Europe-s Are The Champion,(El Orange v De Matador)

Om Paul Pindah ke Perairan Belanda

Piala dunia 2010 diwarnai dengan kehadiran Paul Gurita yang menjadi peramal untuk kemenangan tim yang sedang berlaga. Entah sekedar hiburan, tontonan atau tuntunankah yang membuat khalayak media beramai-ramai untuk memberitakannya. Mengaku sebagai media yang berkualitas, tapi kok seperti ini masih saja terus-menerus ditayangkan. Jadi jangan salahkan penonton atau penggila bola jika ingin merebus atau men-sushi si gurita itu.

Tanpa berpedoman dari bahasa tubuh si Gurita, kita sudah saksikan bersama bahwa posisi 3 besar dalam piala dunia kali ini diduduki oleh negara-negara Eropa. Benua yang didalamnya banyak negara-negara penjajah ini mulai memperlihatkan kepada dunia bahwa ia mampu mengalahkan kedigdayaan benua paman Sam. Yang berada dalam posisi tiga besar adalah Jerman, Spanyol dan Belanda.

Untuk babak final tim Spanyol yang dikenal dengan julukan El Matador akan bertemu dengan  Belanda yang bernuansa De Orange.  Tanpa  wangsit jeng gurita pun saya akan tetap  memilih Belanda karena komposisi tim dan strateginya. Spanyol boleh menjadi jawara di kejuaran Eropa, tapi belum tentu  di kejuaraan ini dia yang akan menjadi pemenangnya. Wong  komposisi tim Jerman saat bertanding di perempat final waktu itu bumbunya kurang begitu pas.

Kenapa memilih Belanda, berikut alasannya :

– Berlaga dengan Brazil yang langganan juara piala dunia saja BISA melibasnya, apalagi dengan tim yang senegara dengannya

– Secara sejarah, posisi Belanda dalam beberapa world cup selalu dalam posisi runner up, sehingga hal ini mendorong winning spirit-nya menyala-nyala

– Pembelajaran kekalahan Jerman atas Spanyol memberikan pelajaran berharga bagi Belanda untuk terus memupuk tim work-nya dan strategi bermain yang unik dan tak terbaca oleh lawan. Ada baiknya Belanda tidak mengeluarkan jurus-jurus umumnya agar tidak terbaca oleh lawan

– Menjajah Asia saja bisa, kenapa menjajah pertahanan gawang Spanyol tidak bisa

– Bagaimana dengan tampang pemainnya? hehehehehe, terus terang belum sempat lihat satu per satu, sepertinya masih gantengan Bapak dan Abang saya, lagian kalau sudah tua para pemain itu juga tak beda jauh tekstur dan gradien mukanya. Jadi untuk urusan tampang itu pilihan, ini kan bukan pemilihan cover boy tapi kejuaran sportivitas.

– Viva Kompeni, Gold VOC-

About Is

Iis Rasjeed
This entry was posted in Ismi. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s