Di Sekitaran 1 Syawal 1431 H

Bismillah,

Momentum pelepasan Ramadhan ditandai dengan genderang takbir di masjid-masjid. Rasa sedih pun bersarang dalam diri karena harus menjauh lagi dari suasananya. Diri pun mesti dipaksa untuk berusaha menjaga suasana yang pernah diraih di bulan itu dengan menjaga nilai-nilai kebaikan yang sudah pernah didapat. Di penghujung Ramadhan, seperti biasa melangkahkan kaki ke masjid untuk sholat maghrib berjemaah. Meski tanpa tarawih, tetap merindukan suasana tarawih dengan imam yang beraneka ragam pembawaannya dari yang patas (cepat terbatas), biasa saja dan sangat pelan, serta iringan bilal yang cukup bervariasi juga dimulai dari yang respon yang sangat histeris, dalam hati bahkan respon dalam respon. Detik-detik pemukulan takbir pun akan dimulai dan anak-anak kecil pun menunggu di kubunya masing-masing, ada yang di kubu mic yang bertugas menyuarakan dan menyebarkan lafal takbir, dan kubu lain bertugas memukul tanjidor dengan gayanya masing-masing.

Benar-benar masa kecil yang menyenangkan, dan masa itu dipastikan tak akan terulang lagi sehingga senakal apapun tingkah pola mereka biarkan saja mereka melakukan yang mereka suka asalkan tidak destruktif. Saya pun melihat mereka lebih dekat dengan tatapan andaian “andaikan saya bisa kembali seperti mereka” dan rasa bangga karena anak sekecil itu sudah begitu semangatnya untuk bertakbiran.Menghampiri mereka dan melebur bersama mereka.

1. Bermalam takbiran bersama anak-anak kecil di Al-Falah

Action dulu yuk di kamera sebelum Isya'

Dor Dor..tek tek

Kubu 1 dan 2 Gabung dulu!!!prak-prak

Setelah menunai sholat isya’, kembali ke rumah dulu untuk melanjutkan ifthar dan beberapa saat setelahnya menghidupkan sepeda motor untuk keluar rumah dalam rangka menikmati aroma kelezatan malam syawal. Hanya melihat sekilas dan mampir sebentar di rumah sepupu untuk salam sapa kemudian kembali ke rumah untuk menyapu dan beres-beres supaya paginya tak disibukkan oleh ritual tak penting beres-beres.

Paginya sholat Shubuh di masjid dan kemudian meletakkan sajadan dan “dibooking” untuk sholat Id supaya tak ditempati orang lain. Posisi pun dipesan untuk saya dan ibu saya. Ternyata ibu pun membawa sajadah untuk diletakkan. Sewaktu akan menghamparkan sajadahnya saya katakan pada beliau bahwa saya sudah mengambilkan posisi untuknya, dan ternyata naluri ibu jauh dibandingkan saya dengan mengatakan bahwa sajadah yang ini persiapan untuk kakak siapa tahu nanti pagi datang (hufff, kasih Ibu memang sepanjang masa, karena pikiran saya dia tidak akan datang hari ini).

Rencananya semalam, sebelum sholat Id mau beziarah dulu ke kuburan Bapak dan Kakek-Nenek serta keluarga yang lain. Hal ini seperti gaya Bapak saya dulu saat-saat perayaan hari raya. Setelah Shubuh sudah siap semua dan dilanjutkan ziarah kemudian berangkat ke masjid untuk menunaikan sholat Id, pulang sholat Id biasanya makan dan menunggu para tamu datang. Rupanya saya belum bisa meneladani gaya beliau yang seperti itu karena ada saja “ritual” yang mesti saya kerjakan, yang saat ini adalah sebelum  membersihkan diri saya membersihkan kamar mandi dulu jadi waktunya banyak tersedot di sini.

2. Alhamdulillah sholat Id (lagi) di Masjid Besar Al-Falah dengan di samping kiri adalah Ibu saya dan di belakang saya adalah sepupu saya yang tadinya nyaris tidak dapat tempat di shaf terdepan namun karena kakak tak datang saya pun memanggilnya saat langkah kakinya beranjak dari pintu yang menuju shaf terdepan. Di depan agak ke kanan sana ada bulek saya dan anaknya. Posisi yang berkah karena jarang-jarang juga seperti ini formasinya. Kami pun bisa mendokumentasikannya.

Ciuman tangan pertama pun untuk salam-salaman adalah untuk seorang jamaah yang berada persis di sebelah kiri saya. “Ummi, mohon maaf lahir dan batin ya”. “Yaa Allah, tolong sampaikan salam saya untuk Aba saya…Minal Aidzin Wal Faidzin juga”. Kesedihan itu pasti ada, tapi untuk mempromosikannya rasanya tak perlu biarlah Allah yang tahu dan hati yang menjadi saksinya.

Ummi, Nurul, Fifin dan Bu Jum

(ki-ka) Ummi, yaya,fifin,lek Nur, Ibu sapa ya namanya?

Oooopsss, setelah beberapa sepupu saya akan kembali ke rumah masing-masing muncullah seorang laki-laki dengan gaya yang khas, siapa lagi kalau bukan Om Pepen yang oleh beberapa murid saya dijuluki dengan jenggot api karena jenggotnya yang dicat pirang.

Barengan Om Jenggot Api

3. Sepulang dari masjid kemudian makan dulu di rumah lalu berziarah ke kuburan Bapak, Kakek-Nenak dan keluarga yang lain. Allahummaghfirlahum Waa ‘Afihum Wa’fuanhum.

Bapak berdampingan dengan Ibunya

Masih dalam satu kompleks, Kuburan kakek-nenek-buyut dan anggota keluarga lain (Dari Ibu)

4. Silaturrahim dan bersalam-salaman ria bersama para keluarga dan tetangga. Sesi yang paling ditunggu-tunggu oleh para sepupu  (dari Ibu) adalah “kapan saya meminta mereka untuk berpose dan menempati posisi/formasi”, seperti biasa di penghujung acara (saat-saat mereka akan berpamitan dari rumah) itulah sesi pose dan formasi.

* Yang Ibu-ibu (sudah tua) duduk di kursi, Bapak-bapaknya di belakang mendampingi, dan yang muda-muda (anak kecil) di depan. Kamera….Action!!!!

Maap, Halal Bihalal Keluarga yang Resmi Masih Belum Terwujud

Targetnya selanjutnya adalah silaturrahim ke keluarga kakek barengan gerombolan sepupu menuju kampung sebelah yang berjarak beberapa desa dari kampung saya. Kami pun berkonvoi menuju ke sana dan ahaaaa!!! rupanya pemandangannya sangat bagus di sana dengan nuansa alam yang masih kental. Jepreeet!!!

Ke tengah lagi bisa nyemplung, tapi ada teratainya

Masih saja ada Gardunya

Family is Quite Pricelss Things

Alhamdulillahirabbil’alamin for these

Hope could keep it well.

About Is

Iis Rasjeed
This entry was posted in Ismi. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s