Memaknai Kemenangan di 1431 H

Alhamdulillahirabbil’alamin Yaa Mutakabbir,

Allahu Akbar Walillahil Hamd

Gema kebesaranMu bergemuruh menghentakkan seluruh negeri, Lafadz takbir berkumandang mengagungkan dan mengakui kebesaranMu. Bertasbih apa-apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi.

Tanpa terasa Ramadhan 1431 H telah berlalu dan meninggalkan banyak cerita, hikmah dan kenangan. Andaikan boleh meminta untuk dimundurkan lebarannya dan diperpanjang Ramadhan, betapa senangnya. Tapi hidup bukanlah pengandaian dan angan-angan kosong yang dibangkitkan oleh Syaithan, hidup adalah sebuah realitas yang sudah ditentukan dan ada batasannya. Apapun aroma lebarannya, ramadhan telah berlalu dan harus siap dengan segala hal yang sedang dihadapi. Suasananya pun mulai meredup seiring dengan meredupnya gema takbir di masjid-masjid. Astaghfirullah, syawal-syawal sebelumnya begitu sempitnya dimaknai…masih dengan baju baru, mukena baru, sandal baru, jilbab baru dan segala material yang baru yang hanya sekali duduk sudah tak bernilai. Alhamdulillah, di syawal ini ada banyak hal-hal baru yang didapat, sehingga euphoria dengan memburu material baru tak menjadi prioritas. Bukan saatnya lagi untuk memikirkan mengenakan baju baru merk apa dan beli dimana, tapi yang lebih penting adalah bagaimana membekali diri untuk 11 bulan ke depan dengan hal-hal dan nilai-nilai yang sudah didapat selama kuliah 3 semester di kampus Ramadhan.

Tersungkur dan menangis di hadapan Allah adalah hal yang biasa karena kita adalah manusia yang lemah dan tak berdaya dengan segala problematikan kehidupan, biarkanlah Ia yang mengatur dengan sebaik-baiknya dan kepadaNyalah semua bergantung. Kita bukanlah anak kecil lagi yang senantiasa menangis apabila keinginan tidak dikabulkan. Memang begitulah episode demi episode hidup tercipta, untuk mengembangkan narasi kesabaran dan keikhlasan kita agar tak berkutat di sekitar itu-itu saja. dan dengan yang itu-itu saja. Menang untuk hal yang kita panjatkan dan harapkan adalah biasa karena bukankah Allah telah berjanji “Berdo’alah, pasti akan diperkenankan”, namun menang untuk hal-hal yang keluar dari harapan dan keinginan adalah lebih luar biasa karena di situlah nikmat Allah ditambah dan kadar keimanan pun semakin dinaikkan levelnya…”Maka Nikmat TuhanMu yang manakah yang kamu dustakan? “.

Semoga di bulan yang fitri ini, kemenangan menyelimuti kita semua, baik kemenangan hati maupun kemenangan harapan. Senantiasa menjadi manusia yang bersyukur dan terus berusaha mengamalkan nilai-nilai ramadhan di 11 bulan berikutnya secara sadar dan tanpa paksaan dari pihak manapun. Tersimpan beberapa hal dalam keberlaluan ramadhan, seperti :Semangat baru, Impian terwujud, Do’a diijabah, Semakin berhati-hati, Keberkahan dalam tiap hal, Pembaharuan niat serta Kesempurnaan dalam ikhtiar dan beberapa hal yang tertinggal di hati dan pikiran yang silap untuk diungkap.

Sering terungkap pembenaran

Namun sangat jarang mengakui kebenaran

Tabir kemunafikan dan kedzaliman pun sudah menyelimuti diri

Jika buka karena RahmatMu, tak akan bisa meraih ini semua

Jika bukan karena maghfirahMu, mana mungkin merasakan nikmat yang banyak ini

I’tikaf, tadarruss dan sedekah kami tak seberapa Yaa Wahhab jika dibandingkan pemberianMu yang luas

Maafkanlah kami Yaa Rabb, Maaf Lahir dan batin

Maafkan saya buat semuanya, baik kata maupun sikap serta tulisan yang kurang berkenan

Semoga kemenangan bisa kita raih bersama-sama

-Happy IED 1431 H dengan segala aromanya-

About Is

Iis Rasjeed
This entry was posted in Islam. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s