Whew, Helmku Ilang di Kondangan

Assalamu’alaikum dan Selamat beraktivitas buat semuanya !!!,

Alhamdulillahirabbil’alamin atas nikmat pagi ini, nikmat sehat sehingga bisa mencuci kembali setelah beberapa minggu absen dikarenakan tidak boleh terlalu sering menyentuh air, nikmat makanan yang dikirimi tetangga yang menjadi santapan pagi sekaligus siang…urap-urap+gigitan cabe+telor dadar+ikan asin yang ditepungi+daging, lagi-lagi yang namanya gratisan itu memang AJIIIIIBBBB. Sebelum memindahkan pirin ke belakang, absen dulu di sini supaya membiasakan jari-jari dan pikiran untuk terbiasa menulis walaupun dengan kalimat yang sederhana dan topik yang abra kadabra.

Tadi malam, bertempat di gedung Merdeka (dulunya bernama Rato Ebu) saya bersama Ibu menghadiri resepsi pernikahan salah seorang teman SD-SMP sekaligus tetangga saya. Saya memarkirkan motor saya di sebuah sekolah SMP di seberang gedung. Saya mengenakan helm half-face berwarna hitam dan ibu saya mengenakan helm cetok warna kuning. Saya letakkan helm saya di kaca spion, sedang helm yang sudah dikenakan oleh Ibu saya gantung di sepeda motor. Tak biasa, karena biasanya saya meletakkan helm di dalam jok. Kondisi parkiran yang super padat dan jam yang berputar kencang membuat saya cepat-cepat masuk ke dalam gedung.

Syukurlah, di depan pintu masuk saya bertemu dengan guru SMP saya, pastinya mereka tidak mengenali saya, tapi ingatan saya masih tajam dengan wajah dan gaya beliau-beliau karena kebetulan orang tua teman yang resepsi ini dulunya adalah kepala sekolah SMP dimana saya bersekolah dulu. Dan saya baru ingat di resepsi setelah bertemu para guru bahwa tuan rumah resepsi adalah mantan kepala sekolah saya. Saya pun sungkeman dengan kedua ibu guru yang hampir menghilang dari hadapan saya dengan mempercepat langkah kaki supaya tak kehilangan momen dan barokah. “Eh kamu ya?” kata seorang guru yang di depan, saya hanya menjawab : “iya bu”, kemudian saya lanjutkan sungkeman ke belakangnya lagi : “siapa ya?”, saya : “ini saya bu (sambil menyebut nama saya”. Ibu pun kebingungan karena saya tak di sampingnya, ahaaaa!!!! saya berada di depan beliau ternyata, kami pun menuju ke dalam gedung untuk mencari posisi yang kosong, di tengah pencarian kami terdengar panggilan nama saya dari seorang teman, saya pun menoleh, dan ternyata si emak-emak yang tadi mengajak saya naiik motor bersama namun saya tolak karena saya mau barengan ibu saya. Kami pun duduk di situ dan ASTAGA…kursinya ditempati tentengan kue orang dan ada kursi yang patah kakinya tetap saja dipajang. No matter lah, di sebelah saya tempat berdiri ada tumpukan kursi yang banyak yang belum disebar, tumpukan yang tingginya lebih dari tinggi badan saya bisa juga saya raih kursinya…satu buat ummi dan satu lagi buat anaknya yang dengan pede jayanya mengambil kursi itu, kayaknya anaknya ini memang suka bikin yang aneh-aneh…hehehehehehe.

Saya berdempetan dengan teman saya, dan umi saya duduk di depan deretan kami, karena hujan dan di deretan kami teropnya tak sampai. Saya pun langsung berpindah ke atas yang merupakan bagian luar dari bangunan gedung, teman saya dengan gayanya yang jaim masih enggan berpindah karena tak terkena tempiasnya katanya, saya nyengir aja dan dalam hati berkata “liat aja…ntar juga pindah, udah tau hujan begitu sempet2nya jaim,cuek aja lagi, lagian gak tiap hari juga ktemu sama tetamu itu”. Benar tuh, setelah beberapa detik dia pindah ke atas dan kami pun curhat-cerita bersama.

Acara resepsi selesai pada saat mempelai sudah berada di depan pintu keluar gedung, kami pun bersalaman dan setelahnya masing-masing berpencar menuju lokasi parkiran kendaraan. Ibu saya menunggu di depan dan saya masuk ke dalam lokasi parkir yang meminjam area sekolah tersebut. Padat merayap dan muaccceeet poll, saya mencari si kuning dan dapat juga. Buka jok…ambil jaket dan kemudian pasang jaket ke badan. Selanjutnya mengenakan helm, dan apa yang terjadi? helm yang tercangklong di spion si kuning raib begitu saja, “yah..helm ilang deh, salah ngambil kali niy orangnya, ya sudahlah helm ini” dalam hati saya. Karena terasa kurang lengkap rukunnya kalau tak mengenakan helm, saya pun mengenakan helm kuning yang tadi dipakai ibu.  Mau keluar dari lokasi parkir serasa ada di Jakarta saja penuh kemacetan dan hiruk pikuk orang. Terdengar ada yang memanggil nama saya, ya ya ya itu tante saya (adiknya Ibu), saya diminta barengan bersamanya, kelamaan anak semata wayangnya saja baru mau mengeluarkan motornya. Saya membalas sapaannya dan mengatakan dengan menunjukkan ke helm saya bahwa helm saya hilang. Sapaan saya terdengar oleh seorang laki-laki yang mengenakan sarung plus kopyah (bergaya santri/kyai) yang juga tamu undangan dengan mengatakan “itu bukannya hilang tapi sengaja diambil”, saya membalas pernyataannya dengan tersenyum dan mengatakan “iya yah?”.

Keluar juga dari tempat parkir, Ibu menunggu di depan sebelah kiri, dan kami pun menuju ke rumah. Sengaja belum saya ceritakan helm saya yang hilang supaya tidak G4W4T dan baru saya ceritakan pas 1/4 perjalanan dan seperti respon ibu-ibu pada umumnya saya diserang beberapa pertanyaan. Dan dengan singkat saya hanya mengatakan “ya namanya juga hilang”, semoga mendapatkan pengganti yang lebih baik dan banyak…tak sekedar helm. Semoga helm itu bisa memberikan manfaat dan keberkahan bagi orang yang dengan sengaja atau tidak sengaja mengambilnya dari motor saya, tak  lupa juga yaa Allah semoga keberkahan terlimpah untuk saya dan keluarga saya……Amin yaa Rabb.

NB : bersyukur karena helm yang hilang bukan helm full-face kesayangan saya, yang dari sejak membawa jaman kuliah di Jakarta menemani perjalanan saya kemana-mana.

About Is

Iis Rasjeed
This entry was posted in Ismi. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s