ikutan menyelinap masuk saat beberapa guru sudah tidak di dalam kelas lagi. Ribut dan riuh pun hadir di dalam kelas. Saya dibantu seorang guru mencoba menenangkan mereka, dan selanjutnya acara presentasi pun dimulai, point-point materi yang saya tampilkan adalah sebagai berikut :
1. Tujuan diadakannya kampanye Internet sehat; baik bagi anak, orang tua dan guru
2. Trendnya anak-anak sekolah jaman sekarang (penggunaan layanan jejaring sosial di lingkungan anak sekolah)
3. Kenapa yang menjadi target adalah anak sekolah, khususnya anak SD
4. Pengertian Internet sehat
5. Kondisi Internet di Indonesia
6. Beberapa contoh situs yang sehat dan yang mesti dihindari
7. Langkah Internet sehat.
Dan apa yang terjadi setelah saya menyampaikan materi tersebut? ternyata diantara mereka banyak yang belum tahu tentang Internet, jangankan Internet…mengoperasikan laptop atau komputer saja mereka tidak bisa. Bersyukur juga karena mereka belum menggunakan Facebook sehingga bisa memberikan langkah preventif bagi mereka agar tidak terjebak oleh dampak negatif jejaring sosial. Sebagai koreksi bagi saya untuk selanjutnya adalah lebih menyederhanakan lagi cakupan materi yang dipresentasikan. Oleh karena itulah, maka saya pun tidak langsung banyak berbicara soal Internet tetapi saya langsung mengapplikasikan kegunaan Internet melalui donlotan materi bahasa Inggris yang saya dapat. Saya pun mengajarkan mereka bahasa Inggris dengan metode bergambar dan bersuara. Mereka semuanya senang dan mengatakan kepada gurunya “Bu, beli kayak itu (lcd, red), biar klo di kelas belajarnya enak”. Sebentar saja saya menampilkan materi bahasa Inggris tersebut dan mereka dengan cepat menangkap materi yang saya berikan. Wow…dahsyat memang otaknya anak-anak kecil. Supaya tidak mati gaya dan kehabisan topik saya pun menayangkan mp3 dari Haddad Alwi yang berjudul “Rindu Muhammadku”, tadinya mereka masih asing dan setelah lantunan sholawat mengiring dalam lagu tersebut mereka pun cepat menghafalnya (masak orang desa gak bisa sholawatan lah wong tiap tahun ada maulid-an) dan lagu ini pun saya ulang beberapa kali dengan sedikit melakukan modifikasi supaya suasananya jadi semakin hidup dan meriah.
Bahasa inggris selesai, Haddad Alwi selesai dan rupanya masih tersisa waktu yang lama untuk menuju bel pulang sekolah. Saya pun bingung dan sambil berbisik ke sepupu saya meminta masukan, saya pun dengan cepat menampilkan film laskar pelangi supaya saya bisa diam sejenak dan memperhatikan bahasa tubuh mereka. Ternyata oh ternyata, yang menonton bukan hanya murid tapi ibu-ibu di luar kelas yang kebetulan berjualan makanan untuk anak-anak pun tak ketinggalan menyaksikan film yang kami tampilkan dari jendela kelas. Makin tersenyum saya dibuatnya. Selagi mereka menonton saya duduk disamping Nurul dan ia pun mengatakan kepada saya “Mbak iis, kok anak-anak itu ada yang gak pake sepatu ya?”, saya :”gak punya kali tuh, coba deh kamu tanyain sama mereka” #pernyataan jebakan supaya belajar bersosialisasi, dia pun bertanya dan muridnya menjawab:”iya gak boleh sama Ibu”, Nurul pun mengatakan kepada saya:”kenapa ya gak boleh sama Gurunya?”, saya:”wah, gak tau tuh”.

Nonton laskar pelangi

Saat menampilkan film tersebut, rupanya ekspresi mereka lama kelamaan kurang bersemangat, sehingga saya pun menghentikan filmnya dan bertanya kepada mereka mengenai lagu kesukaannya. Mereka pun menjawab : Ungu-percaya padaku, wali-cari jodoh, Armada-mau dibawa kemana, Bonda Prakoso-ya sudahlah, Sule-susis. Saya pun memutarkan lagu yang mereka request dan dengan riang dan hafal mereka menyanyikan bersama-sama lagu tersebut. Kelas pun berubah menjadi konser. Dan yang lebih lucu lagi adalah pada saat diputar lagu Sule saat liriknya sampai pada “susis o o o o susis” diganti dengan serempak oleh mereka dengan kata-kata “sule o o o o sule”. Whahaha, benar-benar hal yang sangat membuat saya bahagia kala melihat keceriaan  hadir ditengah-tengah mereka.

