Kebanjiran; Hibernasikan Twitter&Facebook

Alhamdulillah,

Be healthy, Be Wise

Kemarin malam tanpa terasa saya tidur hampir pagi (sekitar jam 3an) karena keasikan menjelajah dan berpetualang di dunia maya. Alhamdulillah, situs yang saya kunjungi luar biasa sekali topiknya dan banyak menginspirasi serta mengingatkan saya meski dengan hal-hal yang begitu sederhana. Salah satunya adalah kunjungan ke sebuah blog yang berisi postingan-postingan yang inspiratif , korektif dan introspektif, dalam salah satu postingannya ia memberikan judul yang jika saya terjemahlan dalam bahasa Indonesia adalah “hidup tanpa facebook”. Sangat menarik, pada saat ia menarasikan dan mendeskripsikan kenapa ia men-delete account facebook-nya dalam kondisi jumlah temannya sekitar 5000 dan fan page yang berjibun (syukurlah saya masih ratusan, dengan fan page bisa dihitung jari). Postingannya sangat senada dengan yang saya alami, karena baru dalam minggu ini saya mulai mengaktifkan kembali account facebook saya, bukan karena hasil  provokasi dari seorang teman melalui YM, tapi lebih kepada alasan keep in touch dan ingin tahu update-an kabar dari teman-teman, yang di seberang saja . Dan memang Alhamdulillah dipertemukan oleh moment karena beberapa saat setelah saya login kembali, ada kabar dari Jakarta (dalam hal ini HImtek) yang menginformasikan sekaligus meminta masukan kepada beberapa senior terkait emblem. Dari situlah terpicu untuk menanyakan beberapa perkembangan yang lain di Jakarta. Pertanyaan dan pernyataan pun hadir dan terobati sudah rasa penasaran akan kabar terbaru mereka. Dan beberapa kabar yang lain juga.

Pada saat mengaktifkan kembali terlontar sebuah pernyataan dari teman melalui inbox (karena Wall memang  sengaja saya disable) jika saya menghilang dan sombong. Boleh saja mengira demikian dan jika boleh jujur maksud saya me-deacticate account saya bukan untuk dicari atau sok ngilang. Lebih kepada efektivitas, efisiensi serta reduksi praduga saja. Karena kalau saya pikir-pikir, waktu saya habis terbuang untuk membaca status yang kadang timbul asumsi dan persepsi yang mungkin tidak sepenuhnya sama dengan status yang dituliskan. Daripada hal ini menjadi-jadi, lebih baik meng-kick off sementara dan Alhamdulillah kehibernasian saya dari facebook banyak memberikan dampak yang positif bagi  waktu saya. Salah satunya adalah menuangkan pikiran melalui sharing di  blog atau milis yang saya ikuti, bahkan tanpa facebook saya termotivasi untuk membuat blog baru yang memiliki warna yang cukup berbeda dengan blog-blog yang sebelumnya.

Lain facebook, lain pula twitter. Di account twitter yang saya miliki saya memang sengaja tidak menggunakan nama pribadi saya dan  tidak mem-follow teman-teman yang saya kenal, karena apa? Karena  twitter hanya digunakan untuk update informasi dan berita dalam dan luar negeri, serta bertemu dengan para “idola” saya untuk melihat lebih dekat kehidupan dan sharing -an mereka.  Jadi dapat disimpulkan bahwa facebook untuk menjaga silaturrahim-persaudaraan-pertemanan, sedangkan tiwtter untuk update informasi yang terbaru.

#Renungan hari ini,  saya mendapatkan sesuatu; kalau dipikir-pikir saya ini ibarat gelas yang sudah berisi air kemudian saya isi terus-terusan gelas tersebut dengan air dan apa yang terjadi ? air tersebut akan meluber kemana-mana dan terbuang sia-sia.
Begitu pula dengan dinamika teknologi dan kecanggihan yang saya alami sekarang, hampir setiap hari saya mengakses Internet, banyak ilmu, pengalaman dan informasi yang saya dapat. Tapi kemudian saya pertanyakan lagi ke diri saya jika semua hal yang saya dapatkan itu hanya saya isikan terus ke gelas yang jelas-jelas sudah penuh dan berisi, bukankah tak ada gunanya juga saya isikan lagi meski dengan sesuatu yang baru sekalipun? Akan meluber begitu saja.

