Alhamdulillah, Dia-pun Berjilbab

Hari Jum’at 2 Mingguan yang lalu, tiba-tiba saya mendapatkan telepon dari seorang sahabat terdekat untuk meminta ditemani ke Surabaya. Kurang lebih berikut petikannya :

Ia : “Lagi sibuk gak?”

Saya :”ntar abis Jum’atan mo ke Bangkalan, mo transfer n ke swalayan ada yg mo dibeli”

Ia : “anterin yuk ke salon yang Mar juga ke sana sama kamu terus sekalian cari buku”

Saya: “Kapan?”

Ia : “Hari ini”

Saya : “Hah, hari ini, ini udah jam berapa (jam 11 lewat IIS)..ouw ya lupa, ya udah abis Jum’atan selepas sholata dzuhur, sekalian kamu ke salon itu ntar aku bs transfer dan blanja deket2 situ, telpon dulu ke sananya…masih bs apa gak?”

(Ia pun menelpon, ternyata masihada waktu kosong jam sekitar jam 1-an lewat)

Ia : “ya udah abis jum’atan ya”

Saya : “Sep, ok, sholat dzuhur dulu, ntar tunggu dpn rumahmu aja, jadi gak usah masuk dl dan muter, ntar aku sms”

(selesai sholat dzuhur, langsung menghubunginya dan mengabarinya untuk menunggu di depan)

******

(Tin tin tin bunyi si kuning memanggil teman saya), setelah saya membuka helm full face saya betapa kagetnya melihat Ia sudah mengenakan jilbab, dengan tanpa banyak basa-basi dan komentar atas penampilan barunya tersebut kami pun berangkat menuju Suramadu. Melalui kaca spion motor saya amati penampilan barunya seraya senyum-senyum sendiri “alhamdulillah, cepet juga prosesnya”. Baru beberapa hari kami berdiskusi mengenai hal ini, eksekusinya bisa secepat itu….”Wahai yang membolak-balikkan hati manusia, tetapkanlah hati ini untuk senantiasa dalam ketaatan kepadamu…Jangan Engkau balikkan hati kami yaa Rabb setelah Engkau beri petunjuk pada kami, teguhkanlah hati kami dan tegakkanlah pendirian kami”.

Dikarenakan sorenya saya ada acara, maka agenda ke toko buku dihapus. Saya hanya mengedrop teman saya ke salon tersebut, sementara saya sendirian hunting swalayan dan bank “saya” untuk memenuhi janji transfer saya ke teman. Ternyata strategis lokasi di situ, dari Madura hanya beberapa jam saja, swalayan dan bank juga bermacam-macam di sana. Bagus…bagus…bisa betah di sini, praktis..ekonomis..terjangkau dan tidak pakai ribet…sering-sering sob kita ke sini lagi…cari kulineran aja sepertinya juga banyak  di sana.

Dia aja bisa, kenapa kamu tidak? pasti bisa kok?. Semoga selanjutnya sepupu saya bisa secepat dia…Amin! InsyaAllah..mohon do’anya.

About Is

Iis Rasjeed
This entry was posted in Ismi. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s