Menggiring Anak Menjadi Sukses & Mulia

Alhamdulillah,

Berjemaah bareng Shabrina

#Oleh-oleh<~ Merupakan bagian dari notulensi pengajian minggu ini  dan jawaban atas pertanyaan saya kepada sang ustadz, yang ternyata jawabannya merupakan pengingat sekaligus pecut bagi saya :

(1) Pernyataan saya sebelum bertanya : harta dan anak-anak hanyalah titipan
(2) Saking dari cintanya orang tua terhadap anak-anaknya, sampai-sampai segala macam cara dilakukan oleh orang tua
(3) Padahal, secinta-cintanya orang tua terhadap anak, anak-anak tersebut tidak mau menemani orang tuanya di dalam kuburan meski semalam
(4) Banyak orang tua yang bisa mengantarkan anaknya menjadi sukses, tapi jarang sekali orang tua yang bisa mengantarkan anaknya menjadi mulia(bermanfaat)
(5) Pertanyaannya : bagaimana caranya agar bisa menjadi orang tua yang bisa mengantarkan anaknya menjadi sukses dan mulia sehingga peran & tanggung jawab antara anak dan orang tua seimbang
(6) Sang ustadz pun menjawab dengan contoh dan ulasan yang padat dan ngena : pada saat hamil, di beberapa daerah (khususnya di Jawa) ada yang namanya tradisi 4 bulanan (maaf istilahnya apa saya kurang gitu tahu), dalam tradisi itu biasanya dilambangkan dengan kelapa; karena akar, buah, pohon dan daun kelapa berguna semua. Kelak ketika punya anak juga begitu
(7) Sejak dari kecil ajarkan anak ilmu agama #terimakasih untuk Bapak tercinta yang sudah menjadi guru ngaji & kehidupan saya
(8) Untuk mendapatkan anak yang beruntung di dunia harus dengan ilmu, dan untuk menapatkan anak yang beruntung di akhirat juga harus dengan ilmu
(9) Ajarkan ilmu dunia dan akhirat secara seimbang dan proporsional
(10) Yang paling berperan anak bahagia dunia-akhirat adalah Ibu #Whew, berarti?. Jadi teringat petikan film di sctv-islam ktp, tak sengaja remote tiba-tiba mendarat begitu saja, lalu muncullah dialog antara anak-bapak-ibu, sang bapak mengatakan : “Surganya anak ada pada ibunya, surganya ibu (istri) ada pada suaminya, lalu sang anak bertanya pada Bapaknya “klo bapak surganya dimana?” surga bapak ada pada orang tuanya (termasuk mertua)”. Luar biasa, sederhana tapi sangat berisi. Teringat nasihat Bapak sendiri juga, saat ujian saya meminta beliau mendo’akan saya, lalu beliau pun menjawab “mintalah do’a sama ummimu, lebih mustajab” #my father is super.
(11) Memberikan keteladanan kepada anak-anaknya, karena tanpa keteladanan menjadikan orang tua tidak sukses mendidik anak-anaknya dan tidak berwibawa di hadapan anak-anaknya. Banyak orang tua yang bisa mengajar, tapi jarang yang bisa mendidik. Banyak orang tua yang menyuruh anaknya rajin membaca tapi orang tuanya sibuk nonton TV, ada juga orang tua yang menyuruh anaknya belajar mengaji tapi orang tuanya sendiri tidak pernah mengaji, ada juga orang tua yang menyuruh anaknya pintar memasak tapi orang tuanya sendiri goreng tempe saja gosong dan bisanya hanya bikin agar-agar  #nyengir simetris, banyak orang tua yang menyuruh anaknya rajin sholat tapi orang tuanya sendiri sholat suka mepet-dzuhur mepet ashar, ashar mepet maghrib, maghrib mepet isya’, isya’ mepet shubuh & shubuh mepet dhuha.
(12) Marahnya orang tua adalah pendidikan. Sekedar berbagi saja contoh riil dari ini : Bapak saya sangat marah besar jika saya tidak  ke masjid pada saat maghrib, segirang-girangnya bermain kalau sudah mendengar qiraah di masjid harus cepat-cepat pulang ke rumah-ambil mukena lalu ke masjid. Kalau saya absen di Masjid, Bapak saya mengatakan : “ayam saja maghrib pulang ke kandangnya, kamu gak malu sama ayam ya?” #diam, tertunduk & nangis (namanya juga anak kecil). Setelah maghrib dilanjutkan dengan pelajaran mengaji di rumah dan ini keharusan meski power rangers, satria baja hitam dan hulk sudah menunggu di TV, sering juga dilanjutkan dengan membaca sambil menghafal do’a pendek dalam sholat. Jika hal ini sudah dibiasakan sejak kecil maka akan menjadi kebiasan dimanapun anak itu berada. #my father is my tutor.
(13) Semoga catatan dan cerita singkat ini bermanfaat bagi orang tua sebagai pengingat dan bagi calon orang tua sebagai bekal. Semoga bisa mengajarkan dan mendidik anak-anak menjadi anak-anak yang sukses&mulia.
(14) Terimakasih Ustadz atas jawabannya, semoga bisa bertanya lagi dan jangan bosan-bosan dengan pertanyaan saya.

-Salam hormat&cinta untuk para orang tua-

About Is

Iis Rasjeed
This entry was posted in Islam. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s