Bingkisan I’tikaf dari 2008 Menuju 2009

Bismillahirrahmanirrahim,

Dengan durasi perjalanan kurang lebih 2 jam dari kosan saya menuju masjid At-tin, Jakarta Timur untuk mengikuti acara I’tikaf dikarenakan kepadatan lalu lintas yang tinggi untuk merayakan malam tahun baru dan beberapa pintu taman mini yang diblokade maka kendaraan yang kami tumpangi pun harus mencari jalan alternatif untuk bisa sampai ke masjid tersebut (Perjalanan 2 jam ini saya analogikan sama seperti perjalanan dari Surabaya menuju Bangkalan dengan menggunakan angkutan umum, durasi ini bisa didiskon jika menggunakan kendaraan pribadi berupa motor-sekitar 1.5 jam bisa sampai ke rumah saya tercinta di Bangkalan, !Jakarta oh Jakarta, sungguh teganya dirimu!).

Alhamdulillah, sekitar jam 10-an malam kami sampai di area parkiran masjid At-Tin, dan kami pun masuk ke dalam masjid. Terpana melihat kondisi di lapangan masjid At-tin yang penuh dengan lautan manusia. Dengan hipotesis bahwa “di dalam masjid sudah penuh, untuk itulah orang-orang mengambil posisi di luar”. Untuk menguji kebenaran sebuah hipotesis, maka dilakukanlah pengujian ke dalam ruangan masjid. Syukurlah, di lantai 3 masjid masih tersedia ruang untuk kami sholat, “terimakasih yaa Rahman atas nikmat ini”. Kami pun mengatur tempat, dilanjutkan makan dan kemudian shalat isya’. Sementara itu, rangkain acara dzikir bangsaku ini terus berjalan dan saat itu sedang diisi oleh Ustadz Arifin Ilham dengan dzikir dan muhassabahnya. Karena kondisi perut yang lapar, kami pun turun untuk makan di bawah agar tidak mengganggu jamaah yang lain yang sedang asik menyimak taushiyah dari ustadz favorit saya tersebut. Selesai makan, kami pun beranjak ke tempat wudhu’ untuk melanjutkan sholat isya’ dan mengikuti dzikir berjemaah bersama bang Arifin Ilham. Dengan sholat isya’ berjemaah bersama salah satu teman saya dan kebetulan saya yang menjadi imam, terasa sholat ini sangat menyentuh karena diiringi dzikir yang dipimpin oleh ustadz yang gemar berpakaian putih-putih ini. Air mata pun tak tertahankan meleleh dan bercucuran.

Selesai sholat isya’ berjemaah, dilanjutkan dengan sholat sunnah ba’da isya’ 2 rakaat, keteduhan dzikir suara sang ustadz masih terngiang-ngiang di telinga. Selesai sholat sunnah, melakukan dzikir singkat dan berdo’a kemudian mengikuti dzikir jamaah.

Sampailah sang pemimpin dzikir dengan membaca asmaul husna yang tidak asing lagi di telinga dengan alunan bacaan yang sangat menyayat hati dan tanpa terasa air mata mengalir lagi karena teringat akan dosa, terbayang wajah keluarga yang saya cintai yang seketika itu terpanjat do’a untuk mereka satu per satu (maaf keluargaku, untuk saat ini hanya do’a dan air mata yang bisa dipersembahkan sebagai bentuk rasa cinta saya untuk kalian semua). Dzikir dengan lafal “Yaa nur, yaa nur, yaa nur, yaa Allah, yaa Allah, yaa Allah…”  semakin membuat hati saya penuh sesak dan pelampiasannya adalah tetesan air mata yang mengalir deras, betapa tidak saya yang pendosa ini masih diberikan nikmat berupa cahaya Allah,  alangkah baik dan pemurahnya Allah kepada saya. Dengan diiringi bayang-bayang dosa masa lalu semakin mengena saja dzikir ini, rasanya hati yan penuh dengan noda-noda ini diberikan seberkas cahaya untuk tetap bersyukur dan tidak berputus asa dari rahmat Allah.

