Hari pertama kerja di 2009

Bismillahirahmanirrahim,

“Ya Allah luruskanlah niat ini, berikanlah kemudahan dan kelancaran untuk semuanya”

Hari ini, Senin-5 Januari 2009 adalah hari pertama masuk kerja di tahun 2009. Karena bangun siang, maka baru bisa berangkat ke kantor kurang lebih jam 9-an pagi. Ritual sebelum berangkat kerja seperti biasa, yaitu :sholat, mandi, membersihkan kamar,siap-siap ke kantor sambil mendengarkan radio atau menonton televisi (optional yang ini, tergantung lagu yang diputar dan program yang sedang ditayangkan) dan keluar dari kamar seraya mematikan lampu/listrik yang tidak perlu, mengunci dan menggembok kamar, kemudian keluar dari pintu utama kosan sambil memanaskan motor, pasang alat tempur untuk berkendaraan (sarung tangan, masker dan helm full face tercinta). Sudah selesai semua, dilanjutkan dengan membuka pagar besi kosan yang super alot, menghibernasikan motor sejenak untuk menutup pintu kembali.

Menikmati perjalanan dari kosan menuju kebon sirih (lokasi dimana kantor saya berada), dan jangan lupa berdo’a/berdzikir selama dalam perjalanan (apalah setaunya, asal tidak “bengong” aja, yang panjang atau pendek, atau bisa juga dengan menggunakan player kemudian isilah dengan mp3-mp3 rohani yang bisa menenangkan dan mengingatkan hati akan sang pencipta).

Sesampai di kantor, menuju ke tempat parkir, tebarkan salam, sapa dan senyum “Selamat pagi pak”, sang satpam pun menjawab “pagi juga mbak”. Motor pun diparkir, menggunakan “standar” 2 supaya presisinya pas dan tidak mudah goyah. Masukkan alat tempur ke dalam bagasi mini yang tersembunyi di body motor. Khusus helm , saya selalu membawanya ke dalam ruangan dan saya letakkan di atas meja kerja saya. Jaket pun dilipat di sela-sela partisi meja kerja.

Memasuki ruang kerja, biasanya melalui tangga darurat karena lokasinya berdekatan dengan tempat parkir sehingga tidak perlu naik tangga lagi.

Ooopsss, astaghfirullah, hari ini saya salah naik tangga. Karena saya merasa bahwa yang saya labuhi adalah lantai 4 maka dengan percaya dirinya saya membuka pintu darurat tersebut dan ooooopsss, kok pintunya menggunakan pin ya??? tumben-tumbenan, sambil berpikir “apa bagian security admin baru masang pintu ini di lantai 4 ya?”, coba saya akses pintu itu dengan menggunakan access door saya dan sungguh sangat menyesal tertulis pesan “access denied”, saya pun menunggu sejenak dan Alhamdulilah ada orang yang masuk menuju pintu darurat karena ingin menggunakan lift darurat ini. Saya pun mengatakan ke orang ini “Alhamdulillah yaa Allah”, bisa masuk juga saya dan setelah saya berhasil menembus pintu yang ber-pin itu saya pun membayangkan masuk ke ruangan saya dan ooooopss lagi “kok banyak rak2 ya?, sepertinya ini bukan ruangan saya”, saya pun bertanya ke salah satu bapak yang sedang ada di luaran sana “ini lantai berapa pak?”, bapak pun menjawab “ini lantai 3 mbak”, saya pun langsung mengatakan “Astaghfirullah, saya pikir lantai 4”. Masuklah kembali ke ruang hampa untuk naik lift darurat berasa seperti orang baru dan linglung saja saya, kemudian Bapak pun mengatakan “naik tangga aja mbak”, spontan saya berseru “astaghfirullah”, “ya bener pak, terimakasih ya pak”

Yeah, hari pertama masuk kerja “nyasar lantai”, tapi alhamdulillah sampai juga kan akhirnya ke ruangan saya, buktinya saya bisa ngeblog sambil kerja.

Tiba-tiba, salah seorang OB (mbak Ela, begitu saya memanggil beliau) berkunjung ke meja kerja saya dan mengatakan “Non, mau rambutan gak?”, saya pun menjawab “yagh,puasa mbak, aku mau sih”. Kekhawatiran saya kepada sang OB karena berpikir dia membawa sedikit rambutannya dan akan dimakan beramai-ramai maka saya pun menangguhkan penawaran dari dia, padahal tadi malam saya pergi ke pasar palmerah bersama April (adik angkat, red) untuk membeli sayur dan buah tapi saya mengurungkan niat untuk membeli rambutan karena akan bersemut kamar saya jika nanti ada rambutan. Kemudian sang OB melanjutkan pernyataannya “aku bawa sekerdus dan udah aku bagi2in ke yang lain”, melanjutkan pernyataan saya “mbak, aku mo dunk rambutannya, taro di plastik aja”, mbak ela pun mengambilkannya untuk saya dan memasukkannya ke dalam tupper ware yang bertengger di belakang meja kerja saya.

Special thanks for today :

– Bapak Anonim (karena saya tidak tahu namanya), atas panduan yang diberikan untuk menuju lantai 4 dan sudah bersedia membukakan pintu ber-pin

– Mbak Ela yang rela membagikan rambutannya.

About Is

Iis Rasjeed
This entry was posted in Ismi. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s