10 Tahun Berlalu, Slalu di Hati

Bismillahirrahmanirrahim,

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,

Alhamdulillah, setelah sekian lama membuat kategori I-Father (baca Iis untuk kenangan Bapak tercinta) akhirnya terisi juga. Terimakasih yaa Allah atas dorongan hati yang sudah Engkau anugerahkan ini, semoga tulisan ini bermanfaat bagi saya dan bagi pembaca sekalian.

Setiap tahun baru datang, sosok yang paling saya ingat..siapa lagi kalau bukan Aba tercinta (aba = panggilan buat ayah kami tercinta). Menatap kalender yang sudah berganti menjadi 1431 H dan 2010 M, wah…alangkah cepatnya waktu berlalu tanpa kehadiran seorang ayah. Ya 10 tahun sudah berlalu, tentunya dengan pasang-surut, onak dan duri, suka-duka, tangis-tawa, cinta-pengorbanan, jatuh-bangun dengan apa yang sudah kami raih sampai dengan saat ini.

Tepat 1 Syawal 1421 H (27 Desember 2000) menjelang shubuh, aba kami dijemput sang khalik untuk selama-lamanya. Saat itu gaung kegembiraan menyambut idul fitri terdengar dimana-mana, lantunan takbir mendunia, kesibukan akan baju baru dan makanan aneka lebaran pun menyelimuti sebagian besar masyarakat. Tapi apa yang terjadi di dalam rumah kami saat itu, apalagi kalau bukan derai-derai air mata, guratan kesedihan yang mendalam, singkatnya kiamat sughra sudah menimpa keluarga kami saat itu. Terasa tak ada semangat untuk hidup, badan lemah, hanya air mata yang berbicara, kenangan yang terucap, kebajikan yang selalu terbayang, harapan dibalik pesan tendensius serta rasa bersalah dan berdosa karena belum bisa memberikan hal yang optimal dan maksimal……Yaa Ghaffar, Yaa Rahman, Yaa Rahim maafkan kami.

Dad's Grave

Mengenai topik pembicaraan mengenai kenangan aba kami tercinta selalu kami hadirkan dalam setiap momen. Terkait dengan ini, kakak saya (Mbak Fifi, red) selalu menyelipkan lagu Rhoma Irama yang berjudul kehilangan, yang salah satu isinya kurang lebih seperti ini :

Kalau sudah tiada

Baru terasa

Bahwa kehadirannya sungguh berarti

Sungguh berat aku rasa hidup tanpa dia…. (dan seterusnya, takutnya salah nulis lagu, gak enak sama yang sudah menciptakan lagu).

Sementara bagi saya, lagu yang pas untuk menggambarkan rasa kehilangan saya adalah pada lagunya Verizal Horizon yang berjudul Best I Ever Had. Beliau adalah orang terbaik yang pernah saya miliki. Dalam tingkatan perbandingan, makna kata terbaik menduduki level teratas atau superlative. Aba selalu di hati dan insyaAllah nasihat dan petuahnya menjadi bagian dari perbaikan dan pergerakan langkah ini. Beliau sangat berarti karena senantiasa memberikan kesempurnaan cinta yang berarti bagi keluarga dan sekitarnya. Kehadiran beliau adalah lentera bagi hati yang redup dan langkah yang kalang kabut, sementara ketiadaanya adalah kehilangan yang mendalam.

Inilah hidup temans, harus menghadapi apa yang sudah digariskan oleh Sang Maha penentu garis, karena sesungguhnya setelahnya masih banyak rahasia hidup yang belum tersingkap dan terurai. Bersyukur itulah intinya, dan berusahalah berikan yang terbaik untuk orang-orang yang kita cintai.

Yaa Allah,

Berikanlah kepada kemampuan untuk senantiasa berbakti kepada orang tua kami

Tolong ajari dan tuntun kami bagaimana cara berbakti yang baik

Kami ini bodoh Yaa Rabb, kami ini semaunya sendiri

Jangan biarkan kami dalam kebodohan dan keegoisan yang terus-menerus

Sebagaimana orang tua kami telah berikan dan korbankan yang terbaik bagi kami

Maka berikanlah kami kemampuan yang sebanding denga mereka

Walaupun kami tak bisa membalasnya dengan gunung emas sekalipun

Jadikanlah ridhoMu dan ridho mereka sebagai jalan kesuksesan hidup kami

Do’a mereka sebagai lentera kami di saat kami tersesat

Amal kebaikan mereka sebagai penolong kami dan baris teladan yang senantiasa kami applikasikan dalam kehidupan sehari-hari

Tolong jangan biarkan kami menjadi anak yang durhaka

Jadikanlah kehadiran kami sebagai penyenang hidup mereka, pengikat silaturrahim keluarga, amal jariah bagi mereka

Yaa Ghaffar,

Maafkanlah dosa aba dan ummiku

Karuniakanlah panjang umur, rezeki yang halal, banyak dan barokah serta kesehatan bagi ummiku

Lapangkanlah dan terangilah kuburan abaku, serta terimalah amalan beliau selama di dunia

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarkatuh,

Semoga bermanfaat.

About Is

Iis Rasjeed
This entry was posted in Al-Rasjid. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s