Cahaya Keikhlasan

Bismillahirrahmanirrahim,

Wahai Engkau yang maha memberi cahaya kepada setiap mahluk-mahlukmu,

Senantiasa karuniakanlah cahaya itu kepada hamba ini yang penuh dengan segala keegoisan dan amarah

Cahaya yang membawaku kepada pendewasaan dan kematangan serta kemantapan diri…tidak lagi redup dalam mengambil langkah,

Cahaaya yang senantiasa bisa menerangi sisi gelap diri,

Cahaya yang menampakkan kekurangan diri dengan tidak segan mengakui kemudian memperbaikinya serta mensyukurinya sebagai suatu anugerah,

Cahaya yang bersinar tidak hanya untuk diri sendiri tapi juga untuk yang lain,

Cahaya yang tak pernah memilih kepada siapa dia akan memberikan sinarnya, semoga bermanfaat seperti halnya sinar matahari yang berguna bagi tumbuhan untuk fotosintesis, rembulan untuk para nelayan yang akan mencari ikan di malam hari

Cahaya yang hadir setiap saat, sehingga bisa mengendalikan syakwasangka yang terlanjur terbentuk, meredam amarah yang hadir tanpa undangan, membelenggu persepsi yang dibuat-buat,  menghindari konflik yang tak ada gunanya, mengikat mulut untuk tak angkat bicara, mengikat tangan untuk tak ikut menyampaikan isi mulut, mengembalikan pikiran kepada kemurnian asmaMu yang tak bisa disejajarkan dengan pemikiran-pemikiran yang sok objektif, mengkerdilkan pendapat serta masukan orang lain, dll

Yaa Nur, Engkau karuniakan hidayah yang merupakan bagian dari cahaya itu kepada siapa saja yang Engkau hendaki. Jika Engkau ijinkan yaa Rahman, karuniakanlah cahaya itu kepadaku dan tambahkanlah sinarnya jangan biarkan meredup kemudian tak lagi memberikan manfaat,

Terimakasih kepada Mas Helmy – Abang tercinta yang telah memberikan taushiyah dan pengobatannya. Semoga silaturrahim yang sudah dilakukannya bersama istri yang kemudian dilanjutkan dengan sholat isya’ berjemaah di rumah bisa menambah cahaya diri dan rumah menjadi semakin terang. Dzikir “Subhanallah Wal Hamdulillah Waa Laila Haillallah Wallahu Akbar Waa Lauhala Waa Laa Quwata Illa Billah” dan do’a yang berkelanjutan setelah jamaah tersebut semoga senantiasa menjadi pengikat kita semua untuk senantiasa saling mengingatkan dan do’a yang terangkum indah dengan diamini olehmu, istrimu, ummi dan aku sendiri semoga menjadi pintu ijabah untuk kita semua. Yaa mujib..jangan Engkau sisakan kesulitan melainkan Engkau melapangkannya, Yaa Wasi’..berikanlah keluasan jalan keluar untuk setiap titik masalah yang kami alami dan siramkanlah cahaya  keikhlasan ke dalam diri kami untuk menerimanya.

Yaa Nur…Yaa Rasyid, Engkaulah yang memiliki cahaya maka Bimbinglah kami dengan cahayaMu itu.

-22022010, Baiti Jannati-

About Is

Iis Rasjeed
This entry was posted in Ismi. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s