3 Botol Kehidupan

Bismillah,

Sambil mengeringkan keringat dan siap-siap untuk menghadiri resepsi pernikahan seorang sahabat yang undangannya dianterin sendiri ke rumah, merupakan kehormatan yang besar sudah menyempatkan dirimu untuk berkunjung ke rumah. Bersyukur karena diberikan atas nikmat pagi ini sehingga bisa bersepeda pagi ke track favorit bersama seorang sepupu Surabaya saya dan setelahnya membersihkan rumah. Alhamdulillahirabbil’alamin.

Rencanaya mau menuliskan ini semalam, tapi karena sudah mulai mengantuk dan sedang stuck ide sehingga ditangguhkan sampai dengan pagi ini. Nanti kalu ditangguhkan lagi bisa-bisa inspirasinya lari kemana-mana. (Mari mulai…1, 2, 3)  kesabaran pun membuahkan hasil, semalam setelah menunggu beberapa saat karena dipikir acara rahasia menuju sukses di TVOne sudah tidak tayang lagi (sampai-sampai tidak menghadiri acara di rumah saudara demi menunggu acara ini) dan terjawablah saat seorang presenter dan narasumbernya tampil di layar kaca sekitar jam 21.30 WIB (ternyata dimundurin toh acaranya). Pembukaannya pun langsung memberikan kesan menarik setelah Bapak Ary Ginanjar Agustian dengan pancingan dari sang presenter mengangkat topik mengenai ketangguhan mental. Sang presenter menyatakan bahwa mengapa hidup begitu berat, tarif listrik naik sampai-sampai ada yang bunuh diri untuk melepaskan diri kungkungan hidup yang begitu menghimpitnya, anak-anaknya pun diajak ikut bunuh diri sekalian. Astaghfirullah…Naudzubillah, semoga kita semua dihindarkan dari ini semua.

(Singkat cerita, karena jam sudah menunjukkan 1/2 10 lewat dan harus bersegera ke kondangan). Menurut Pak Ary (yang kemudian saya sarikan sendiri supaya memudahkan saya dalam penulisan) kita memiliki 3 botol dalam kehidupan, yaitu :

1. Botol pertama berisi dunia, harta, fisik, kesehatan. Ini bersifat cepat habis dan biaya/bayarannya mahal. Tak usah ribet cara berpikir kita, tengoklah ke dalam diri kita, dari yang kecil mungil kemudian berkembang menjadi manusia dewasa dan kemudian menjadi tua terus renta dan kemudian….? (jawab sendiri). Begitupun harta, tiap saat dicari dan dikumpulkan, ujung-ujungnya habis juga. Kecantikan pun tak abadi, saat sudah tua terlihat seragam semua, kecantikan secara psikologi perkembangan hanya bertengger di periode tertentu saja. Dan lain-lain (saya yakin teman-teman sudah lebih paham tentang ini).

2. Botol kedua berisi emotional happiness, dan bersifat bisa habis. Ketika botol pertama habis, seseorang bisa mempergunakan botol keduanya, contohnya : seorang perwira (polisi, tentara dsb) dengan gajinya yang pas-pasan saja masih terlihat bahagia karena di seragamnya terpajang emblem bintang-bintang yang merupakan personal happiness bagi dirinya atau dengan kata lain dikatakan sebagai nilai prestise baginya sebagai seorang manusia. Contoh lain adalah seorang pemilik perusahaan dengan utang dan tagihan yang menggunung sekalipun masih tampak bahagia karena dia memiliki perusahaan.

3. Lalu apa yang terjadi jika botol 1 dan 2 habis dan sudah tidak terisi. Tenang saja, kita masih memiliki botok ketiga, apakah itu? yaitu botol spiritual dan bersifat tidak akan pernah habis. Saat harta sudah habis dan jabatan sudah tak lagi berpihak masih ada Allah yang senantiasa menengok dan mengisi kehidupan kita. Memang terkesan tak terlihat, tapi cobalah tanya ke dalam diri sendiri sebelum menyakini dan mengisi botol yang ketiga ini. Jika terkesan seperti menggurui atau sekedar pemanis dunia, maka rasakanlah dulu kehilangan 2 botol ini dan kemudian siapa yang akan dicari.

Ketika  3 botol dimiliki maka hidupnya akan bahagia

Ini kata beliau lagi :

– Bukan rindu kepada tulang, daging dan kulit istri kita
– Ketika semua hilang Allah tetap ada
– Cintai Dia di atas segala maka akan bahagia (bisa gak ya ????, selalu terombang-ambing dalam kelemahan iman, Astaghfirullah).

Semoga yang sedikit ini bermanfaat, (maaf ada tamu dan mau ngacir ke kondangan jadi kurang maksimal pembahasannya).

About Is

Iis Rasjeed
This entry was posted in Islam. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s