Selanjutnya, ustadz Arifin Ilham melanjutkan dengan do’a bersama, do’a untuk semua yang hadir, do’a untuk keluarga-keluarga yang hadir, do’a untuk para syuhada di Palestina, Afghanistan, Irak,  dan lain-lain. Sungguh do’a yang mewakilkan bahwa umat islam adalah umat yang peduli dengan keadaan bangsanya dan dunia secara menyeluruh. Dalam do’a tersebut juga dimohonkan secara bersama tentang diijabahnya harapan, impian dan resolusi di 2009 secara islam dan general……….!Amin yaa Allah, semoga do’a kita semua diijabah dan diridhoi oleh Allah!.

Sesi selanjutnya yang saya ikuti adalah ceramah dari ustadz idola saya semasa kecil dulu karena saya sering mendengar ceramahnya di radio lokal yang ada di kota Bangkalan selepas maghrib. Ustadz itu adalah ustadz Zainuddin MZ. Beberapa catatan yang saya tulis dari ceramah beliah adalah sebagai berikut :

1. Keistemawaan bulan Muharram sebagai berikut:

  • Setelah beratus-ratus tahun meminta ampun dan taubat pada Allah, maka pada hari yang bersejarah 10 Muharam inilah, Allah telah menerima taubat Nabi Adam.
  • Pada 10 Muharam, tarikh berlabuhnya perahu Nabi Nuh a.s kerana banjir yang melanda seluruh alam di mana hanya ada 40 keluarga termasuk manusia binatang sahaja yang terselamat dari banjir tersebut.
  • Nabi Ibrahim dilahirkan pada 10 Muharam dan diangkat sebagai
    Khalilullah (kekasih Allah) dan juga hari di mana baginda diselamatkan dari api yang dinyalakan oleh Namrud. Nabi Ibrahim diberi penghormatan dengan Allah memerintahkan kepada api supaya menjadi sejuk dan tidak membakar Nabi Ibrahim. Maka terselamatlah Nabi Ibrahim dari angkara kekejaman Namrud.
  • Allah juga telah menyelamatkan Nabi Musa pada 10 Muharam daripada kekejaman Firaun dengan mengurniakan mukjizat yaitu tongkat yang dapat menjadi ular besar yang memakan semua ular-ular ahli sihir dan menjadikan laut terbelah untuk dilalui oleh tentera Nabi Musa dan terkambus semula apabila dilalui oleh Firaun dan tenteranya. Maka tenggelamlah mereka di Laut Merah.
  • Allah juga telah mengeluarkan Nabi Yunus dari perut ikan setelah berada selama 40 hari di dalamnya.
  • Allah telah mengangkat do’a Nabi Zakaria
  • Allah membebaskan Nabi Musa dari kejaran Fir’aun.

2. Pada bulan muharram, do’a didengar dan insyaAllah diijabah oleh Allah

3. Pada bulan muharram dilakukannya Hijrah, dari Mekkah ke Yastrib (Al Madinah), yang merupakan perjalanan ukhuwah yang menjadi pertemuan bagi kaum Anshar dan Muhajirin.

4. Amalan di bulan Muharram adalah :

  • perbanyak istighfar
  • puasa sunnah (jangan lupa puasa as syura, jatuh pada tanggal 10 Muharram)
  • dekatkan dengan anak yatim dengan membagi rezeki yang telah diperoleh.

Inilah bingkisan i’tikaf yang saya dapat, semoga bisa menjadi pengingat dan nutrisi ruhiya bagi saya sehingga lebih menguatkan saya untuk melangkah.

Yaa Allah jadikanlah tahun yang baru ini menjadi lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya. Menjadi manusia yang berguna untuk keluarga, masyarakat, bangsa dan negara. Berikanlah kemudahan untuk semua hal, keberkahan dalam rezeki, keridhoan dalam niat dan amalan. Semoga yang tersisa dari 2008 bisa menjadi pengingat, motivasi dan perbaikan untuk langkah taktis dan strategis di 2009…………………………..Amin Amin Allahumma Amin.

About Is

Iis Rasjeed
This entry was posted in Ismi. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s