Bersepeda OK, Tapi Bikin KO

Alhamdulillah,

Tim Bersepeda Di garis tujuan

Hari minggu kemarin seperti biasa mengajak dan diajak olah raga teman-teman kecil dan mengajak juga tante. Dikarenakan putri semayangnya datang  dari Malang ditambah lagi sepupu saya tumben-tumbenan insyaf mau olah raga tante pun memutuskan untuk jalan kaki ke sawah, sementara saya bersama 4 orang teman kecil yang lain tetap ingin bersepeda. Diantara 4 orang itu, ada yang sepedanya rusak, sehingga menjemput saya di rumah bermaksud meminjam sepeda yang satu tapi karena gembos tingkat tinggi sehingga saya pun merekomendasikan untuk meminjam sepeda yang dimiliki tante. Bersyukurlah kami berlima bersepeda; Elin berboncengan dengan Olga, saya, Jeckie dan Jeffri menggunakan sepeda gunung.
Tadinya saya mau ke jalur utara seperti minggu yang lalu, tapi karena tante saya mau jalan kaki ke sawah biasanya maka saya pun memutuskan untuk ke track yang sama supaya lebih ramai. Saya pun mengatakan kepada dia untuk ketemuan di sana dan nanti makan getuk lendri bersama di jembatan di sana. Sebelum mengatakan tentang jembatan, tante pun mengatakan “jembatannya jangan jauuh-jauh soalnya kerjaan di dapur belum rampung semua”, saya : “halah, susah emang sama emak2, ya udah ktemuan di jembatan pertama saja”. Tim sepeda pun berangkat dan tim jalan kaki akan berangkat sebentar lagi setelah selesai memasang nasi (baca:memasak).
Jika melewati jalur yang sama dengan tante maka nantinya akan sampai duluan dan akan lama menunggu tim jalan kaki, saya pun putar arahnya untuk melewati jalan besar kemudian ke sungai, habis dari sungai jangan langsung masuk track sawah biasanya tapi lurus lagi sampai ketemu pemberhentian yang enak. Senang pun bergemuruh diantara mereka dengan menanyakan tembus mana nanti dan saya pun mengatakan bahwa ini jalur yang pernah kita lewati beberapa waktu yang lalu.
Setelah puas beristirahat di tempat pemberhentian yang enak, kami pun kembali lagi dan akan masuk menuju track biasanya. Sebelum masuk track biasanya saya memutuskan untuk beli getuk lendri dan kue pelor dulu yang lokasinya tak jauh dari pintu masuk jalur yang akan kami masuki. Tak dinyana, di sana bertemu dengan bulek, Fifin dan Lek Nur. Saya yang menjaga sepeda di seberang, sementara mereka yang membelinya dengan menyebrangi jembatan kayu yang menakutkan itu. Melihat ekspresi mereka yang takut dan menakuti temannya yang lain, saya pun teringat masa kecil dulu saat sering bermain-main di sungai dan menyebrangi jembatan barengan sepupu-sepupu. Masa dan kebersamaan yang tak mungkin terulang kembali.

Sweeegeerrre Rek!!

Sayang, kue pelornya habis dan yang tersisa adalah getuk lendri “ok, gpp lah”. Selagi menunggu getuk lendri dibungkus (karena yang membeli tante) kami pun bercengkrama dulu di jembatan kayu yang menghubungkan sungai dan daratan sekitar “nikmat alam, nikmat semesta”.
Bungkusan hadir dan kami pun melanjutkan perjalanan menuju tujuan yang sudah kami sepakati di rumah tante. Tim sepeda berangkat duluan dengan membawakan bungkusan getuk lendri. Sedangkan tim jalan kaki berjalan di belakang kami. Menghitung estimasi waktu antara yang bersepeda dan yang berjalan, saya pun memutuskan untuk menembus jembatan kedua. Beberapa anak ada yang mengatakan “capek mbak, aku nunggu di jembatan pertama saja”, sementara saya tetap melanjutkan dan ada juga yang mengiringi saya satu orang.
Jeffri dan saya pun menuju jembatan kedua, dan apa yang terjadi? track penuh jebakan, becek dan bikin ban sepeda tenggelam karena guyuran hujan yang terjadi sebelumnya. Hampir-hampir kami jatuh dibuatnya. Tadinya saya sudah tidak mau melanjutkan karena masuk jebakan terus, namun karena faktor penasaran kami pun terus melewatinya dengan kesabaran dan berusaha sekuat mungkin untuk sampai di bawah pohon jembatan kedua tersebut. Syukurlah, kami pun sampai di sana dan apa yang kami lihat? sepasang manusia muda yang sedang duduk di jembatan dan ketika kami hadir mereka saling berjauhan “ada gunanya saya ke sini” <~ dalam hati. Kami pun beristirahat sebentar dan minum dulu untuk menghadapi tantangan yang sama. Saya pun mengambil posisi di depan supaya kalau ada rintangan dan jebakan si Jeffri bisa hati-hati. Astaga, benar-benar menantang jalur ini, meski kami sudah melewatinya tetap saja kami hampir terperosok masuk ke dalam lumpur dan lagi-lagi nyaris jatuh. Yes, ketemu juga dengan rintangan yang seperti ini karena biasanya tracknya datar dan meski ada rintangan mungkin tak seberapa jika dibandingkan yang ini.

