Menikmati Proses

Alhamdulillah,

Jadi teringat cerita seorang teman : suatu ketika ada seorang murid melempari gurunya dengan batu, tentu saja atas perbuatan tersebut gurunya langsung memarahi dan menghukumnya karena telah membuat gurunya terluka, lantas terbesitkah sebuah pertanyaan dari seorang guru mengapa sang murid itu melemparnya dengan batu dan bagaimana proses batu itu sampai mengenainya. Sudut pandang yang kadang semakin menjauhi kita karena sering melihat sesuatu dengan asumsi yang terlampau instant dan cepat melebihi kecepatan cahaya. Asumsi dan persepsi pun hadir tanpa diundang dengan dibumbui keemosian, sebagai akibatnya bukan lagi penyelesaian yang timbul malah akan timbul permasalahan baru setelah sang guru memarahi dan menghukum muridnya tersebut.
****
Ditanya atau tidak ditanya masing-masing kita pasti memiliki masalah yang rumit dan sulit, ada yang masih belum terselesaikan, sudah terselesaikan atau sedang di keruwetan masalah tersebut. Masalah-masalah tersebut, mungkin biasa bagi anda dan luar biasa bagi saya dan sebaliknya. Dari hal ini saja sudah mengidentifikasikan bahwa manusia adalah mahluk unik, yang berbeda satu dengan yang lainnya, sampai masalah yang diberikan pun berbeda. Subhanallah, begitu adilnya Allah membagikan rahmatNya kepada para mahluknya. Dari keunikan masalah tersebut, masing-masing kita pun berkembang menurut proses yang kita alami. Bagaimana menyikapi masalah itulah proses yang sebenarnya, jadi yang sebenarnya masalah itu bukanlah masalah itu sendiri namun lebih kepada sikap kita terhadap masalah tersebut. Jika sikap kita negatif terhadap masalah maka masalah pun akan semakin mendekati titik-titik negatif yang lain, namun jika sikap kita positif terhadap masalah maka masalah pun akan menjelma menjadi rahmah dan maslahah yang terangkum dalam bait-bait hikmah.

Melalui sikap yang positif tersebut maka akan terbentuk proses yang positif juga, dengan proses yang positif maka akan selalu mengalami kemajuan bagi pengembangan diri kita. Kita tidak lagi bergerak mendekati koordinat negatif, tapi lebih progresif menuju koordinat positif yang dekat dengan kesuksesan dan kemuliaan. Itulah proses hidup, yakni sebuah proses untuk menggerakkan koordinat negative kita menuju koordinat positif, entah dengan menggunakan metode apa toh masing-masing orang memiliki keterampilan sendiri-sendiri dalam mendekati koordinat positifnya, banyak-banyaklah berdiskusi dengan nurani dan tanyalah hati!!!.

Proses selalu mengajarkan manusia menghargai dan mensyukuri kehidupan #bagi yang sadar, namun ada juga proses yang kadang menuntun manusia untuk semakin memperbanyak omong kosong, hidup penuh basa-basi dan semakin menjadi pecundang #bagi yang tidak sadar. Kesadaran dan tanggung jawab adalah bagian dari jawaban proses, semakin positif seseorang menyikapi proses maka kualitas kesadaran dan tanggung jawabnya pun semakin meningkat. Hal ini tidak perlu dituliskan dengan kata-kata, cukuplah dilihat dari keseharian dan kesederhanaannya dalam menyikapi setiap masalah karena hal kecil tidak perlu dikatakan dengan banyak kata-kata dan hal yang besar adalah tindakan&pembuktian. Setiap proses yang menenggelamkan dan membinasakan hidup manusia, saat itu pula akal sehat hadir dengan tawaran yang sangat sederhana : tinggalkan keluh kesah dan hargailah hidup serta lakukan hari ini. Maka diujung proses yang sebenarnya adalah munculnya ketakutan yang malu-malu; tapi itu sebenarnya adalah harapan yang tulus untuk tetap bertahan hidup dan terbebas dari keluh kesah serta menyalahkan orang lain.

Dan dalam proses yang dilalui setiap manusia pada dasarnya; mereka akan bertemu dengan banyak benturan, inspirasi, depresi yang itu semua adalah bumbu untuk mengantarkan dan memilihkan manusia untuk menjadi lebih matang dan sedap dari proses-proses sebelumnya. Itulah proses; bagian dari metamorfosis manusia sebagai mahluk, anak dari orang tuanya, warga Negara dari bangsanya, calon pendamping pemimpin masa depan, calon orang tua dari anaknya, calon kakek-nenek bagi cucunya dan jabatan “elite” yang lain yang peran dan kiprahnya sangat diperlukan bagi kemajuan agama, keluarga, masyarakat, bangsa dan Negara.

Rabb, jangan Engkau pikulkan kepada kami beban di luar kesanggupan kami
Yaa Rahman Yaa Rahim, janganlah Engkau sisakan kesulitan melainkan Engkau melapangkannya dan berikanlah kesudahan yang baik atas setiap urusan kami
Amin Yaa Mujib…

Ali bin Abi thalib berkata : “sesungguhnya hari ini adalah waktu untuk beramal, bukan untuk hisab. Dan kelak di akhirat merupakan waktu untuk hisab, bukan untuk beramal” (HR. Ahmad)

-Selamat Menikmati Proses-

 

 

 

 

 

About Is

Iis Rasjeed
This entry was posted in Ismi. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s