Terjebak di Facebook

Berbicara tentang facebook tentunya bukanlah suatu hal yang baru bagi para peselancar internet. Bagi yang belum tahu tentang facebook, sekedar sedikit informasi buat kalian bahwa facebook merupakan salah saty situs jejaring sosial di Internet, kurang lebih sama dengan friendster, tapi fitur yang disajikan faceook lebih lengkap dan sesuai dengan kebutuhan penggunanya untuk masa-masa sekarang. Secara pribadi, fitur-fitur yang disajikan facebook merupakan perpaduan antara keunggulan fitur friendster (FS, red), yahoo messenger (YM, red), multiply dan blog. Pantas saja, jika produk ini banyak yang mempergunakan karena para penggunanya tidak perlu mempergunakan banyak applikasi untuk tujuan yang berbeda, tapi cukup menggunakan satu applikasi untuk banyak keperluan sosial di Internet. Benar-benar merupakan terobosan yang inovatif dan berdasarkan permintaan pasar yang sophisticated.

Sebenarnya sudah sejak lama teman-teman saya mengajak saya untuk bergabung di facebook, baik melalui email, lisan, pesan berantai. Namun, saya kurang tertarik dengan tawaran tersebut “I don’t care I’m not modern cause not using facebook”. Banyak account jejaring sosial yang saya miliki dan itu pun belum di-manage dengan baik, lantas bagaimana mungkin menambah account baru lagi, semakin keteteran saja yang lain. Terus terang saya lebih suka “ngeblog” dibandingkan nge-FS atau nge-FB karena privacy lebih terjaga dan ide pun berkembang secara alami.

Karena ingin mencari informasi salah seorang teman yang ada di negeri sakura sana, saya pun googling dengan menggunakan namanya dan dapatlah informasi terkait dengannya beberapa. Tujuannya¬† adalah agar tidak lost contact saja (tidak lebih dari itu). Dan berdasarkan informasi sang mesin pencari handal tersebut, yang bersangkutan tergabung di facebook. “Why..why n why” (males banget deh harus bikin FB sgala). Karena inilah saya pun membuat facebook agar bisa mendapatkan link langsung ke dia dan bisa berkomunikasi untuk bertukar infomasi atau pengalaman.

Setelah beberapa saat account terbuat, try and error pun terjadi dengan mencoba setiap menu yang ada di facebook dan terjebaklah akhirnya saya di situ. Setelah sekian lama, teman-teman saya banyak yang men-tag foto saya dan mengomentari foto-foto saya. Kebanyakan komentarnya pun “miring” dan tidak ada positif-positifnya, setiap pose yang ditampilkan di foto serba salah sepertinya.

Penilaian sementara untuk facebook masih cukup positif tapi tidak terlalu begitu berniat untuk eksis, karena berdasarkan prediksi nasib FB akan sama seperti FS. Rasa ketertarikan saya terhadap blog lebih tinggi dibandingkan FS, FB atau jejaring sosial yang lain.

Jika ada pendapat atau masukan yang lain silakan dikomentari. Sebelumnya, terimakasih buat komentar dan perhatiannya karena telah membaca blog ini.

About Is

Iis Rasjeed
This entry was posted in Ismi. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s