Lagi Musim Rambutan, Juga Demam Berdarah

Di bulan Maulid yang juga berbarengan dengan musim hujan ini banyak sekali anugerah sekaligus peringatan yang Allah berikan untuk kota kelahiran tercinta-Bangkalan, tepatnya di Burneh.

Jika anda menyusuri sisi-sisi kampung, maka di setiap rumah akan ditemukan pohon rambutan yang sedang berbuah. Untuk bulan ini (Maret, red) rambutan sudah mulai memerah dan siap untuk dipanen alias disantap dari pohonnya. Tidak demikian dengan ponakan saya-Shabrina yang suka rambutan yang masih kuning agak ada hijaunya (yang ini tidak usah diikuti, seleranya cukup unik dan tidak bagus untuk kesehatan).

Kasih Ibu Sepanjang Masa, Kasih Rambutan Sepanjang GALAH

Apa yang biasanya dilakukan oleh warga di sana saat musim ini menjelang : Jika ada banyak pohon rambutan, seperti di rumah salah satu seorang sahabat saya (ada sekitar 10 pohon lebih), kalau di rumah biasanya :

-menunggu sampai matangnya merata

-karena bersamaan dengan Maulid, biasanya dibuat suguhan atau dimasukkan ke dalam besek

-dibagikan ke tetangga terdekat dan juga saudara-saudara yang lain

-dijual dengan harga per kilo-nya relatif (sesuai dengan kualitas rambutan), ada yang 2500/kg, juga 3000 /kg. Menurut sumber tepercaya jika di rumah sahabat saya harganya hanya 2500/kg. Sedangkan kalau di rumah saya tidak tahu (langsung tanya Emak aja)

-(saya) menikmati rambutan-rambutan tersebut dengan langsung menikmatinya dari pohon atau kalau masa kecil dulu memanjatnya menggunakan tangga bambu kemudian sekalian benerin genteng yang bocor di atas (Ibu : “geser gentengnya!!!!”, sekarang udah lupa..udah mulai memudar dimakan waktu).

Ndo'!!! Ndang waras yo!!!

Selain musim rambutan, juga sedang musim penyakit. Yaitu Demam berdarah, sehingga jus jambu, minuman berion, jus kurma makin naik daun agar kuantitas trombositnya bertambah. Selain itu nasi bebek juga menjadi incaran untuk penderita DB (demam berdarah, red). Awalnya, sepupu saya-Bahron yang kena kemudian merambah ke Dicky,  lalu seorang murid juga kena; Esti, lanjut anak-anak kecil yang lain yang sering saya ganggu kalau pagi-pagi : Adeng (Adelia, red), Alya. Kedua anak kecil ini masuk bersamaan ke rumah sakit umum di Bangkalan. Karena inilah, maka dilakukan fogging (pengasapan, red) di kampung kami supaya meminimalisir jumlah penderitanya. Tak membayangkan, anak-anak sekecil itu kalau harus sakit seperti itu, andai mereka bisa ngomong!…..semoga Adel dan Alya cepat sembuh…jadi ntar bisa maen lagi, smoga yang lain diberikan kesehatan.

About Is

Iis Rasjeed
This entry was posted in Ismi. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s