5 Rumus Tawakkal

Alhamdulillah,

Sehat tak sekedar berjalan dalam domain jasmani, rohani pun perlu disehatkan. Cara menyehatkan jasmani tentu saja dengan menggerakkan badan atau berolahraga secara teratur. Sedangkan bagi rohani ada beberapa macam, seperti : memberikan siraman rohani, meminta masukan orang lain, membaca buku positif, berinteraksi dengan orang lain dan lain-lain.

Kemarin, beberapa saat sebelum akan berangkat bersepeda pagi tiba-tiba terdengar suara lantunan dzikir yang dipandu oleh suara yang begitu familiar di telinga. Beliau adalah Ust.Arifin Ilham, saya pun bergegas ke kamar dan menyalakan TV. Rupanya sekeluarga diboyongnya, mulai dari orang tua-mertua, istri-anak. Dan yang lebih menarik lagi ternyata ada Aa Gym dan Hary Mukti juga. “Pagi yang berkah dan menakjubkan” ucap saya dalam hati. Aa Gym di tengah santer pemberitaan tentang perceraiannya dengan istri pertama hadir dengan begitu tenang. “Luar biasa memang” bahasa hati pun berujar, bisa setenang itu menghadapi badai. Maaf, saya sedang tidak ingin membahas pemberitaan tersebut, karena hal itu zona pribadi masing-masing orang, daripada salah ngomong dengan asumsi dan persepsi yang tidak mendasar lebih baik kita membicarakan hal yang lain saja.

Ini dia beberapa catatan pagi yang saya dapat dari sosok-sosok inspirator itu :

Rumus Tawakkal :

1. Hati harus tulus

  • Ketulusan diibaratkan seperti MATAHARI –> hanya memberi tak harap kembali
  • Gak ada urusan dengan penilaian orang
  • Tidak GR dengan pujian
  • Tidak down dengan cacian
  • Puji dan caci manusia seperti ember jatuh, ngedumbrang gitu aja
  • Kita dihargai bukan karena kemuliaan dan kebaikan yang kita lakukan tapi karena Allah yang senantiasa menutupi  aib kita
  • Mulia saja tidak cukup tanpa sukses, meski sukses material penting namun kesuksesan harus terus digali dari berbagai sudut pandang
  • Saat hati kita lurus maka akan diberikan kecerdasan menyelesaikan urusan dunia, lalu  Allah perintahkan dunia melayani dia

2. Ibadah harus bagus

  • Boleh jadi ibadah sudah banyak kuantitasnya : sholat wajib hadir terus berjemaah malah, tahajjud juga rajin, tilawah Ok juga, puasa sunnah apalagi. Tapi kenapa do’a tak kunjung diijabah? introspeksi kembali kualitas dan niat ibadah yang kita lakukan.
  • Teringat akan taushiyah Ary Ginanjar jika ibadah yang kita lakukan sering kali digunakan untuk menuhankan manusia atau materi, misalnya sholalat supaya rejekinya banyak, berjemaah ke masjid supaya bisa terlihat eksis atau terlihat baik oleh calon mertua. Padahal ibadah berguna untuk mendapatkan ridho Allah, bukan sekedar mendapat surga dan menghindar neraka.
  • Teringat lagi (barusan) akan taushiyah Ust.Haikal (pembimbing pada saat saya di Mekkah bbrp tahun yang lalu) bahwa masuk surga itu tergantung 2 hal : Ridho Allah dan syafaat Rasulullah #Shollallhu ‘Ala Muhammad
  • Semoga apapun ibadah yang kita lakukan semata-mata hanya mengharap ridho Allah. Saat saya menuliskan ini pun, saya bukanlah orang seperti yang saya tuliskan, semoga melalui tulisan ini bisa mengingatkan diri sendiri dan berbagi dengan orang lain supaya orang lain tak segan-segan mengingatkan saya.
  • Boleh jadi kita begitu dikenal dan dipuja oleh penghuni bumi, tapi dilaknat oleh penghuni  langit.
  • Meluruskan kembali ibadah kita
    ****
    (nah, Aa Gym penjelasannya hanya sampai di sini karena waktu sudah menujukkan jam 6, yang sisanya akan dilanjutkan pertemuan selanjutnya…)

3. Hidup harus lurus
4. Ikhtiar harus ikhlas
5. Taubat terus-menerus.

Meski sedikit, semoga bermanfaat.

About Is

Iis Rasjeed
This entry was posted in Islam. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s