Bubur Mutiara…Gosong!

Selamat pagi semua,

Tulisan ini merupakan inspirasi dan realitas yang yang terjadi pada hari Sabtu kemarin. Bagian dari cerita yang tidak pantas untuk dicontoh, namun juga bagian dari ilmu yang layak untuk dicoba di dapur-dapur Anda.

Karena iseng sambil menunggu seorang sahabat yang sedang mandi dan siap-siap untuk menjalankan “misi” kami. Saya pun berbincang dengan asisten rumah tangganya yang sedang memasak di dapur, sebelumnya sang majikan dan kakaknya sudah memasak soto ayam dengan sambal  yang ada kemiri goreng (berbagai diskusi pun terjadi mengenai soto ini, dan pengetahuan saya pun akan soto cukup bertambah walaupun sedikit), melihat keribetan yang terjadi membuat saya kurang tertarik untuk membantu atau setidaknya pura-pura membantu. Saya hanya mengatakan kepadanya “terus terang saya kurang tertarik membantu yang begituan, klo yg lain saya bantu deh”. Dia pun menjawab “iya lah mana mungkin tertarik, goreng tempe aja gosong, apalagi ini”. Saya : “hahahhahahahha, masih aja inget, mana tempe yg dibawa pas waktu itu cuman beberapa biji, mau gak mau tetep dimakan, tapi aku pernah kok 2 kali bikin soto, di jkt sama dikontrakan dl pas ngontrak bareng kakak2…lumayan lah berhasil, klo di rumah blm pernah, gak ada yg percaya untuk masalah beginian”.

Asisten sang majikan pun datang membawa kelapa yang sudah digiling, serangkaian pertanyaan pun muncul dari saya mengenai kelapa ini “kenapa warna ampasnya hitam…kulitnya gak dibersiiin dulu ya”. Asisten menjawab :”biar lebih enak dan lemak,lagian klo dibersiinlagi klamaan”. Saya :”oooohh gt” (sambil mimik muka saya berubah). Melihat perubahan ini, majikan pun berujar : “kenapa, gak higienis ya????”. Saya : “iya”. Sang Majikan : “emang lebih enak gak dibersiin kok, udah pernah membedakan”. Saya : “wah pengalamanku blm sampe ke situ, cuman sekedar merasakan aja”. Saya lagi : “kenapa gak pake santan yang langsung beli aja, kan gak ribet tuh”. Majikan :”gak enak, rasa toko, tapi emang lumayan banyak santan, satu kemasan itu bs dicampur sama air”. Saat majikannya mandi, saya pun berkeliaran di sekitar area yang menjadi pusat perhatian si asisten dengan sambil melihat apa yang dimasak. Ternyata yang dimasak adalah Bubur Mutiara Dengan Santan Terpisah, bagaimana cara membuatnya? berikut adalah langkah-langkahnya :

Bahan :

– Mutiara 1/2 kg (per kilo harganya 10000) –> bisa dibeli di pasar baru atau pasar tradisional terdekat

– Gula -> bisa minta sama tetangga atau saudara terdekat, di dapur juga banyak biasanya

– Santan -> bisa membeli yang kemasan, atau jika ingin ribet jaya memeras sendiri dengan membeli terdahulu kelapanya di pasar baru lagi, diparut/digiling terus diperas

– Garam -> banyak di Madura, nempel dimana-mana

– Pandan -> di belakang rumah orang juga banyak, mintalah  selembar tapi tidak usah berjanji akan dibarter dengan bubur mutiara

– Tepung Beras -> carilah di sela-sela perangkat dapur, nanti juga ketemu

Cara Membuatnya :

Untuk Bubur Mutiaranya

Diaduk Duk Duk Duk

Panaskan air, setelah mendidih masukkan mutiaranya, aduk-aduk, tunggu sampai menetas semua, tetap lanjutkan aduk-aduk.

Untuk Santannya

Setelah santan diperas, tambahkan tepung beras yang sudah dicampurkan dengan air di tempat yang berbeda. Jika tepung berasnya langsung dicampurkan di santannya akan membuat santannya kruwil-kruwil (ngerti kan maksudnya). Panaskan santan dan jangan lupa tambahkan garam.

Lah, kenapa judul di atas Bubur Mutiara..Gosong?, ya karena ketika saya membatu membuat bubur mutiaranya saya tidak mengaduk-ngaduk yang di bawahnya, sehingga bagian bawahnya gosong. Karena takut dimarahi sang majikan, si asisten pun mengatakan bahwa buburnya gosong gara-gara tidak diaduk secara merata oleh mbak itu (saya maksudnya, red). Si majikan hanya menjawab : “ya udah biarin gpp, dia emang gak tau”. Hal ini baru saya ketahui setelah kami berada di rumah seorang sahabat yang lain, saat menyampaikan hal ini saya hanya bisa tertawa-tawa saja. Apalagi ketika suami sang sahabat ikut beralih juga ke rumah sahabat yang lain ini untuk mengambil rambutan “is, bubur mutiaranya gosong tuh”, pura-pura tidak tahu dan hanya mengatakan “masak seh????”.

Karena penasaran, sepulang dari menjalankan misi, sahabat saya berkomentar “yuk makan bubur gosong!”, saya : “penasaran, gosong kyk gimana seh?”. Setelah dimakan…Grrrrrrrrr!!!!sambil makan sambil memisahkan yang gosong, teman saya ini mengatakan “capek misahinnya”, saya : “iya, aku jg capek misahinnya”. Maaaaaaf  ya sob dan konsumens yang lain yang sudah memakan bubur ini.

Capek!!! Misahinnya

Selamat mencoba dan semoga tidak menghasilkan yang gosong.

About Is

Iis Rasjeed
This entry was posted in Ismi. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s