Menyambut Hadirnya Sang Surya

Bismillahirrahmanirrahim,

Alhamdulillah hari ini bisa bersepeda lagi ke rute favorit setelah seminggu belakangan bangun kesiangan terus. Selepas sholat shubuh berjemaah di Masjid Besar Al-Falah dilanjutkan dengan menyegarkan dan menyehatkan badan. Ya, apalalagi kalau bukan bersepeda. Demi mengejar dan menyambutnya terbitnya matahari di langit-langit sawah, maka saya pun buru-buru mengayuhkan sepeda, jika biasanya melewati jalan umum, maka demi ini saya melewati jalan pintas yang hanya memakan waktu 5 s.d 10 menit dari rumah. Dengan mengenakan kostum olah raga menyerupai setelan seragam anak SMP saya bersepeda menuju titik perhentian favorit, yaitu di jemabatan yang menghubungkan antara sawah-sawah dengan sawah yang lain. Kondisi jalanannya agak sedikit lembab karena kemarin wilayah kami diguyur hujan yang lumayan deras.

Saat sampai di titik itu,  sang surya masih belum menampakkan dirinya, masih tertutup oleh bayang-bayangnya. Karena itulah saya kayuhkan lagi sepeda ke titik-titik yang lain dengan sambil menikmati pemandangan alam yang subhanallah indah dan segarnya, terimakasih yaa Allah untuk nikmat di pagi hari ini. Melihat kembali ke arah timur, di sudut akan terbitnya sang matahari.

Berkah Alam, Berkah Kita Semua

Rupanya sang matahari akan terbit, maka mata ini tak henti-hentinya menyaksikan proses keluarnya sang surya dari peraduannya. Bak panggung pertunjukan yang tertutup oleh tirai-tirai indah pementasan yang dibelakangnya menyimpan taburan bintang-bintang pementasan yang akan memainkan perannya berdasarkan lakonnya. Begitulah yang saya lihat pagi ini, tirai-tirai alam itu membuka sedikit demi sedikit untuk memberitahukan bahwa sang surya akan hadir memberikan sinarnya ke seluruh jagat raya ini. Beberapa saat kemudian, para tirai alam itu pun tergulung dan tergantikan oleh hadirnya sang surya yang sinarnya siap membantu mahluk hidup memulai aktivitas. Para tumbuhan berhijau daun memulai fotosintesisnya, para muslim dengan dhuha-nya dan hewan-hewan bangun untuk menemani manusia dan tumbuhan beraktivitas. Sungguh, keseimbangan yang tak bisa diciptakan oleh manusia secanggih apa pun..”Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan”.

Sang Surya Pun Hadir

Setelah beberapa saat menikmati hadirnya, saya pun kembali lagi ke rumah dengan melewati jalan pintas. Di sepanjang sungai yang saya lewati, saya lihat banyak burung jalak terbang liar menyambut para kerbau hadir karena akan ada aktivitas yang bersifat simbiosis mutualisme antar mereka, burung jalak mendapatkan makanan dari kerbau berupa kutu-kutunya dan kerbau pun merasa untung karena kesediaan burung jalak membersihkan kutu-kutu yang menempel di badannya (adakah yang mau dijalakin atau dikerbauin?).

Dalam perjalanan menuju rumah, bertemu dengan Si Adeng yang lutuna (baca : lucu) bermain di depan rumah dengan kereta jalannya, saya pun berhenti sejenak untuk menyapa dan menggodanya.

Lutuna

Sesampai rumah, menyalakan tivi untuk meng-update pengetahuan seputar informasi terkini, saat ini informasi tersebut  membahas mengenai Century dan lika-likunya yang masih belum habis sampai dengan sekarang, penyalahgunaan facebook yang menghadirkan Nukman Lutfie dan pihak DEPKOMINFO, dan sedang menonton bedah editorial tentang “Akhir Century”. Selanjutnya adalah inspeksi di dapur dan beres-beres rumah.

Selamat pagi dan selamat memulai  aktivitas!

About Is

Iis Rasjeed
This entry was posted in Ismi. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s