Chapter : Motivation

“Semangat pagi buat kamu semuanya”

GANBATTE NE, minna san !!!

(Awalnya)

Setelah memberikan respon atas komentar dari seorang kawan di kota sebelah sana atas tulisan saya terkait dengan ulasan singkat mengenai  perekonomian dunia yang pernah  dibawakan oleh Mbak Desi Anwar. Sebentaran saya berkunjung ke blognya dan Alhamdulillah banyak uraian ilmu dan hikmah yang bisa menjadi inspirasi dan masukan. Hati pun terkait pada sebuah tulisan yang mengurai ringkas tentang semangat. Walaupun penuturan kembali dari para kawannya yang kemudian dikonversikan dalam baris kalimat tekstual, namun masih membekas dalam hati dan pikiran “seharusnya kita menyediakan bab sendiri dalam diri kita yang menceritakan tentang semangat”. Menarik, kalimat sederhana, namun tak banyak yang mengungkapkannya, semoga pengungkapan kembali ini semakin memperlebar zona semangat saya dalam menghadapi hidup yang pasang surut ini.

**

Berbicara tentang semangat memang tak akan ada habisnya, sama halnya seperti orang membicarakan tentang cinta. Tua-muda, miskin-kaya, cowok-cewek dan aneka ragam manusia yang lain tak kan pernah jemu membicarakan tentang semangat. Orang yang tak pernah membicarakan semangat mungkin masih merintis semangat dalam dirinya untuk kemudian ditularkan kepada yang lain.

Siapa yang tak pernah patah semangat? saya rasa semua orang pun pernah merasakannya, terpuruk dan terjatuh..terjatuh..terjatuh lagi. Namun yang menjadi pernyataan sekaligus pertanyaan adalah “siapa yang mampu bangkit dari keterpurukan dan hadir dengan sebuah semangat baru?”, saya rasa tak semuanya mampu. Butuh proses untuk kembali menegakkan sandaran semangat. Jika diibaratkan, semangat seperti pergantian siang dan malam, kadang bersinar seperti matahari dan kadang redup seperti pekatnya malam. Pada saat sinarnya menerangi kita, maka terangilah yang lain juga karena dengan demikian akan menghasilkan transfer semangat yang mungkin kita dapatkan pada saat semangat mengurangi sinarnya bagi kita. Sementara itu, pada saat semangat meredup dan berkas-berkas cahayanya tidak lagi memantul dalam diri kita, maka dekatkanlah diri kita kepadaNya dan mintalah “Rabb, karuniakanlah kepadaku semangat hidup yang mampu menerangi hati, jiwa dan pikiran ini serta mampu memberikan sinar bagi orang lain juga”, insyaAllah sang pemberi semangat mentransfernya melalui munajat yang kita panjatkan sebagai pertanda bahwa Rahman dan Rahimnya selalu menghiasi semangat kita semua.

Keterpurukan, ujian yang berat dan aneka tuntutan yang kita sendiri tak tahu hakikatnya akan senantiasa mempersempit volume semangat dalam diri kita. Namun, jika teori ini bisa dibalikkan maka zona kebijaksanaan pun akan semakin melebar dan kita pun akan mampu menatap dunia dengan penuh senyum, semangat serta keceriaan. Karena semuanya adalah proses regenerasi hati untuk menjadi semakin berkualitas.

Ada hal kecil yang membuat kita pesimis dan patah semangat, namun ada ujian berat yang semakin membuat kita bersemangat. Itulah HIDUP teman !!!, jika tidak demikian tak ada warna dan rasanya. Saat terangnya semangat menghampiri, maka hampiri yang lain juga. Saat ia mulai meredup, maka jumpailah dengan sinar harapan yang menyala kepada Sang Maha Pemberi Sinar bahwa “Aku butuh Engkau, Cukuplah Engkau yang menjadi penolong kami….HASBUNALLAH WANIKMAL WAKIIL NI’MAL MAULA WAA NI’MAN NASHIR”

Semoga tulisan ini menjadi penyemangat buat saya sendiri khususnya yang sedang berada dalam pasang surutnya semangatnya, hampir tergelincir dari pijakan semangat dan terhanyut dalam kepesimisan hidup yang setelah dipikir-pikir “tak penting” hanya membuang-buang waktu, menghambat kreativitas dan aneka warna praduga yang tak berbukti.

“Wahai Engkau yang Maha Perkasa, Yaa Aziz…karuniakanlah kepadaku kekuatan lahir dan batin dalam menghadapi setiap deraan hidup ini. Berikanlah nur-Mu atas langkah & perjalanan hati yang sedang kami rintis ini karena Engkaulah yang Maha Tahu keadaan kami sekarang. Jauhkanlah dari kesia-siaan dan hal-hal yang kami tidak tahu hakikatnya. Yaa Nuur..Allah…Allah..Allah”

About Is

Iis Rasjeed
This entry was posted in Ismi. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s