Berawal di Jeddah

Alhamdulillah,

Bersama Pak Arief Rahman

Dalam ketidaksengajaan saya setelah meloginkan diri dalam situs pertemanan sosial bertemulah dengan sebuah template acara yang ditag ke salah satu teman saya. Pas saya baca, ada acara yang mengangkat tema pendidikan…di Jakarta pula, yaaah kenapa siy gak di Surabaya saja, padahal sudah harap-harap cemas dan berpikir bahwa acaranya di sekitarn Jawa Timur. Nasib ya nasib tinggal jauh dari ibu kota. Pas dibuka pamfletnya, astaga pembicaranya adalah Profesor Arief Rahman. Beliau adalah salah seorang pakar pendidikan di Indonesia.

Pertama kali mengenal beliau adalah pada saat pertemuan secara kebetulan di hotel holiday Inn, Jeddah. Pasca menyelesaikan rangkaian ibadah haji, beberapa hari kami menginap di Jeddah untuk city tour dan juga belanja-belanja. Hanya semalam saja di hotel ini karena kami harus pindah ke hotel lain yang lokasinya berdekatan dengan bandara. Detik-detik check out itulah dan sambil menunggu teman-teman yang lain kumpul saya dan kakak saya berjalan-jalan di sekitar lobby. Cukup beragam memang isinya, sangat menariklah pokoknya. Saat keluar dari sebuah toko pernak-pernik terlihatlah sosok seorang laki-lai yang berdiri mengenakan baju gamis putih dan berkacamata. Dalam hati mengatakan “kok familiar sama orang ini, sepertinya sering muncul di tivi, siapa ya?”. Saya pun menanyakan ke kakak saya dan tumben dia bisa menjawab dengan mengatakan kalau beliau adalah salah satu tokoh pendidikan dan dulu pernah juga mengisi acara di stasiun TV swasta. Dan tumben-tumbenan juga saya mau foto  bareng sama orang terkenal, karena biasanya saya hanya melihat dan mengatakan “ohhh, itu yang namanya si itu ya”. Padahal sebelum-sebelumnya saya juga pernah bertemu beberapa orang terkenal Indonesia di Mekkah dan di Medinah, tapi karena waktu dan kesempatan tidak berjodoh serta tak kepikiran juga untuk foto-foto maka lewatlah momen itu dan hanya sekedar pernyataan hati “oooh, itu juga ke sini tahun ini”, beberapa diantaranya adalah Bapak Fuad Bawazier yang mau masuk masjidil haram bersama istrinya, Ustadz Subki Al-Bughury yang sedang santai di dalam masjid haram (“itu kan ustadz di TPI”), Astri Ivo yang sedang mengambil wudhu’ di samping saya di Masjid Nabawi, Marini Zumarnis bersama rombongannya di Raudah (kakak saya sudah menyapanya dengan memanggil “ibu peri di raudah”), Opick dan istrinya yang ternyata satuu hotel dengan rombongan kami saat di Madinah sehiingga saat jam makan ibu-ibu berfoto ria bersama dan kakak saya agak iseng karena kamar kami berseberangan dengan mengatakan “mas opick, satu lagu dong”. Semoga orang-orang terkenal ini menjadi teladan kebaikan bagi kita semua dan kita pun suatu saat nanti menjadi orang terkenal yang lebih baik lagi dari mereka…..hihihihihihi (ngarep banget.com), Amin.

Semoga kelak bisa menjadi penerus bagi perjuangan Pak Arief Rahman bagi dunia pendidikan di Indonesia, mampu meneladani sosok dan kiprahnya (yang baik-baik tentunya). Dan semoga bisa berfoto dan dipertemukan lagi dengan beliau dalam waktu dan kesempatan yang berbeda.

NB : Pak Arief ditunggu kehadirannya di Surabaya/Jawa Timur, insyaAllah saya ikut kalau ada acara talkshow dengan narasumbernya adalah Bapak.

About Is

Iis Rasjeed
This entry was posted in Ismi. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s