3 Jenis Orang Tua

Alhamdulillah,

“Di samping Raudah di Medinah, dalam majelis ilmu/dzikir pun mengandung raudah (taman surga), kunjungilah dan dapatkan hikmah kehidupan di dalamnya”

Judul ini berangkat dari kehadiran saya di sebuah acara pengajian rutin di dekat rumah, dikarenakan bulan Ramadhan sehingga acara pengajiannya pun diganti menjadi hari minggu pagi setiap minggunya.

Menurut sang ustadz yang mengisi pengajian yang merupakan jawaban atas pertanyaan seorang jemaah, orang tua ada 3, yaitu :

1. Yang melahirkan kita

2. Guru

3. Mertua

Kenapa ada Guru dan Mertua di dalamnya. Yang saya ingin jelaskan Guru saja ya, karena kalau mertua saya masih belum berpengalaman nantinya asal ngomong lagi isinya, ada baiknya ditanyakan langsung ke yang sudah banyak makan asam garam. Belum semua orang tua (baca : yang melahirkan, membesarkan dan menafkahkan kita) bisa menjadi guru buat anak-anaknya. Sehingga peran guru sebagai orang tua pun memberikan pengaruh yang sangat besar dalam membentuk dan membangun karakter anak. Tapi ada juga beberapa orang tua yang mampu menjadi guru buat anak-anaknya walaupun tidak 100 %, tentunya pendekatan yang digunakan adalah silabus kehidupan dan kurikulum pengalaman. Tak usah jauh-jauh, lihatlah orang tua kita sendiri saja, yang mengaajarkan kita pekerjaan rumah, tanggung jawab, mengaji dan membaca serta menggali hidup, disiplin diri, do’a dan sholat, bagaimana bersosialisasi dan berkomunikasi dengan orang lain, dan banyak hal lain. Jadi pertanyaannya adalah “Sudah mampukah dan siapkah kita menjadi orang tua sekaligus guru bagi anak-anak kita?”, jika sudah maka jadikanlah anak-anak itu sebagai busur masa depan yang siap pakai dan sanggup memberikan perubahan untuk sekitar, jika belum maka turunkan ego dalam memainkan peran baik sebagai orang tua atau guru untuk selalu belajar memahami bahasa anak-anak yang sering susah dikonversi dengan perangkat modern…hanya bahasa hati yang mampu memahami bahasa mereka, karena apa yang mereka inginkan pun sebenarnya sangat sederhana dan tidak berbelit-belit seperti halnya pikiran kita yang senatiasa dililit benang kusut.

Cukup mungkin bahasannya tentang Guru, kalau ada yang perlu ditambahkan silahkan didiskusikan dengan teman-teman yang lain baik secara online maupun off line. Sekarang melanjutkan pembahasan sang ustadz lagi, bagaimana cara berbakti ke orang tua-orang tua tersebut di atas :

– Ketahuilah bahwa berbakti ke orang tua tidak selalu identik dengan materi.

– Tidak punya apapun yang penting sambung rasa (silaturrahimnya terjaga).

– Peduli dengan keadaan mereka, walau dengan hanya menanyakan “apa kabar?, sehat?, kenapa?, sakit apa?”, pertanyaan sederhana nan singkat namun memberikan dampak yang dahsyat bagi kejiwaan dan hati orang tua. Betapa bangganya jiwa beliau saat dipedulikan oleh anak-anaknya dan betapa senang hatinya saat ditanyakan hal yang sederhana.

– Jangan pelit-pelit dan suka perhitungan sama orang tua, berilah walaupun hanya separuh biji kurma.

– Ucapkanlah yang baik-baik dan menyenangkan (wah…on learning klo yang begini, klo sedang emosi biasanya bisikan setannya sadis abis…Astaghfirullah).

– Jangan mengatakan apapun (keep silent please = diam aja gitu) jika apa yang akan kita katakan menyakitkan (astaghfirullah, klo sudah angkara murka mulut rasanya kayak makan cabe rawit beratus-ratus biji, Yaa Shobbur berikanlah kesabaran untuk mengendalikan emosi dan keegoisan ini).

– Menghadapi orang tua dengan senyuman (pokoknya susah senang tersenyum aja deh, kalau kata nyanyian : tersenyum pada saat senang merupakan indikasi kebersyukuran, dan berusaha tersenyum pada saat susah menandakan kesabaran).

Sekian dulu bagi-bagi ceritanya, semoga bermanfaat tidak hanya untuk diri sendiri tapi juga bagi yang lain. Maaf kalau ada hal yang mungkin kurang berkenan atau salah.

About Is

Iis Rasjeed
This entry was posted in Islam. Bookmark the permalink.

3 Responses to 3 Jenis Orang Tua

  1. Is says:

    Maaf, sy kurang gitu dalem klo mslh hadits2an, thx ya udh berkunjung

  2. Bang Deny says:

    Mungkin Komen saya ini tidak bermanfaat, tapi lanjutkan…!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s