Tamu Misterius Penebar Silaturrahim

Bismillah,

(a) Misterius menurut definisi personal sebagai seseorang yang baru atau belum pernah saya temui atau belum janjian juga untuk bertemu
(b) Hari minggu saya bersepeda bersama tante di wilayah persawahan yang bukan biasanya. Pulang-pulang bersepeda duduk-duduk di rumahnya sebentar dan datanglah satu per satu para sepupu yang juga ikutan nimbrung. Suasana tidak terkendali dan kami semua larut dalam canda tawa yang penuh kekeluargaan (= silaturrahim antar sepupu).
(c) Melihat waktu sudah jam 10-an, saya memtuskan untuk balik ke rumah dulu karena masih ada beberapa agenda yang mesti diselesaikan
(d) Dalam perjalanan pulang, tiba-tiba hadir sosok yang saya kenal (baca : ummi) dan mengatakan supaya saya cepat pulang ke rumah karena ada tamu dari Jakarta
(e) [sambil bertanya-tanya dalam hati : “siapa ya?”] perasaan saya tidak ada janjian sama mahluk Jakarta seorang pun. #menduga-duga curiga, jangan-jangan ngaku2 niy
(f) Ibu mengatakan bahwa ia bersama dengan temannya, saya makin heran dan semakin mempercepat langkah menuju ke rumah untuk melenyapkan rasa penasaran
(g) [Wow…kaget] Denny Aputra rupanya, junior saya sewaktu di MT sekaligus partner saya di forum alumni yang sama-sama belum pensiun sampai sekarang. Pertanyaan 1 yang muncul adalah “kok bisa nyampe sini, emang kgk nyasar apa”, responnya : “kan udah pernah ke sini bareng sama si cabay-adiknya dan fauzur, gampang kok ke sini tinggal lurus”, saya : “ouw ya ya, udh pernah ke sini, tapi tetep aja hebat gak nyasar”, sang teman pun merespon : “dia jago klo jalan, cepet afal”
(h) Melihat bahasa tubuhnya saya sudah tahu kemana permintaan mereka, yup bener “Bebek Sinjay”, setelah selesai mandi dan mengobrol sedikit di rumah kami meluncur ke sana dengan ditemani ibu saya juga
(i) Kemarin (12/01/2011) tiba-tiba ada nomer aneh masuk ke HP saya-seprovider dengan nomer GSM saya. Suaranya lemah lembut, lalu berteriak dan agak manja. Saya pun bertanya “ya, siapa ya?”, si nomer baru : “I….I….SSSSS”, saya:”ini Ratih bukan?”, si nomer baru : “iya kamu masih inget sama aku ya Is”, saya : “ya iya lah, emang gw apaan sampe kgk inget sama temen sndiri”, Ratih : “aku tuh sengaja beli perdana ini biar bisa ngomong sama kamu, terus bisa ngobrol lama”, saya [mendadak pengen pingsan dan terbang melayang] :”ya ampun Tih, segitunya, makasih banyak ya, aku juga kangen sama kamu”. Tak sampai 5 menit obrolan pun terhenti, bergantilah nomer 021, Ratih :”maaf is putus, pulsanya udh abis, aku pikir 3000 bs sampe ½ jam-an”, saya : “ya gak lah, ini kan jatuhnya interlokal”, Ratih : “gpplah aku pake yg cdma ini aja, sisa 16 ribu, aku abisin smua buat ngobrol sama kamu”, saya:”hahahaha, banyak duit niy, ntar deh aku beli perdana yang sama juga sama cdma-mu”. Ngobrol pun berlanjut sampai pulsa habis tanpa pamit dan tanpa salam penutup. Mau nelpon lagi  rasanya pulsanya sudah RIP akhirnya terkirimlah sms dari nomer gsm-nya:”huaa..pulsa esiaku 16rb jg langsung ludes,he2. Br jg brp menit. Yo wiss, kpn2 dsambung lg dah. Minimal ngidam denger suara kamu dah tersalurkan, Hahhaa. Thx ya is.Salam sukses, wkwkw😀.”
(j) [Whew…kok ngidamnya suara saya, kasian juga bayinya] any way, terimakasih kembali teman, semoga anakmu menjadi anak yang sholeh atau sholeha. Kalau ngidam lagi tolong dialihkan ke yang lebih baik aja …J.
(k) Hari ini, sepulang dari sholat Isya’ di Al-Falah, saya berpapasan dengan seseorang yang terlihat baru keluar darri pintu gerbang rumah. Dari gayanya bersepeda, saya pikir Tohir (tukang yang kemarin bekerja di rumah ), pas mau menyapa ternyata tidak ada tanda-tanda ketohirannya. Kami pun hanya saling melihat sekilas saja.
(l) Tak beberapa menit, pada saat saya ingin melepas mukena di dalam rumah, hadir sosok yang tidak saya kenal dengan mengenakan kopyah dan memlihara jenggot. “ini rumahnya Jun ya, Jun-nya ada, ini adiknya Jun ya?” katanya, saya :”Wah mas Jun udah jarang banget di sini, ya saya adiknya, siapa ya?” (dengan bahasa halus madura yang patah-patah), dia: “saya temennya, Qomar”, (saya dan sang tamu masih saling berdiri dan wawancara satu sama lain), saya: “temen apanya ya?”, dia:”temen SDnya dulu”, saya[luar biasa wal super]: “silahkan duduk dulu mas, sy coba hubungi dl sama abang mungkin dia bs dihubungi”, Alhamdulillah telpon pun nyambung dan mengobrollah mereka berdua dengan saling bertanya kabar masing-masing. Ummi pun keluar, dan langsung berkata:”ouw kamu ya?”, saya terheran-heran karena rupanya Ibu sudah mengenalnya lalu saya pun bertanya “emang kenal ya Mi?”, Ummi:”iya dia kan orang sini juga, rumahnya di kampong x anaknya Bapak y, yang di deket yang PLN itu, masak gak tau?”, saya : “geleng-geleng kepala aja”. Kami pun mengobrol bertiga.
(m) laki-laki beranak 1 yang masih berumur 3 bulan ini pun menjelaskan maksud kedatangannya ke rumah :

