Baca Qur’an, Lancar Saja Tidak Cukup

Bismillahirahmanirrahim,

“Banyak orang yang bisa membaca Al-Qur’an, tapi banyak juga dari mereka yang mendapatkan laknat dari Al-Qur’an”…kata Ust. Hafid kepada saya

“Itu kenapa Ustadz?” tanya saya

“Penyebabnya adalah bacaannya yang salah yang tidak sesuai dengan tajwid, sehingga membuatnya artinya pun berbeda” tutur beliau

“Wah, berarti klo kita tidak kunjung dapat hidayah, do’a belum juga diijabah, cobaan dan ujian yang tak kunjung menemukan jalan keluarnya itu bagian dari laknat itu ya Ustadz, walaupun kita sering membaca Al-Qur’an” saya balik curhat

“Ya mungkin itu, makanya yang sudah-sudah banyak istighfar aja, dari sekarang belajar memperbaiki, Alhamdulillah Allah sudah memberikan kamu kemauan untuk menyerap Al-Qur’an, tidak ada yang terlambat, klo sudah benar bacaannya insyaAllah banyak syafaat yang akan didapat” tutur sang Hafidz

“InsyaAllah Ustadz, dari dulu saya ingin sekali belajar, tapi selalu terhalang prioritas keduniaan yang gak pernah ada habisnya, klo saya turutin smua hasrat dunia saya gak akan ada selesai-selesainya, Alhamdulillah saat ini saya diberikan kesempatan utk belajar Al-Qur’an lagi, ini untuk pertama kalinya saya belajar tajwid, padahal dari dulu Aba saya (baca : Bapak, red) sudah menyuruh saya untuk belajar baca Al Qur’an ke Ust. Hafid tapi ada aja yang menghalangi saya untuk belajar” seru saya

“Iya bagus klo apa yang sudah menjadi nasihat Aba bisa diresapi dan sekarang bisa diapplikasikan”tuturnya

“Dari dulu Ustadz, udah saya resapi, tapi baru dapat hidayahnya saat ini mungkin, Alhamdulillah (dalam hati), saya ini pemula Ustadz belum bisa apa-apa” kata saya

“Baik, sekarang ambil Al-Qur’annya, kita mulai belajar” minta sang Ustadz

“Bentar dulu Ustadz saya ambil wudhu’, sekalian mengambil Al-Qur’an di kamar saya di ujung sana” kata saya

“Ustadz, mau diambilkan Al-Qur’an juga gak?” kata saya lagi

Sang Ustadz hanya tersenyum simpul (ya iya lah..orang beliau seorang Hafidz, beliau sudah Hafidz..terang aja, baru sadar setelah saya belajar tajwid beberapa menit…ckckckckkckc…what’a stupid you’re!..Maap Ustadz ya atas kesalahan penempatan kalimat saya)

Setelah Al-Qur’an saya ambil, dimulailah pelajaran membaca Al-Qur’an, saya pikir saya akan melakukan perbaikan sedikit saja atas bacaan saya. Tapi ternyata, Astagfirullah astaghfirullah astaghfirullah….bacaan Al fatihah saya saja banyak salahnya. “Bacaanmu lancar, tapi banyak salahnya dimana-mana” tutur sang Ustadz. Membaca Al Fatihah saja diulang berkali-kali. “Coba dibuka mulutnya klo belajar, jangan disimpen kluarnya huruf, perhatikan panjang pendeknya, huruf  Syen dan Shad itu beda, klo Shad itu ada desisnya, coba diulang lagi bacaan Al Fatihah-nya” kata ustadz. Saya balik bertanya “diulang darimananya ustadz?”, dengan sabar beliau menjawab “dari depan coba”. MasyaAllah ternyata pelajaran ini lebih sulit dari mata kuliah yang pernah saya dapatkan, selain butuh konsentrasi yang tinggi juga butuh ilmu yang mumpuni dari narasumber yang mumpuni juga, selain itu kemauan yang tinggi untuk menyadari kesalahan dan tidak usah malu tentunya…namanya juga belajar kan? (bener gak pak Ustadz ???….:) ).

