Rumahku Cerah Ceria

“Rumahku adalah surgaku”

Sebenarnya rumah yang akan saya ceritakan ini bukanlah rumah saya, tepatnya rumah hasil jerih payah orang tua saya. Di sini saya hanya menumpang saja dan semoga insyaAllah kelak mampu punya rumah sendiri.

Berlanjut dari aktivitas mencuci pakaian kemudian mampir untuk membuka jendela-jendela rumah agar mendapatkan asupan sinar matahari yang cukup dan membetulkan posisi tongkat jendela yang tak pada kodratnya karena “tangan” saya yang tak sengaja menyenggolnya. Tadinya hanya mau menyapu saja kemudian mau bersepeda pagi, namun niat itu harus dibatalkan karena melihat ketidakbetahan kondisi rumah yang berdebu dimana-mana dengan tirai penutup jendela (gorden, red) yang sudah sangat selayaknya masuk ke dalam pemandian umum. Sempat pusing dan bingung bagaimana membuka tirai-tirai itu yang di dalamnya mengandung 3 susunan, ada yang bagian tipisnya kemudian bagian penutupnya yang tebal terus di paling atas ada semacam pita jendelanya. Astaga…..siapa yang punya ide dan rancangan ini? “ribet banget ya niy rumah????”. Ckkckckckkckckc…Hore, berhasil saya buka helai demi helai dalam 3 susunan yang tak penting itu, belum lagi untuk membuka jendelanya super ribet juga, supaya tidak pengab dan bau debu tidak menusuk ke dalam rumah saya buka semua jendela-jendela itu dan saya akan menunggu nanti malam diceramahi ibu saya karena sudah membuka semua bagian-bagian jendela itu (lah…siapa juga yang bikin rumah jadi kayak begitu????). Yes, sekarang yang terlihat hanya kaca-kacanya, saya turunkan “hijau kuning” itu dari dekapan jendela yang selalu sabar menemaninya. Aroma debu pun berkurang dari dalam rumah “kok bisa ya selama ini seperti ini?…ngapain aja klo di rumah, hal yg kyk gini gak dicek?”. Selanjutnya saya pisahkan kain-kain itu untuk kemudian saya laundry-kan atau yang kecil-kecil yang seperti pita-pita tak penting itu saya bisa cuci sendiri untuk lebih menghemat pengeluaran. Tapi kapan mau saya bawa ke Surabaya? …”semoga hari ini kakak atau abang saya ada yang ke Madura..jadi bisa nitip dan bayarin tuh sekaligus..tanggung jawab kalian atas rancangan yg udah dibikin”.

Dengan kondisi ini, pemandangan luar rumah pun terpancar dan terlihat. Makin cerah rasanya melihat rumah. Tunggulah wahai tirai-tirai yang lain kalian aku turunkan..tak usah berbetah ria dengan debu-debu dan keribetanmu itu di dalam rumahku..membuat aku semakin “pusing” saja.

Kecerahan semakin bertamabah dengan hadirnya pohon rambutan yang sedang berbuah keempat-empatnya, warnanya benar-benar memancarkan keceriaan “merah, kuning, hijau” ditambah lagi kerindangannya yang menjadi tirai alami halaman depan rumah. Alhamdulillahi Rabbil ‘Alamin Yaa Allah terimakasih atas nikmat yang telah diberikan untuk rumah orang tuaku ini, rumah dimana tempat aku dilahirkan dan dibesarkan, rumah yang senantiasa memberikan kenyamanan, rumah yang merupakan fakultas kehidupanku, rumah yang sarat akan ilmu-ilmu yang tak aku dapat di bangku sekolah, rumah yang …. (isilah dengan yang baik-baik). Semoga kelak mampu memiliki rumah yang lebih nyaman dari yang sekarang ; tak perlu banyak membuka jendela, tak usah tirai-tirai yang bersusun karena justru akan membuat pekerjaan bertambah, penuh dengan kandungan oksigen dan sinar matahari supaya bisa melakukan fotosintesis setiap hari, yang tak banyak pintunya (kuncinya diganti sensor aja klo gitu), yang tak banyak perabot-perabot tak penting, dll (….isi sendiri), Maaf yaa Allah banyak maunya, ini juga jika Engkau berkenan…Amin yaa rabbal ‘alamin.

Tetep “Rumahku adalah Surgaku”.

-Suara hati seorang anak-

About Is

Iis Rasjeed
This entry was posted in Ismi. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s