Penyegaran & Embun Pagi Ini

Alhamdulillah kenyang setelah makan nasi goreng buatan Ibu, belum bisa dihabiskan semua karena beberapa hari ini perut sedang tidak bersahabat dan badan juga agak kurang fit. Semoga stamina dan kesehatan ini bisa pulih kembali.

Beberapa menit yang lalu tulisan padahal sudah selesai, namun karena dari kemarin saya “anggurin” situs ini sehingga harus login lagi jadilah tulisan saya hari ini dengan judul di atas hilang dehhhh…Hikkkssssssssss, Mo teriak..Argggggggh(cuman tulisan…) apa kata dunia ya?, kemudian apa? NULIS LAGI dan menerbangkan pikiran kembali.

1. Sebelum Shubuh

Sambil menunngu kumandang adzan shubuh di masjid, maka saya isi dengan menonton TV, tadi mau menonton taushiyah Aa Gym di ANTV namun dikarenakan hari ini tidak ada saya pun mengganti ke channel yang lain dengan harapan ada acara yang serupa. Syukurlah saya mendapatkan, host yang membawakannya adalah Che Che Kirani dengan ustadz yang saya juga belum tahu namanya sampai dengan tulisan ini dibuat, channel saat itu adalah TVONE. Berikut adalahbeberapa poin dari taushiyah yang sempat saya catat :

— Pertanyaan dari salah seorang jamah (pastinya jamaahnya perempuan semua) “bagaimana mengatasi kejenuhan/kebosanan dalam rumah tangga”. Wuih, pertanyaan ini senada dan agak-agak mirip dengan topik yang pernah saya diskusikan dengan seorang sahabat di sebuah warung bakso di Bangkalan tapi tidak terlalu mirip sepertinya, saat itu pernyataan yang meemancing diskusi dengan teman saya itu adalah “kenapa ya???kenapa ya??? jamaah perempuan itu paling dominan dimana-mana, coba bayangkan deh, sholat maghrib perempuannya banyak apalagi shubuh isinya hampir perempuan smua, ketika saya dulu mabit di salah satu masjid di Jakarta itu banyakan wanitanya, pengajian juga gitu banyak amat ibu-ibunya, terus murid-murid yang sering datang ke rumah itu juga banyakan girl-girlnya”. Sang sahabat pun menjawab “karena perempuan itu, apalagi ibu rumah tangga itu rentan stress, dengan rutinitas dan kegiatan yang seperti itu ya sudah pasti membosankan, itu lagi itu lagi walaupun gak bakal ada habisnya”.  Saya : “gitu ya, kurang variatif kali ya ngisi waktunya, ya cuman yang dikerjain seputar rumah juga gak bakal abisnya, emang siy rumah prioritas tapi melirik yang lain untuk memuaskan batin bukannya juga bermanfaat, yah..banyak hal..tergantung orgnya sukanya apa, tapi ada juga orgnya emang gak suka yang variatif…entah it’s personal reason, sudah nyaman kali dengan kesibukan yg sekarang atau emang karakternya seperti itu…itu pilihan, jenuh pun juga pilihan dan lagi-lagi pilihan jadi idaman pernyataan (beberapa percakapan penambahan redaksionalnya dari penulis disesuaikan dengan mood penulis…boleh kan?)”. Nah, jika menurut sang Ustadz adalah demikian :

Jenuh itu ada 3, yaitu :

– Jenuh yang baik –> jenuh yang membuat seseorang melakukan kegiatan-kegiatan positif, seperti : hadir dalam majelis dzikir, mabit dan muhasabah, aktif dalam kegiatan sosial masyarakat, dan lain-lain

– Jenuh yang tidak baik –> jenuh yang membuat seseorang terjerumus dalam jurang negatif, seperti : uring-uringan dan mengeluh (astaghfirullah…), suka bergosip, usil terhadap orang lain dan lain-lain

– Lemak jenuh –> ini yang bikin kolesterol (bcanda kali yak!).

Berdasarkan  teks yang ditampilkan sesaat menjelang iklan, tertulis hadits yang mengatakan tentang hal ini yaitu “Hati bisa bosan seperti badan….(ada lanjutannya, saya belum sempat nuliskan lagi karena kecepatan dan tulisannya pun agak panjang, jadi tolong dicarikan saja)”. Intinya,menurut saya “bosan itu biasa dan sebuah keniscayaan, tapi bagaimana menyikapi kebosanan itu hak prerogratif tiap orang, apakah mau konstrukfif ataukah destruktif”. Ada quote yang bagus yang saya kopi dari salah satu status teman saya yaitu “Pikiran itu jika dibiarkan akan pergi ke tempat-tempat yg menawarkan kesedihan,yang kemudian akan menyulutkan rasa sakit dan kesedihan di dalam hati…oleh karena itu,jangan pernah membiarkan pikiran itu berkeliaran semaunya..tapi ikatlah di tempat2 yg memberikan banyak manfaat….”. Bermanfaat kan tidak hanya dilihat dari sisi produktivitas materi namun bagaimana memberikan gizi pada rohani/batin.