Selesai Al-fatihah (bukan berarti udah jago niy ya…biar latihannya banyak aja) dilanjutkan membaca Al-Baqarah (surat terpanjang di Al-Qur’an ini), saya pun membacanya dan sang Ustadz pun mengoreksinya, rupanya beliau banyak memberikan komentar atas bacaan saya (klo dalam dunia persinetronan…banyak cut-nya mengenai apa yang saya baca). Sambil mendengarkan bacaan saya, sang Ustadz melihat ke kanan dan ke kiri. Saya pun langsung peka dengan apa yang dilakukan sang Ustadz “Ada apa Ustadz, ada yang mo diambil?” kata saya, “Ada ikatan lidi gak?” tuturnya. “Ada..ada ustadz, bentar saya ambil dulu di kamar” kata saya. Sang Ustadz pun mengambil lidi itu, dan saya diminta melanjutkan membaca. Ustadz berkata : perhatikan gerakan naik turun lidi ini ya, klo lidi ini belum turun berarti bacaan itu masih tinggi. “Baik Ustadz” tutur saya. Diiringi gerakan dan suara lidi saya pun membaca lanjutan Al-Baqarah tadi.

Wuih…saya terpesona, ketika sang Ustadz sangat tahu sekali panjang pendek bacaan surat yang saya baca sampai dengan tanda berhentinya pun hafal (pantesan ya tadi mau dibawain Al-Qur’an senyum simpul aja…rupanya udah afal banget). Saya saja yang sudah megang Al-Qur’an banyak salahnya dan sering ngawur melihat tanda berhenti bacaannya.

Bacaan yang saya kumandangkan dan gerakan lidi Ustadz sering tidak sinkron, ini berarti bahwa banyak revisi yang harus saya lakukan atas bacaan saya…Astaghfirullah Astaghfirullah Astaghfirullah (kena laknat banyak ini mah, Maaf yaa Allah ya, ini saya lagi belajar untuk memperbaiki bacaan saya).

Lanjut!, akhirnya sampailah waktunya untuk selesai dulu karena sang Ustadz sudah ditelpon santri yang lain untuk mengisi pelajaran Qiroah dan baca Qur’an di daerah Bangkaalan sana. Sebelum beranjak pulang, cerita-cerita dan review dulu bersama Ustadz. “Ya, jadi nanti belajarnya tiap hari Kamis,  Jum’at (abis dari Masjid), Minggu” kata Ustadz. “InsyaAllah, saya kosong waktunya, kapan aja bisa”kata saya.

Inilah rangkaian awal saya memulai belajar Al-Qur’an, ternyata tak semudah yang dibayangkan ya, tapi jika berusaha untuk memulainya akan selalu ada ilmu yang Allah berikan untuk memudahkan pemahaman kita.

Yaa Allah,

Jadikanlah Al Qur’an sebagai syafaat, dan bukan laknat bagiku

Berikanlah kemampuan dan kemauan padaku untuk senantiasas memperbaiki diri

Sebagaimana telang Engkau berikan ini padaku, maka karunikanlah ini kepada keluargaku, saudaraku dan teman-temanku Yaa Rabb

Maafkanlah atas kesombongan kami

Ingatkanlah kami jika kami khilaf


About Is

Iis Rasjeed
This entry was posted in Ismi. Bookmark the permalink.

2 Responses to Baca Qur’an, Lancar Saja Tidak Cukup

  1. Alfa Robbi says:

    Subhanallah… saya jadi inget, bacaan itu harus bener, nggak kudu cepet.. Pengen belajar dari awal juga nih jadinya. hehe

  2. Is says:

    Ya, syukurlah klo tulisan ini jadi motivasi, terus belajar dan gak usah malu, sblm masa tua datang, bingkai diri di masa muda dengan banyak belajar dan memperbaiki diri

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s