Banyak juga ya Muridnya

Barengan murid dulu ah

Gara-gara lagu-lagu dan presentasi yang saya berikan, ada beberapa anak-anak kecil yang mengikuti saya kemana saya pergi, saya pun bertanya kepada dia : “nama kamu siapa?”, dengan ekspresi malu-malu dia tidak memberitahukan namanya. Dan teman-temannya pun secara serempak memberitahu namanya. Namanya adalah Wasyi’ (mirip nama ponakan saya ya), dan postur tubuhnya gendut, imut dan lucu. Saya mencubit pipinya kemudian saya ganggu dia dengan pertanyaan-pertanyaan iseng “kamu bisa pake komputer?”, saya lanjutkan lagi “klo HP bisa”, dengan polos dan blak-blakan dia menjawab : “bisa Bu, saya punya 3 HP di rumah “, saya :”banyak amet, gimana makenya?”. Tak henti-hentinya dia memperhatikan saya sampai saya keluar dari kelas yang menandakan bahwa pelajaran kampanye Internet sehat-bugar telah selesai dan sampai jumpa kembali di kesempatan selanjutnya. Dan jika ada yang tertarik silahkan datang ke rumah saya, nanti kita bersepeda bersama (kok malah bersepeda = klo gak sehat&bugar mana bisa Internetan)
Di kesempatan santai  di ruang guru setelah kami selesai  memberikan materi, saya pun menjelaskan kepada para guru bahwa perkembangan teknologi akan memberikan kemudahan bagi kita semua dalam dunia pendidikan dan juga lebih murah karena buku-buku dan materi bisa kita dapatkan secara bebas di Internet. Jadi dunia pendidikan pun harus menyadari bahwa trend yang akan datang adalah e-learning yang berarti pembelajaran bisa dilakukan secara online. Jadi tidak harus setiap hari guru datang ke sekolah. Dan saya pun melanjutkan lagi: dan yang lebih penting adalah guru-guru harus sudah memulai terlebih dahulu, jangan sampai ketinggalan dengan muridnya, muridnya sudah punya facebook, masak gurunya belum bisa Internetan, kan jadinya Internet tidak sehat? #tersenyum. Selain pernyataan, kami pun memberikan pertanyaan kepada guru yaitu “kenapa murid-murid banyak yang tidak mengenakan sepatu di dalam kelas?”, seorang guru menjawab : “memang suruh dilepasin, soalnya membuat lantai kelas jadi kotor berlumpur karena rute menuju sekolah mereka lalui di jalur persawahan yang penuh lumpur dan becek”, saya : “ouw jadi gitu maksudnya, saya pikir mereka tidak mempunyai sepatu”. Obrolan santai pun diiringi dengan hidangan kue dan minuman yang sangat membuat perut beroperasi dengan normal. Terimakasih SDN Sobih 2 atas waktu dan kesempatan yang telah diberikan, semoga memberikan manfaat dan motivasi bagi kemajuan sekolah, khususnya di bidang teknlolgi informasi dan komputer, mohon maaf jika ada salah kata dan sikap selama kami memberikan kampanye.

Koreksi&Evaluasi bagi saya :
1) Materi yang saya sampaikan terlalu tinggi untuk anak-anak SD di sana, seharusnya saya mengawali dulu dengan pengenalan komputer sebelum kemudian memasuki tentang Internet. Maaf ya temans: ini kan baru pertama saya memberikan materi Internet sehat-bugar.
2) Durasi waktu yang diberikan terlalu lama sehingga kurang efektif dan efisien, seharusnya 1-2 shift (2 jam)  sudah cukup.
3) Terlalu banyak siswa yang hadir sehingga kondisi kelas kurang kondusif
4) Kehadiran kepala sekolah diperlukan meski beberapa jam saja di dalam kelas untuk mengetahui kondisi siswanya akan pengetahuan dan pemahaman tentang teknologi informasi dan komputer. Sehingga jika kepala sekolah tahu maka akan mudah memberikan arahan bagi anak buahnya dalam rangka memajukan kualitas pendidikan di sekolah.

Sekian dulu ceritanya, kita lanjutkan ceritanya di sekolah kedua dengan cerita yang lebih seru, lebih baik dan lebih nyengir lagi tentunya.

-Salam Internet Sehat-Bugar-

 

 

About Is

Iis Rasjeed
This entry was posted in Ismi. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s