— Musuh kita ada 2, yaitu yang berasal dari dalam diri kita berupa NAFSU dan yang berasal dari luar kita berupa SYAITHAN.

— Bagaimana menyikapi masa lalu :

* Jangan terlena

* Kembali kepada Allah dengan istighfar

* Ambil hikmahnya

(boleh saya tambahkan satu kan ya?: “tetap menjaga hubungan baik dan bersikap tegas serta sewajarnya saja tanpa maksud apa-apa..:)🙂🙂 ).

2. Sekitar jam 4.120 WIB adzan di sinii berkumandang dan saatnya menunaikan sholat shubuh.

Karena terasa ngantuk, maka untuk melanjutkan ke tilawah yang lain dipending dulu supaya tidak salah-salah membacanya (alasan realitas apa karena godaan SYAITHAN ya?)

3. Sesampai di rumah

Bersiap-siap untuk bersepeda pagi demi mengejar embun dan sebelum matahari terbit diusahakan sudah sampai rumah karena akan ada yang dikerjakan. Persiapan bersepeda diisi dengan makan roti bertaburkan susu coklat dan menonton acara taushiyah di INDOSIAR dan TPI (pencet-pencet remote lah pokoke). Aa dan Mama Dedeh membawakan tentang shadaqah dan di TPI sedang dibacakan do’a khatam Quran (tau kan ya bacaannya, depannya yang gini : “Allahummarhamna bil Quran Wajaalhulana imamaw waa nurow waa rohmah, Allahumma dzakkirna minhu maa nasina waa ‘allimna minhu majahilna,…(lanjutkan sendiri OK!)”.

4. Berangkat Bersepeda

Sekitar jam 5.15 WIB saya berangkat bersepeda menuju rute yang tak biasanya saya lewati, yaitu ke jalan umum (lumayan jam segini masih sepi biasanya), saya pun ke arah timur (searah menuju jembatan SURAMADU). Di depan masjid saya bertemu seorang perempuan dan laki-laki yang seumuran SD yang meraka tidak lain ada saudara-saudara saya dari Bapak. Mereka sedang ngobrol diatas sepeda masing-masing, saya pun menyapa mereka dan mengajak mereka bersepeda bersama. Yang perempuan tidak diijinkan oleh Ibunya, sementara yang laki-laki bersedia menemani saya. Kami pun tancap ke arah timur, dalam perjalanan menuju ke rute kami sang anak kecil ini meminta supaya jangan jauh-jauh dan saya menanggapinya positif, saya bilang “sampe lampu merah mau ke SURAMADU ya”. Dalam perjalanan ke sana para mobil-mobil yang melewati jalan ini ternyata banyak tak seperti yang saya pikirkan dan parahnya lagi seenaknya sendiri karena jalan yang hanya dua jalur itu dipakai semua (bener-bener minta saya kempesin tuh bannya, sampe saya minggir ke depan orangnya karena angkara murka sang pengemudi itu, mentang2 cuman saya berdua yang dari arah berlawananan seenaknya saja). Tak berapa lama,  belum juga sampai lampu merah sodara saya minta balik dan kami pun balik. Kami berpisah di depan masjid, saudara saya pulang ke rumahnya dan saya masih melanjutkan bersepeda ke arah selatan (arah pasar Baru). Tadinya mau lebih jauh, namun karena sendirian ngeri juga ke daerah sana sendirian, sebelum masuk areal pesantren saya putar balik karena biasanya banyak santri yang nongkrong di jalan situ tiap pagi (agak kurang terlihat jika dari kejauhan, samar-samar aja karena kacamata gak dipake). Setelah putar balik dari selatan menuju ke utara dengan konfigurasi gear sepeda diganti, sebalah kanan 5 dan sebelah kiri 3, yang kiri memang terasa beratnya sehingga mengayuhnya pun perlu tenaga berlebih (that’s great lah buat menguatkan otot). Sambil jalan, diubah lagi konfigurasinya dengan menyamakan kanan kiri 3, wah makin mantap saja tenaga yang dibutuhkan makin makin saja. Tergoda melihat embun pagi di sawah dan pemandangan sungai maka dibelokkanlah setir ke arah sana yang merupakan jalan pintas ke rumah.

Melewati rumah sepupu, bertemu dengan sahabat-sahabat cilik yang sedang menunggu giliran untuk mandi, menurut seorang sepupu saya “para emaknya sedang sibuk makanya anak2nya ‘ditelantarin’ dulu di luar. Di situ ada Mirza dan Adeng Lutuna. Mengganggu mereka dulu kemudian kembali ke rumah.

**

Sesampai di rumah, dampak perubahan konfigurasi gear tadi baru terasa dan kaki pun pegal-pegal namun embun pagi ini sangat amat menyegarkan…ALHAMDULILLAH Rabb atas nikmat oksigen di pagi ini, semoga badan staminanya tetap terjaga.

Perut dan pencernaan agak kurang bersahabat, makan juga kurang enak, kadang tiba-tiba migren juga muncul (intinya badan orah jelas)…semoga sehat kembali dengan tambahan sisa multivitamin yang ada.

About Is

Iis Rasjeed
This entry was posted in Ismi. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s