– Jadi maksud kedatangannya adalah sekedar untuk silaturrahim karena dia mempunyai agenda per harinya melakukan silaturrahim dengan 2 orang.

– Muncul pertanyaan saya : “kenapa mas Jun yg dikunjungi?”, dia pun menjawab : “tadi malam saya mimpi Jun pake sorban”, saya:”alhamdulillah, klo gak mimpi, pasti bukan ke sini ya targetnya”

– Da’i muda itu pun melanjutkan lagi penjelasannya : silaturrahim bagian dari melestarikan agama. Jadi perlu dibedakan antara melestarikan dan menjaga agama. Membuka sekolah, membangun masjid, madrasah itu bukan bagian dari melestarikan agama, tapi bagaimana menjaga agama supaya tidak kepanasan, kedinginan dll.

– Kegiatan keagamaan seperti ini memang tidak menghasilkan uang, tapi dengan kegiatan semacam ini nilai-nilai agama bisa dilestraikan, saya memang melakukannya dari yang terdekat dulu, mulai dari keluarga dan tetangga serta teman-teman sekolah. Sama seperti Jun (merujuk dari cerita ummi beberapa menit yang lalu tentang putra mahkotanya itu) yang banyak memberikan pelayanan, bukan surga yang didapatnya tapi Allah-lah yang akan didapatkan. Subhanallah………pencerahan di malam Jum’at

– Baru kali ini penerima tamunya wanita, karena yang menjadi target saya adalah laki-laki. Karena laki-laki yang baik akan mampu menjadi pemimpin yang baik bagi kelurganya sehingga menyebarkan kebaikan kepada keluarganya, dengan demikian menjadi kehidupan masyarakat menjadi semakin baik lagi. Jadi ada 2 macam da’i menurutnya : da’i laki-laki dan da’i wanita. Da’i laki-laki yang nantinya mengingatkan istri-anaknya (keluarganya), dan da’i wanita yang nantinya mengingatkan suami-anaknya (keluarga) menuju kebaikan /* Astaghfirullah,  dari tadi malam topiknya tak jauh-jauh dari kehidupan rumah tangga, yang ini membangun silaturrahim..yang kemarin malam membangun keharmonisan dan kerukunan rumah tangga, klo 2 topik ini dikombinasikan kira-kira jadi menu apa ya?

(i) Simpulan : kadang-kadang kita tidak pernah tahu dan di luar kuasa kita bagaimana cara Allah mengajarkan dan mempertemukan kita dengan tamu-tamu misterius yang mampu menebarkan dan menumbuhkan benih-benih silaturrahim. Temans, terimakasih banyak atas kunjungan dan sua-nya semoga menjadi pengikat bagi kita semua untuk menjaga persaudaraan ini dengan sebaik-baiknya seperti halnya yang sudah dicontohkan oleh kaum Ashar dan Muhajirin. Saya do’akan semoga kalian semua mendapatkan keberkahan, kelancara, dan kesuksesan dunia akhirat…Amin yaa Mujiib.

(j) Tamu misterius yang selanjutnya akan mendapatkan piring cantik atau semangkok bakso gratisan….let’s see, kira-kira siapa ?. Yuk mari merefresh kualitas silaturrahim kita kembali # Tekan F5 Pilih  Silaturrahim.

Semoga bermanfaat.

Alhamdulillah,

-Salam Silaturrahim-

About Is

Iis Rasjeed
This entry was posted in Islam. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s