Jeffri:"beeh, capeknya tapi seru ya Mbak"

Setelah kami melewati rintangan itu, sepeda kami pun blepotan lumpur, apalagi celana saya yang tiba-tiba berubah bermotif etnik karena berpadu dengan lumpur dan tumbuh-tumbuhan kecil yang nyangkut di celana “Don’t care, yang penting sudah melewatinya”. Kami pun menuju jembatan pertama dan mereka semua sudah hadir, getuk pun dibagikan dan kami pun sarapan pagi bersama di atas jembatan “Alhamdulillah, pagi dan kebersamaan yang penuh warna”.

Sarapan Pagi Bareng

Setelah sarapan pagi, kami bercengkrama dulu dengan bercerita agenda yang kemarin kami lalui bersama sepupu saat ke sekolah tante dan bertemu dengan anak-anak SD, sepupu yang lain pun juga bercerita saat saya mengajaknya ke sekolah dimana kakaknya mengajar “respon yang lucu dan ternyata ada sisi dari cerita mereka yang baru tahu saya tahu pagi itu…makin sumringah dibuatnya”. Saat makan getuk, kami pun teringat dengan cerita nenek kami dulu (kami memanggilnya “Mba Binek”) dimana Fifin dan abang saya adalah cucu kesayangannya, jadi setiap pulang dari pasar nenek kami selalu membelikan oleh-oleh untuk cucunya dan kemudian bungkusan yang dari pasar dibungkus lagi supaya cucu-cucunya kebagian semua, dan yang bikin kami tambah ketawa adalah saat seorang sepupu mengingatkan tentang cerita bahwa kami sering dengan diam-diam mengambil oleh-oleh ke dapur nenek dan nenek pun mencari-cari kok oleh-olehnya berkurang, sebagai cucu kesayangan mereka mendapatkan oleh-oleh yang selalu khusus baik dari segi kemasan maupun jumlahnya. Terimakasih sepupu telah mengingatkan romantika masa kecil yang penuh makna itu, semoga Allah senantiasa melapangkan rahmat dan ampunanNya untuk kakek dan nenek kami di alam sana…Amin Amin Yaa Rahman Yaa Rahim.
Selesai bercengkrama, kami pun pulang, tim bersepeda berangkat duluan sedangkan tim jalan kaki masih bersantai ria. Sambil menunggu tim jalan kaki, kami pun duduk santai di jembatan sungai dan tanpa direncana Jefri menyemplungkan sepedanya ke dalam sungai akibat kotoran-kotoran yang menempel di sepeda, saya pun tertarik untuk menyeburkannya dengan dibantu oleh sahabat-sahabat kecil. Walau hasilnya kurang begitu bersih tapi setidaknya kotoran di ban sepeda sudah terangkat sudah cukup. Selesai kami mencuci sepeda, jemaah pejalan kaki pun hadir dan saya mengajak mereka untuk turun ke bawah melihat padi-padi yang sedang dipanen dan dicabut-cabut. Tante saya seperti biasanya ingin mengatakan “kok ada-ada aja kamu ini Is Is”, tapi karena saya sudah terlanjur turun duluan maka yang lain pun ikutan dan tante saya pun mengatakan “iya iya udah ke bawah saja, biar tahu”. Sang petani yang kami kenal pun mengatakan “gak masuk twitter ya?”, saya :”beuuh keren, tau twitter juga niy”.

Goyangkan Tiangnya, Bunyi Pun berdering=Burung2 kabur

Selesai mengobarak-ngabrik ladang sawah, kami pulang dan melanjutkan kesibukan paginya masing-masing. Dan apa yang terjadi di sore harinya? badan saya pegel-pegel dan KO, dan ini terasa sampai malam sehingga mau makan rada-rada malas karena terasa capek. Bersepeda itu memang OK, meski kadang bikin KO. Walaupun tracknya biasa, namun kalau bertemu dengan medan yang luar biasa sungguh sangat mengasyikkan. Let’s Go Green by Cycling!!!!.

-Salam Sepeda, GO GO GO Green-

About Is

Iis Rasjeed
This entry was posted in Ismi. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s