Pemberian Terbaik

Tulisan ini terinspirasi oleh sebuah sajadah. Ya,lagi lagi sajadah. Entah kenapa saya benda ini begitu mengapresiasi saya. Jika saya boleh memilih benda antara sajadah dan baju terbaru yang sedang dipajang di mall-mall, maka saya akan lebih memilih sajadah.

Seiring dengan bertambahnya usia, sang kakak yang satu ini sudah tidak terlalu repot mengurusi saya untuk hal-hal yang berbau baju dan teman-teman. Ya jelaslah, wong saya bisa membeli dan memilih sendiri. Namun, kadang-kadang repot sendiri saja untuk memberikan saya yang berbau itu karena seringnya saya mengenakan celana atau baju yang itu-itu aja, padahal itu kan kebetulan saja saya mengenakan yang itu ketika ketemu sama dia, sebenarnya yang lain ada. Tiba-tiba dibelikan dan diberikanlah baju atau celana yang jelas-jelas saya kurang terlalu suka dengan modelnya dan ujung-ujungnya saya transformasikan ke kakak tertua saya. Pastinya, kakak tertua saya ini senang menerima transformasian dari saya. Sementara kakak yang memberikan pasti menanyakan “kenapa diberikan ke dia?”, saya jawab : “ya iya lah, orang bajunya ketat, masak jilbapan pake bajunya yg ketat, kyk apaan aja deh”,  “terus celananya gmn, muat?” sahutnya, “belum tau, blm dicoba, msh di dalem lemari, biar muat  dan gak ngetat ntar aku cuci tiap hari biar belel” jawabku. Setelah beberapa lama, saya pun langsung menyatakan “udah lah gak usah dibeliin yang begitu2an, ntar aku beli dan pilih sndiri, drpd ntar gak dipake kan sayang2 aja”.

Sejak sering tidak cocok pemberian itulah, sehingga kakak ini jika ingin membelikan sesuatu pasti menanyakan dulu sama saya, daripada saya semprot belakangan nanti dan ujung-ujungnya saya hanya pakai sekali sebagai bentuk penghargaan pemberiaannya dan selebihnya itu adalah hak milik kakak saya (terserah deh mau diapain juga gpp, no matter what lah).

Apakah pemberian terbaik itu :

– menurut saya adalah SAJADAH, saya sangat menyukai benda ini karena akan selalu mengingat siapa yang memberinya dan darimana dia mendapatkannya

Don't take it out..thx My Bro

– yang kedua adalah parfum, khususnya parfum yang baunya tidak mencolok namun long lasting sehingga sekali dua kali semprot saja baunya bisa tahan lama.

– selanjutnya adalah jam tangan, untuk orang yang kurang on time dan peduli dengan pengaturan waktu, ini sangat berguna sekali asalkan bentuk/model serta warnanya tidak terlalu mencolok (misalnya warna hitam, coklat, silver yang tidak mengkilap).

– yang lain buku atau majallah mungkin ya (ini juga tergantung, buku apa dulu). Untuk ini, jika saya yang ingin membaca sendiri saya sesuaikan dengan mood dan kondisi batin. Namun jika pemberian orang lain, buku apapun saya akan simpan dan baru dibaca di sela-sela waktu kosong.

Ouw ya, hampir terlupakan, ada satu lagi pemberian yang tak terlupakan, merupakan pemberian terbaik juga serta sangat berguna sekali sampai orang yang telah memberikannya telah tiada. Pemberian itu adalah berupa sepeda motor yang didedikasikan untuk saya dan Didin (kakak, red). Pemberian itu sangat berharga sekali karena langsung dibeli oleh sang pemberi dalam kondisi sakit, (sedih klo mengingatnya). Terimakasih untuk  Bapak kami tercinta atas pemberian ini, kami telah merasakan manfaatnya dan alhamdulillah sampai sekarang masih ada walaupun sudah sangat jarang sekali kami menggunakannya.

Terimakasih banyak atas pemberian terbaik dan berharga dari kalian, semoga mendapatkan balasan yang setimpal dan merupakan ladang amal buat kita semua serta ditambahkan rezekinya dan karuniaNya. Amin yaa Rabb.

About Is

Iis Rasjeed
This entry was posted in Al-Rasjid, Ismi. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s