Telepati Seorang Ibu

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,

Sore menjelang maghrib Ibu keluar rumah sebentar untuk membayar uang pulsa ke rumah sepupu saya, seperti biasa pesan beliau adalah “hati-hati pintunya Is”. Dengan singkat saya mengatakan “Ya”.

Setelah selesai mandi, sambil mendengarkan radio dan menikmati pemandangan depan rumah yang adem, sejuk dan mendung namun enggan untuk hujan (Alhamdulillah atas nikmat ini Yaa Rabb), saya pun mengalihkan kesibukan ke depan komputer sehingga radio saya matikan dan playlist player pun adalah playlist favorit saya yang tersimpan di hardisk internal notebook.

Mendengar qiroah di Masjid dekat rumah yang berisi tilawah Quran dan ajakan untuk siap-siap sholat maghrib saya pun mengecilkan suara speaker melalui notebook saya supaya suara yang dominan adalah suara qiroah di Masjid. Adzan maghrib pun berkumandang, dan Ibu saya baru sampai rumah dan seperti biasanya menyalakan lampu, menutup gorden rumah, menutup pintu dan kemudian ke belakang untuk bergegas bersuci menunaikan sholat maghrib.

Seusai mandi tadi, saya melihat ada beberapa asesories di tempat cucian piring saya pun mencuci dulu kemudian meletakkan handuk di belakang dilanjutkan masuk kamar (satu arah jalurnya). Seusai mencuci piring tadi saat melewati jalur dapur ke belakang saya melihat seonggok pisang yang masih mentah. Dalam hati pun berkata “enak niy klo direbus”, tapi ya sudahlah hanya sekedar pernyataan hati.

Karena banyak nyamuk di kamar, saya semprot dulu dengan pembasmi serangga dengan merek X dan syukurlah serangga-serangga itu pingsan tak berdaya. Mengingat baunya yang kurang bersahabat dengan hidung, saya keluar kamar sebentar menuju tempat nongkrongnya Ibu dengan menyalakan tivi, saya lihat tayangannya sinetron semua, secara random nomor yang ada di remote saya tekan, entah!!! apa yang saya tonton yang penting yang tidak ada iklannya saja. Setelah beberapa saat nonton, karena Ibu sudah mau sholat maghrib saya masuk kamar lagi. Melihat banyak serangga yang terkapar di kamar, saya sapu dulu kamar supaya lebih bersih bersinar. Setelah itu menyalakan AC di dalam kamar supaya adem dan betah di dalamnya.

// Bentar lagi adzan Isya’, dengarkan dulu dan berdo’a setelahnya //

Setelah beberapa saat nongkrong lagi di depan komputer, saya ke dapur untuk melakukan inspeksi dan mengambil tempat minum idola (satu-satunya yang dimiliki dan belum juga rusak). Kemudian masuk lagi ke kamar dan melanjutkan berselancar dan mendengarkan lagu.

Tiba-tiba Ibu masuk kamar dan menanyakan “rebus pisang ya?”, saya langsung jawab “ya”. Saya ke dapur lagi (entah ini ngapain lagi) dan saya lihat pisang sedang direbus, saat itu pula Ibu mengatakan “tape gorengnya disimpen di dalam kulkas” (dalam hati, tau aja klo saya ke dapur lg ngelirak-lirik makanan yang semalem kok gak ada ya…kemanakah gerangan, ternyata itu jawabannya).

Setelah pisang masak, Ibu mengantarkan sepiring pisang rebus ke kamar yang berisi 3 biji dengan didampingi satu buah garpu. Ibu yang baik yang selalu mengerti anaknya sampai garpu pun disediakan, khawatir anaknya ini kepanasan menyantap pisang rebus yang barusaja diangkat dari kompor. Saya pun mengatakan “Terimakasih”.

-Persembahan khusus hari ini untuk Ibu tercinta-

“Pisangnya enak, garpunya pun kepake soalnya pisangnya masih panas, Aku suka pisang ini Ummi!”

Boiled Bananas, Like This

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

About Is

Iis Rasjeed
This entry was posted in Ismi. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s