[Hosh,,,Hosh,,,Hosh] Bersepeda ke Suramadu

Alhamdulillah,

Kiri Kanan Kulihat Sawah Banyak Padi2nya

Setelah sekian lama mendambakan bersepeda dengan track Suramadu, sore ini terwujud juga. Hal ini berlangsung tanpa perencanaan. Sore tadi setelah nonton TV dan ketiduran akhirnya memaksa badan untuk berolah raga. Setelah mencuci muka dengan hanya menambahkan jaket dan bergo saya keluar rumah untuk menggoes sepeda kesayangan. Melewati dapur, terlihat botol minum yang biasanya nongkrong di sepeda yang sedang terbujur kaku di tempat piring. Saya pun meraihnya dan mengisinya dengan air mineral kemudian saya tempelkan di sepeda. Sepatu dan kawannya pun dikenakan dan saya siap menuju jalur biasanya.

Saya pun keluar pagar rumah dan mengayuhkan sepeda dengan tujuan sawah. Pada saat sampai di belokan depan rumah, tiba-tiba terlihat sorang sepupu saya yang memang rutin bersepeda setiap hari di pagi dan sore hari. Saya pun menyapanya dan mengikuti rutenya karena selama ini memang belum terealisasi bersepeda sore bersamanya.

Di jalanan sekitar rumah kami belum memutuskan akan kemana, yang jelas biasanya si sepupu tersebut ke daerah Petemon. Namun karena bersama saya, ia pun mengalihkan arah ke Suramadu. Dia meminta persetujuan saya dan tentu saja dengan senang hati dan hati lapang serta lapang pikiran saya menerima tawaran tersebut.

[WOW…Indahnya Suramadu di sore hari] di kanan kiri sawah menghijau, langit membiru dan burung-burung berbaris dengan teratur menuju tempat peraduannya setelah seharian mencari nafkah. Suatu lukisan alam yang benar-benar dahsyat dan sempurna. Suasana di jalanan pun cukup ramai dan sempat juga digoda oleh pengendara yang lain. Tapi ya sudahlah, tak usah ditanggapi anggap aja angin lalu.

Berangkatnya memang menyenangkan, pulangnya juga menyenangkan tapi sampai di tengah perjalanan dalam jalur Suramadu napas agak ngos-ngosan karena ternyata rutenya cukup jauh meski tak sampai menembus gerbang tol Suramadu. Mau berhenti nanggung, tak berhenti juga gimana. Solusinya adalah mengayuhkan sepeda dengan diperlambat beraturan dan konfigurasi gigi sepeda diatur menurut kenyamanan jiwa dan raga (sebelah kiri 2 dan kanan 5).

Karena sudah ngos-ngosan tingkat tinggi saya minta berhenti dulu. Kami pun meminggirkan sepeda dan kami turun dari sepeda masing-masing duduk beberapa detik di sebuah warung, dan saya mengambil botol minum yang nempel di sepeda dan meminumnya. [Glek…Glek…Glek] segernya dan terimakasih Yaa Allah.

Setelah minum kami melanjutkan goesan kami untuk cepat sampai ke rumah sebelum maghrib.

What a Wonderful Cycling, Cinta Sepeda,,,Cinta Madura, Cinta Indonesia. Semoga TIMNAS menang dalam leg kedua dengan Filiphina. Go go My TIMNAS. Bangkitlah Timnasku, Terbanglah Garudaku.

About Is

Iis Rasjeed
This entry was posted in Ismi. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s