Makin Mengagumi BJ Habibie

Alhamdulillah,

Setelah beberapa menit yang lalu membaca twitter dan terpesona dengan tweet-tweet, sampailah pada tweet yang rupanya pengungkapan kembali dari apa yang sudah disampaikan oleh mantan presiden RI ke 3 untuk sang istri.

Jamannya search engine, dicarilah referensi yang lain dan aha!!! BJ habibie tak disangka begitu romantis dan dalamnya mengungkapkan perasaannya untuk sang istri. Keindahan puisi tak hanya terletak pada kata-katanya namun lebih kepada apa yang telah terbukti dari kata-kata tersebut. Berikut hasil copas yang saya dapat dari beberapa sumber yang semakin menambah kekaguman saya pada sang pembuat pesawat tersebut (“semoga bisa meneladani kebaikan dan keberhasilan yang telah beliau persembahkan”)

1.) http://politik.kompasiana.com/2010/05/23/kuntum-cinta-habibie-untuk-ainun/

Pada tahun 2006, saya mengikuti seminar yang diadakan Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) di kantor BPPT Jakarta, di mana Habibie menjadi keynote speaker. Saya masih ingat betul bahwa saat itu, Habibie datang ditemani Ainun. Bahkan di saat usai berceramah, di saat semua wartawan datang merubunginya, ia masih mencari-cari di mana Ainun. Pada saat seorang wartawan bertanya tentang pendapatnya atas situasi di Timor Leste, Habibie hanya menjawab singkat. “Maafkan, saya sedang mencari di mana mantan pacar saya. Mana Ainun? Saya belum pernah pisah dengan Ainun. Mana Ainun?”

Di saat-saat seperti itu, ia masih mengingat Ainun. Saya hanya bisa menduga-duga. Bahwa habibie dan Ainun telah begitu banyak melewati berbagai macam pengalaman -baik yang menyenangkan maupun tidak. Sehingga di saat usia kian menua, mereka kian dekat dan tak mau berpisah barang sedetikpun. Saya yakin, kuntum-kuntum cinta yang pernah mereka tanam di masa muda, telah mekar dan harumnya semerbak hingga di saat usia mereka kian menua. Itulah digdayanya kuntum cinta.

2.) TEMPO Interaktif, Jakarta

Mungkin inilah kisah cinta abadi pada abad ini. Bacharuddin Jusuf Habibie menginspirasi ribuan mungkin jutaan orang tentang makna sebuah cinta yang begitu tulus.

Kata-kata terakhir Habibie, di depan jenazah istrinya, Hasri Ainun Habibie, telah menegakan bulu roma, membasahi mata, menyesakkan dada.“Saya dilahirkan untuk ibu Ainun, dan ibu Ainun dilahirkan untuk saya,” tutur Habibie. ”Ainun, saya sangat mencintaimu. Tapi Allah lebih mencitaimu. Sehingga saya merelakan kamu pergi.”

Kini, kata-kata itu menjadi topik yang paling banyak dikomentari di situs jejaring sosial Twitter.

3.) Ini dia puisinya yang banyak beredar di beberapa situs dan blog, selamat membaca dan menikmati :

Sebenarnya ini bukan tentang kematianmu, bukan itu.
Karena, aku tahu bahwa semua yang ada pasti menjadi tiada pada akhirnya,
dan kematian adalah sesuatu yang pasti,
dan kali ini adalah giliranmu untuk pergi, aku sangat tahu itu.

Tapi yang membuatku tersentak sedemikian hebat,
adalah kenyataan bahwa kematian benar-benar dapat memutuskan kebahagiaan dalam
diri seseorang, sekejap saja, lalu rasanya mampu membuatku menjadi nelangsa
setengah mati, hatiku seperti tak di tempatnya, dan tubuhku serasa kosong
melompong, hilang isi.

Kau tahu sayang, rasanya seperti angin yang tiba-tiba hilang berganti kemarau
gersang.
Pada airmata yang jatuh kali ini, aku selipkan salam perpisahan panjang,
pada kesetiaan yang telah kau ukir, pada kenangan pahit manis selama kau ada,
aku bukan hendak megeluh, tapi rasanya terlalu sebentar kau disini.

Mereka mengira aku lah kekasih yang baik bagimu sayang,
tanpa mereka sadari, bahwa kaulah yang menjadikan aku kekasih yang baik.
mana mungkin aku setia padahal memang kecenderunganku adalah mendua, tapi kau
ajarkan aku kesetiaan, sehingga aku setia, kau ajarkan aku arti cinta, sehingga
aku mampu mencintaimu seperti ini.

Selamat jalan,
Kau dari-Nya, dan kembali pada-Nya,
kau dulu tiada untukku, dan sekarang kembali tiada.

Selamat jalan sayang,
Cahaya mataku, penyejuk jiwaku,
Selamat jalan,
Calon bidadari surgaku ….

***

Semoga tulisan ini menjadi inspirasi bagi kita semua untuk menjadi lebih baik lagi. Dan juga do’a bagi ibu Hasri Ainun “semoga semual amal kebaikannya di terima di sisi Allah SWT serta mendapatkan rahmat dan syafaatNya”…amin yaa Rahman yaa Rahim

 

About Is

Iis Rasjeed
This entry was posted in Ismi. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s