Atas alasan inilah kemudian saya pun berpikir lagi : kenapa tidak saya kurangi saja channel informasi yang saya peroleh dan mencoba untuk menumpahkan apa yang saya sudah dapat melalui tulisan otentik saya sendiri sehingga bisa mengurangi isi dalam “gelas” saya. Untuk itulah diputuskan menghibernasikan diri dari Facebook dan twitter. Supaya apa? Supaya aman, damai, tentram, sehat dan sejahtera. Kasian juga jika pikiran dan kehidupan saya dibombardir dengan deras dan banjirnya informasi yang kadang berada di luar kontrol kita. Sempat malu juga sama diri sendiri; berita terbaru dunia begitu up to date-nya, tapi kabar tetangga sebelah saja yang baru melahirkan tidak tahu #astaga IT!!!. Dan mungkin teknologi Internet ke depan akan menjelma menjadi global village dimana privasi sudah bukan hal yang tabu lagi. Modernitas yang dielukan-elukan tersebut pada hakikatnya hanyalah aktualisasi diri yang lepas kendali dan tidak pada tempatnya. Sebagai orang yang mengaku modern, sudah seharusnya untuk terus menyikapi secara positif arus informasi yang senantiasa membanjiri dan menggenangi pikiran dan kehidupan kita.

Lalu dengan cara apa tetap keep contact bersama teman-teman? Saya rasa banyak hal; masih bisa sms, telepon, YM, email, dan bisa juga sering bermain komplek maya saya ini (baca : blog)…gitu aja kok repot?.

Menurut Dr. Achmad Mubarrak dalam bukunya jiwa dalam al-Quran (maaf, saya masih belum tahu&membaca buku, ini  saja  saya dapatkan dari buku yang lain), sebenarnya zaman modern ditandai dengan 2 hal, yaitu (1) penggunaan teknologi dalam berbagai aspek kehidupan (2) berkembangnya ilmu pengetahuan sebagai wujud dari kemajuan intelektual manusia. Secara ideal, manusia modern adalah manusia yang berpikir logis dan mampu menggunakan berbagai teknologi untuk meningkatkan kualitas kehidupan manusia itu sendiri. Dengan kecerdasan dan bantuan teknologi, manusia modern seharusnya lebih arif, tetapi dalam kenyataannya banyak manusia modern yang kualitas kemanusiaannya lebih rendah dibanding kemajuan berpikir dan teknologi yang dicapainya.

Diakui atau tidak diakui, saat ini kita sudah memasuki era modern dan kita merupakan bagian di dalamnya. Betapa tidak, kita semua sudah tahu, bisa dan biasa akan teknologi modern; telepon seluler, laptop, black berry, ipad, iphone dan lain-lain. Pilihan teknologi mana yang kita pakai itu semua bergantung kebutuhan dan kemampuan masing-masing orang. Dengan demikian,  dunia pun penuh dengan kecanggihan dan kehandalan dalam segala bidang. Informasi dan komunikasi bisa diakses kapan pun dan dimana pun, tanpa terhalang oleh geografis dan waktu. Seringkali kita berhasil menggunakan simbol-simbol kemodernan, tapi sering kali kita gagal membawa jiwa kita menuju kemodernan.

Lalu bagaimana solusi menyikapi derasnya informasi tersebut :
– Jika gelas sudah terisi penuh dengan air, sebaiknya kosongkan dulu isi gelas supaya air tidak meluber dan terbuang percuma
– Cara mengosongkan gelas itu sangat beragam dan relatif
– Bagi saya cara mengosongkannya adalah :
1) Hibernasi dari twitter dan facebook beberapa saat, (jika memang urgen atau perlu bisa diaktifkan kembali)
2) Mengurangi intensitas berinteraksi dengan dunia maya, cobalah untuk melihat alamnya maya dan sekitar kita dengan cara; bersepeda, berolah raga, mengunjungi teman atau tetangga, bercengkarama dengan keluarga, sahabat dan teman, dll.
3) Membuka email cukup sehari sekali (kalau perlu seharian tidak dibuka juga tak apa), jangan setiap jam melototin email saja
4) Menuangkan dalam bentuk tulisan terkait ilmu dan pengalaman yang kita dapat, baik melalui blog maupun jurnal pribadi
5) Menggapplikasikan dalam kehidupan sehari-hari atas apa yang telah kita dapat dari Internet melalui diskusi dengan sesama, berbagi cerita, menjawab pertanyaan orang lain atas ketidaktahuannya, mengedukasi orang lain tentang positif-negatifnya Internet.

Sekian dari saya, semoga bermanfaat.

-Selamat Berselancar, Awas Tumpah!-

About Is

Iis Rasjeed
This entry was posted in Ismi. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s